Viral!! Undangan Aksi Aliansi Nusa Tenggara Timur Menggugat Geruduk Mabes Polri: Tolak Hasil Seleksi Calon Taruna Akpol Polda NTT 2024
Diterbitkan Kamis, 11 Juli, 2024 by NKRIPOST

NKRIPOST JAKARTA — Polemik Calon Taruna (Catar) Akademi Kepolisian (AKPOL) di Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) diduga bukan putra daerah melainkan didominasi anak Sumatera Utara berbuntut panjang.
Terbaru viral undangan seruan aksi unjukrasa di sejumlah jejaring media sosial dari Aliansi Nusa Tenggara Timur Menggugat yang ditujukan kepada Warga diaspora NTT, Warga Indonesia Timur dan rekan-rekan juang, aktivis dan fotografer dengan mengusung tema “Tolak Hasil Seleksi Calon Taruna Akpol Polda NTT 2024”
Aksi unjuk rasa yang di perkirakan akan di hadiri ribuan perserta aksi tersebut akan dilakukan sehubungan dengan pengumuman seleksi calon siswa Akademi Kepolisian di Polda Nusa Tenggara Timur yang baru-baru ini viral di media sosial yang dinilai syarat Kolusi, Korupsi dan Nepotisme karena jumlah kelulusan putra-putri NTT sangat minim dibanding daerah lain.
BACA JUGA :
Irjen Daniel Tahi Buka Suara Soal Polemik Seleksi Taruna Akpol NTT
Berikut undangan aksi selengkapnya dengan Jenlap Manche Kota dan Korlap Marlin Bato:
UN D A N G A N A K S I
Yth,
_Warga diaspora NTT, Warga Indonesia Timur dan rekan-rekan juang, aktivis dan fotografer_
Di
Jakarta
Sehubungan dengan pengumuman seleksi calon siswa Akademi Kepolisian di Polda Nusa Tenggara Timur yang baru-baru ini viral di media sosial yang dinilai syarat Kolusi, Korupsi dan Nepotisme karena jumlah kelulusan putra-putri NTT sangat minim dibanding daerah lain. Oleh karena terkoyaknya rasa keadilan tersebut diatas, maka kami dari Aliansi Nusa Tenggara Timur Menggugat yang membawahi sejumlah organisasi kedaerahan bermaksud mengundang Bapak/Ibu untuk hadir Aksi Unjuk Rasa yang akan dilaksanakan pada:
Hari/tgl : Jumat, 12 Juli 2024
Pukul : 13.00-selesai
Tempat : Mabes Polri Jl. Trunojoyo Jakarta Selatan
Estimasi Massa : 1000 orang
Demikian undangan aksi ini kami sampaikan, atas perhatian dan partisipasinya kami ucapkan banyak terima kasih.
_Hormat Kami,_
Jenlap
*Manche Kota* 081399922271
Korlap
*Marlin Bato* 081283223233
Terpisah Manche Kota selaku Jenderal Lapangan (Jenlap) saat di konfirmasi terkait undangan seruan aksi tersebut juga membenarkan undangan
“Iya.” Jawab Manche saat di konfirmasi, Kamis (11/7)

Diberitakan sebelumnya, Ada 11 nama Catar AKPOL dari Polda NTT yang diduga anak-anak Sumatera Utara mendominasi di Panitia Daerah (Panda) tersebut.
Di tengah isu tersebut ternyata muncul dugaan bahwa anak Kapolda NTT Timothy Abishai Silitonga, salah satu calon taruna (catar) Akademi Kepolisian (Akpol) Panitia Daerah (Panda) Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) viral di media sosial (medsos).
Anak Kapolda NTT Irjen Daniel Tahi Monang Silitonga itu tetap lulus catar Akpol meski disebut-sebut gagal psikotes.
Lantas salah satu peserta yang memiliki nilai di atas anak Kapolda itu disebut malah tersingkirkan alias tidak lolos.
Adapun bukti dugaan tersebut diunggah Facebook Yoyarib KannutuanMau seperti dikutip pada Senin, 8 Juli 2024.
Terdapat 3 tangkapan layar yang berisi obrolan atau pesan dari orang tua peserta yang gagal lolos itu.
“Ini kena geser Catar AKPOL, pahal nilai test di atas anak Kapolda. Tinggi 187 cm.,” tulis diduga orang tua peserta.
Disebutkan untuk mendaftar Catar AKPOL harus memiliki Kartu Keluarga (KK) minimal 2 tahun.
Peserta ini diketahui sudah sejak tahun 2021 tinggal di NTT dan bersekolah di salah satu SMA.
“Nah anak Kapolda sudah berapa lama di NTT,” ungkap orang tua itu.
Lebih lanjut peserta yang tidak lolos ini disebutkan memiliki hasil tes Matematika dengan nilai 100 dan Bahasa Inggris nilai 100.
Sementara itu anak Kapolda diduga hanya memiliki nilai Psikotes 64 sedangkan peserta itu 70.
Oleh karena itulah diduga Catar AKPOL dari Polda NTT merupakan anak-anak titipan bukan asli putra daerah.
“Anak saya nilai Matematika 100, Bahasa Inggris 100 dan psikotes 70. Sedangkan nilai psikotes anak Kapolda 64,” demikian bunyi percakapan tersebut, Selasa (9/7/2024).
Percakapan WhatsApp itu diunggah pada Minggu (7/7/2024) sekitar pukul 18.47 Wita oleh akun Facebook Yoyarib KannutuanMau. Yoyarib membenarkan adanya percakapan dengan orang tua yang anaknya tidak lulus seleksi Akpol.
“Ya. Karena saya hanya komunikasi via chat saja dengan ibu yang anaknya gagal,” kata Yoyarib singkat.

BACA JUGA :
Irjen Daniel Tahi Buka Suara Soal Polemik Seleksi Taruna Akpol NTT
Terpisah disitat Kompas, Senin (8/7/2024) siang, Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Daniel Tahi Monang Silitonga memberikan sejumlah klarifikasi terkait proses seleksi taruna Akademi Kepolisian (Akpol) yang mengisi 11 kuota yang ditentukan oleh Markas Besar (Mabes) Polri.
Ia pun merinci komposisi 11 orang dimaksud.
”Satu orang asli putra daerah NTT, lima orang putra daerah yang lahir dan besar di NTT, dan lima orang pendatang yang sudah menetap di NTT,” kata Daniel lewat pesan singkat.
Silitonga menuturkan, seluruh hasil tes langsung ditayangkan dan ditandatangani peserta dan pengawas.
Setiap kali setelah pelaksanaan tes, peserta juga dipersilakan mengisi survei kepuasan yang dilakukan secara terbuka.
Setiap tahapan diawasi secara ketat oleh pengawas internal dan eksternal.
”Panitia pun tidak bisa mengubah hasil perolehan nilai karena sudah diolah dalam sistem dan peserta pun sudah mengetahui nilai setiap selesai tahapan pendaftaran,” tulis Daniel.
Daniel menjadi sorotan setelah empat orang calon lolos berasal dari satu suku yang sama dengan dirinya.
Bahkan, di publik, beredar informasi bahwa salah satu di antaranya adalah anak kandung Daniel. Saat ditanya terkait hal itu, Kapolda yang baru serah terima jabatan di Mabes Polri, Jakarta, pada kamis (14/12/2023) tersebut belum merespons.***TIM
