NKRIPOST

NKRIPOST – VOX POPULI PRO PATRIA

Duh!! Viral Anak Kapolda NTT Lulus Catar Akpol Meski Disebut Gagal Psikotes: Sudah Berapa Lama Di NTT

Listen to this article

Diterbitkan Selasa, 9 Juli, 2024 by NKRIPOST

Foto: 11 calon taruna Akpol lulus selesi panitia daerah Polda NTT. (Dok. Humas Polda NTT)

NKRIPOST KUPANG  – Polemik Calon Taruna (Catar) Akademi Kepolisian (AKPOL) dari Panda Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) diduga bukan putra daerah melainkan didominasi anak Sumatera Utara masih menjadi perhatian.

Ada 11 nama Catar AKPOL dari Polda NTT yang diduga anak-anak Sumatera Utara mendominasi di Panitia Daerah (Panda) tersebut.

Di tengah isu tersebut ternyata muncul dugaan bahwa anak Kapolda NTT Timothy Abishai Silitonga, salah satu calon taruna (catar) Akademi Kepolisian (Akpol) Panitia Daerah (Panda) Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) viral di media sosial (medsos).

Anak Kapolda NTT Irjen Daniel Tahi Monang Silitonga itu tetap lulus catar Akpol meski disebut-sebut gagal psikotes.

Lantas salah satu peserta yang memiliki nilai di atas anak Kapolda itu disebut malah tersingkirkan alias tidak lolos.

Adapun bukti dugaan tersebut diunggah Facebook Yoyarib KannutuanMau seperti dikutip pada Senin, 8 Juli 2024.

Terdapat 3 tangkapan layar yang berisi obrolan atau pesan dari orang tua peserta yang gagal lolos itu.

“Ini kena geser Catar AKPOL, pahal nilai test di atas anak Kapolda. Tinggi 187 cm.,” tulis diduga orang tua peserta.

Disebutkan untuk mendaftar Catar AKPOL harus memiliki Kartu Keluarga (KK) minimal 2 tahun.

Peserta ini diketahui sudah sejak tahun 2021 tinggal di NTT dan bersekolah di salah satu SMA.

“Nah anak Kapolda sudah berapa lama di NTT,” ungkap orang tua itu.

Lebih lanjut peserta yang tidak lolos ini disebutkan memiliki hasil tes Matematika dengan nilai 100 dan Bahasa Inggris nilai 100.

Sementara itu anak Kapolda diduga hanya memiliki nilai Psikotes 64 sedangkan peserta itu 70.

Oleh karena itulah diduga Catar AKPOL dari Polda NTT merupakan anak-anak titipan bukan asli putra daerah.

“Anak saya nilai Matematika 100, Bahasa Inggris 100 dan psikotes 70. Sedangkan nilai psikotes anak Kapolda 64,” demikian bunyi percakapan tersebut, Selasa (9/7/2024).

Percakapan WhatsApp itu diunggah pada Minggu (7/7/2024) sekitar pukul 18.47 Wita oleh akun Facebook Yoyarib KannutuanMau. Yoyarib membenarkan adanya percakapan dengan orang tua yang anaknya tidak lulus seleksi Akpol.

“Ya. Karena saya hanya komunikasi via chat saja dengan ibu yang anaknya gagal,” kata Yoyarib singkat.

Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Daniel Tahi Monang Silitonga.

BACA JUGA :

GRIB JAYA Desak Kapolri Segera Copot Kapolda NTT Gegara Jatah Casis Akpol Dinikmati Putra-Putri Luar Nusa Tenggara Timur

Mahasiswa Malang Minta Kapolri Batalkan Hasil Seleksi Akpol Tahun 2024 Dinilai Kurang Berpihak Kepada Masyarakat NTT

Irjen Daniel Tahi Buka Suara Soal Polemik Seleksi Taruna Akpol NTT

Terpisah disitat Kompas, Senin (8/7/2024) siang, Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Daniel Tahi Monang Silitonga memberikan sejumlah klarifikasi terkait proses seleksi taruna Akademi Kepolisian (Akpol) yang mengisi 11 kuota yang ditentukan oleh Markas Besar (Mabes) Polri.

Ia pun merinci komposisi 11 orang dimaksud.

”Satu orang asli putra daerah NTT, lima orang putra daerah yang lahir dan besar di NTT, dan lima orang pendatang yang sudah menetap di NTT,” kata Daniel lewat pesan singkat.

Silitonga menuturkan, seluruh hasil tes langsung ditayangkan dan ditandatangani peserta dan pengawas.

Setiap kali setelah pelaksanaan tes, peserta juga dipersilakan mengisi survei kepuasan yang dilakukan secara terbuka.

Setiap tahapan diawasi secara ketat oleh pengawas internal dan eksternal.

”Panitia pun tidak bisa mengubah hasil perolehan nilai karena sudah diolah dalam sistem dan peserta pun sudah mengetahui nilai setiap selesai tahapan pendaftaran,” tulis Daniel.

Daniel menjadi sorotan setelah empat orang calon lolos berasal dari satu suku yang sama dengan dirinya.

Bahkan, di publik, beredar informasi bahwa salah satu di antaranya adalah anak kandung Daniel. Saat ditanya terkait hal itu, Kapolda yang baru serah terima jabatan di Mabes Polri, Jakarta, pada kamis (14/12/2023) tersebut belum merespons.***TIM

VIDEO REKOMENDASI:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REDAKSI: JL. KH. MAS MANSYUR NO. 122 B, KEL. KARET TENGSIN, KEC. TANAH ABANG KOTA JAKARTA PUSAT - WA: 0856 9118 1460  
EMAIL: [email protected]
NKRIPOSTCO ©Copyright 2024 | All Right Reserved