Jabatan Mentereng Mantan Presiden Try Sutrisno Cicil Rumah 15 Tahun Karena Tidak Punya Uang , Saya Bisa Tidur Nyenyak
Diterbitkan Sabtu, 30 September, 2023 by NKRIPOST

NKRIPOST, JAKARTA – Masih ingat dengan sosok Try Sutrisno? Ya beliau adalah mantan wakil presiden di era Soeharto yang menjabat sejak tahun 1993 sampai 1998.
Sebelum menjadi wapres mendampingi Presiden Soeharto, Try Sutrisno beberapa kali menduduki posisi penting, salah satunya sebagai mantan Panglima ABRI.
Namun siapa sangka, sebagai seorang mantan Panglima ABRI, ternyata Try Sutrisno punya kisah mencengangkan soal perekonomian keluarganya ,Dalam sebuah wawancara di Youtube Irma Hutabarat, Try Sutrisno bercerita bahwa ia masih berjuang menyicil rumahnya selama 15 tahun selepas pensiun dari jabatan militernya.
“Ketika pensiun beliau tidak punya rumah dan tak punya uang. Nyicil selama 15 tahun untuk membayar rumah yang dihuni sekarang ini, Rp85 juta harganya. Seorang jenderal bintang 4 yang pernah jadi Pangdam berkali-kali, KASAD, PANGAB TNI, dan Wakil Presiden,” tulis Irma
Kepada Irma Hutabara, Try Sutrisno mengatakan dirinya ditawari untuk membeli rumah dinas Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), ia pun memilihnya dengan cara bayar cicil.
Menurutnya, sikap “nerima” nya itu justru membawa berkah bagi dirinya hingga sekarang. Menurutnya, dia tidak perlu takut dengan KPK terkait asal usul rumahnya.
“Saya nerima, Tuhan akhrinya kasih. Saya bisa tidur nyenyak enggak takut KPK. Kan didaftar semua asalnya,” katanya.
Try Sutrisno mengatakan, dirinya tak pernah memikirkan tentang rumah bahkan uang. Dia malah berpikir pulang ke Bandung jika tak mempunyai rumah di Jakarta usai pensiun dari TNI.
BACA JUGA:
Ketua DPD AA LaNyalla Mattalitti Terima Mandat Kembalikan UUD 1945 Hasil Proklamasi
Kapolri Mutasi Sejumlah Perwira Tinggi, Kapolda Aceh Irjen Wahyu Widada Jadi AS SDM
Dua Kapal Tengelam Di Pantai Gayasan Blitar, Delapan ABK Dalam Pencarian BPBD dan Team SAR
“Enggak pernah mikirin punya rumah, saya gak mikir. Saya akan pulang ke Bandung kalo enggak punya duit. Ditanya ibu pensiun jadi apa, saya pengen nyopir,” ujar Try Sutrisno.
Profil Try Sutrisno
Diketahui, Try Sutrisno lahir di Surabaya pada 15 November 1932. Ia berasal dari keluarga sederhana, anak sopir ambulans. Baca Juga: DN Aidit permalukan Soekarno di hadapan ribuan orang: Negara salah urus karena pemimpin punya istri lima
Try Sutrisno mengenyam pendidikan sebagai taruna di Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad) dan berkesempatan ikut perang melawan Pemberontakan PRRI di tahun 1957.
Ia juga ikut serta dalam Operasi Pembebasan Irian Barat 1962. Dalam operasi inilah, Try Sutrisno bertemu dengan Soeharto yang menjabat sebagai Panglima Komando Mandala.
Ketika Soeharto menjabat presiden, Try Sutrisno ditunjuk sebagai ajudannya. Di titik inilah kariernya di militer menanjak. Pada tahun 1978, Try Sutrisno diangkat sebagai Kepala Komanda Daerah Staf di KODAM XVI/Udayana. Ia kemudian menjadi Panglima Daerah KODAM IV/Sriwijaya di tahun 1979.
Empat tahun kemudian, ia diangkat sebagai Panglima Daerah KODAM V/Jaya di Jakarta. Pada tahun 1985, pangkatnya naik menjadi Letjen TNI dan menjabat sebagai Wakasad mendampingi Jenderal TNI Rudhini, Sepuluh bulan kemudian, ia menggantikan Jenderal TNI Rudhini sebagai Kasad selama satu setengah tahun. Di tahun 1988, Try Sutrisno diangkat menkadi Panglima ABRI menggantikan Jenderal TNI LB. Moerdani.
Dan akhirnya, Try Sutrisno pun diangkat menjadi wakil presiden pada kurun waktu 1993-1998 sebelum akhirnya digantikan oleh BJ Habibie.* (hops/nkripost )
