Canda Gubsu Bobby Sebelum Bupati Langkat Syah Afandin di OTT KPK: Ondim Ini Agak Bahaya
Diterbitkan Jumat, 3 Juli, 2026 by NKRIPOST

NKRIPOST JAKARTA – Bupati Langkat, Syah Afandin alias Ondim terjerat Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Sumatera Utara (Sumut) pada Kamis (2/7). Dia diduga menerima suap dari proyek-proyek di Dinas Pendidikan Langkat dan Dinas Perkim Langkat.
Ondim tak sendirian, ada setidaknya enam orang yang diamankan KPK dalam operasi di sejumlah kota di Sumatera Utara (Sumut). Mereka kini telah dibawa ke markas KPK di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Beberapa pekan sebelum OTT tersebut, nama Ondim sempat menjadi bahan guyonan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution ketika dia menghadiri pelantikan pengurus DPW dan DPD PAN se-Sumatera Utara periode 2024-2029.
Momen itu terjadi dalam acara pelantikan yang digelar di IKM Hall Deli Husada, Deliserdang, Minggu (14/6) atau setidaknya dua pekan sebelum OTT KPK. Acara tersebut turut dihadiri Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan.
Pada kesempatan itu, Syah Afandin dilantik sebagai Ketua DPW PAN Sumatera Utara, didampingi Dedy Irawan sebagai Sekretaris dan Mora Harahap sebagai Bendahara. Sejumlah pengurus DPD PAN kabupaten/kota se-Sumatera Utara juga dilantik bersamaan.
BACA JUGA:
Tersangka KPK Bupati Kuansing Suhardiman Amby Pernah Tinggalkan Amplop Putih Di Kantor Menteri Kehutanan, Begini Cerita Menhut Raja Juli Antoni
Saat memberikan sambutan, Bobby sempat melempar candaan kepada para kader PAN yang hadir dengan menanyakan kepanjangan nama panggilan Ondim.
“Tadi Pendoa kita pun sempat lupa nama asli bang Ondim ini, karena pendoa tadi gak mau nyebutkan nama Ondim, karena kalau disebutkan namanya Ondim ini, Ketum agak bahaya tum.” kata Bobby disambut gelak tawa kader PAN kader PAN kala itu dikutip dari rekaman video acara tersebut pada unggahan youtube.
“Udah tahu ya? Tahu? Bagi yang belum tahu, On-Dim itu singkatan dari ‘Ongkos Di Muka’,” katanya melanjutkan.
Saat itu, Bobby melanjutkan candaannya dengan menyebut para pengurus PAN kabupaten/kota yang baru dilantik perlu ditanya apakah istilah tersebut juga berlaku saat proses pemilihan ketua di daerah masing-masing.
“Jadi, tadi yang maju-maju di depan ini tadi tum (Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan), yang dilantik sekaligus sama Bang On-Dim tadi perlu kita tanya juga tadi satu-satu ini. Berlaku enggak nama On-Dim tadi pas mau mendapatkan ketua Kabupaten/Kota tadi,” ungkap dia yang juga politikus Gerindra tersebut.
Bobby lalu menutup guyonannya dengan memuji pelaksanaan acara pelantikan yang dinilai lebih besar dibanding lokasi kegiatan sebelumnya.
“Luar biasa Bang On-Dim. Kami kira tadi acaranya di Deli Serdang, di tempat yang dulu. Kalau tempat-tempat yang dulu, kita bilang Bang On-Dim jangan di sana. Itu terlalu kecil,” sebut menantu dari Presiden ketujuh RI Joko Widodo (Jokowi) itu.
BACA JUGA:
Satu Lagi Kepala Daerah Di Tangkap KPK, Terbaru Bupati Langkat Syah Afandin Terjaring OTT KPK
Belum ada pernyataan resmi dari Pemprov Sumut mengenai jalannya pemerintahan di Langkat usai bupatinya ditangkap KPK sejauh ini.
Sementara itu, DPP PAN telah menonaktifkan Ondim dari jabatan Ketua DPW PAN Sumut terkait kasus tersebut.
“PAN telah menonaktifkan Syah Afandin sebagai Ketua DPW PAN Sumatera Utara dan kepemimpinan PAN Sumatera Utara diambil alih oleh DPP PAN,” kata Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi saat dikonfirmasi, Jumat (3/7).
Dia menegaskan pelanggaran hukum itu merupakan tanggung jawab pribadi karena justru bertentangan dengan platform dan Garis Perjuangan PAN dalam membangun pemerintahan yang bersih.
“PAN memohon maaf atas kasus pelanggaran hukum dari kadernya. PAN akan terus melakukan pembinaan watak dan karakter kader serta meningkatkan kapasitas pengetahuan dalam menjalankan tugasnya,” ujarnya.
Dalam operasi senyap yang dilakukan KPK di Sumatera Utara, Syah Afandin diduga terlibat dalam kasus suap yang berkaitan dengan proyek-proyek di Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Langkat.
Hingga kini, KPK masih mendalami kasus tersebut dan memeriksa sejumlah pihak yang turut diamankan.***CNN
