Belanja Buku Sekolah Sepuluh Persen Dana BOS 2025 SD Negeri Noko TTS Sebatas Kwitansi
Diterbitkan Selasa, 12 Mei, 2026 by NKRIPOST

NKRIPOST TTS – Berbagai Terobosan Program Pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia di berbagai bidang pelayanan masyarakat Indonesia seakan teruji lolos pantau baik oleh lembaga dari berbagai tingkatan pemerintah yang terbagi dalam berbagai struktur penanggungjawab hingga lembaga pengawas
Tak terkecuali dibidang Pendidikan yang akhir akhir ini seakan terabaikan anggaran sara prasarana terpotong dua puluh persen untuk program Makan Bergizi Gratis ( MBG ) tersisa pos anggaran belanja buku sepuluh persen pada dua tahapan realisasi satu dan dua yang bersifat wajib sebagai sarana penunjang Literasi dan Numerasi di setiap tingkatan pendidikan baik SD , SMP , SMA/SMK di bumi Pertiwi Nusantara
Terpantau jelas oleh awak media NKRI POST TTS di SD Negeri Noko di desa Olais kecamatan Kuanfatu kabupaten Timor Tengah Selatan Propinsi Nusa Tenggara Timur, sesuturut penjelesan Bendahara Dana BOS SD N Noko, Feri Edison Nenotek , S.pd Gr tanggal 6 Mei 2926 mengatakan belanja buku dari dana BOS ( Biaya Operasional sekolah ) tahun anggaran 2025,masih tersimpan di rumah penyedia.
“Benar kami sudah belanja buku dari dana BOS tahun anggaran 2025 tahun kemarin tapi masih tersimpan di rumah penyedia buku.” jelas Feri Nenotek
Sekolah Dasar Negeri Noko dengan jumlah siswa 21 orang pada lokasinya jelas berada pada daerah terpinggir dengan tingkat kesulitan akses jalan darat seakan terisolir dari ramainya rumah penduduk oleh karena di tempat ini dihuni oleh dua RT desa Olais TTS
Kepala sekolah SD N Noko bpk Javed Nomkeni , S.pd Gr ketika diminta penjelasannya oleh awak media membenarkan buku yang telah di beli belum di bawah ke Sekolah.
“benar bendahara sudah belanja buku dan sudah ada kuitansi tapi belum ada di sekolah.” tutur kepsek ini.
Seorang tokoh masyarakat yang meminta namanya tidak disebutkan berharap awak media sebagai fungsi kontrol sosial dapat melakukan fungsinya.
“Bapak wartawan tolong bantu kami pertanyakan hal ini kepada pihak sekolah dan Pemerintah karena kami tidak tau caranya. ” kata tokoh masyarakat ini dalam dialek Timor
“kalau bukunya harus dibeli tahun 2025 kenapa sampai hari ini sudah di pertengahan tahun 2026 pun bukunya belum sampai sekolah, sebetulnya ada apa ? ” tanya Thomas ini penuh kesal.
BACA JUGA:
Terkait hal ini maka awak media NKRI POST TTS Meminta tanggapan kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Timor Tengah Selatan, Apris Manafe ,Msi Selasa 12 Mei 2026 , mengatakan akan melakukan pengecekan langsung ke sekolah.
“tolong berikan data sekolah untuk kami pastikan keberan informasi ini ” jelas Kadis tanpa menyertakan tanggapan lain serta tindaka disiplin apa yang akan diterapkan atas masalah ini.
Sebut saja DT seorang tokoh masyarakat desa Olais lain saat dimintai tanggapannya terkait belanja buku terbeli ada kuitansi tanpa bukti fisik di sekolah menyayangkan hal tersebut.
“sangat disayang praktek praktek seperti ini di kabupaten TTS . Sangat mengecewakan karena sudah pertanggungjawaban dari pihak sekolah ke pihak dinas PK TTS tapi bukti fisik buku tidak ada di s ekolah ” tegas tokoh masyarakat yang satu ini menutup wawancara.***
