NKRIPOST

NKRIPOST – VOX POPULI PRO PATRIA

Dudung Abdurachman Ingatkan Habib Habib Rizieq Untuk Jaga Mulut, Usai Disebut “Jenderal Baliho”

Listen to this article

Diterbitkan Rabu, 6 Mei, 2026 by NKRIPOST

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman dan Habib Rizieq Shihab (HRS).

NKRIPOST JAKARTA – Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman akhirnya buka suara merespons tudingan Mantan Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab (HRS) yang menyebut dirinya sebagai sosok `Jenderal Baliho` di balik pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait Yaman.

Sebagai informasi, Prabowo dalam pidato di Cilacap, Rabu (29/4) pekan lalu, menyentil keras pihak yang tidak cinta tanah air dan mempersilakan untuk kabur saja ke Yaman.

Dudung menegaskan narasi Prabowo soal Yaman bukan berasal dari dirinya dan meminta semua pihak berhenti memprovokasi situasi.

“Ya, itu bukan, bukan dari saya,” kata Dudung saat dimintai tanggapan di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (5/5).

Dudung mengaku tak punya lagi persoalan pribadi dengan Rizieq. Ia mengungkit kembali peristiwa penurunan baliho Front Pembela Islam (FPI) beberapa tahun lalu yang menurutnya dilakukan dalam konteks penegakan keputusan negara terhadap organisasi yang saat itu sudah dibekukan.

Menurut Dudung, langkah aparat ketika itu bukan keputusan sepihak dirinya, melainkan tindak lanjut setelah adanya laporan kepada jajaran pimpinan TNI, Polri, hingga pemerintah.

“Karena FPI itu kan waktu itu organisasi memang sudah dibekukan. Yang menguatnya itu menurut saya karena ada ajakan-ajakan revolusi akhlak, kemudian narasi-narasi yang disampaikan mengajak kegiatan-kegiatan yang menurut saya memang mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa,” ujarnya.

BACA JUGA:

PKS Apresiasi Jasa Dudung Kepada Umat Islam, Apa Saja?

Dia menambahkan pembubaran organisasi tersebut juga dilakukan melalui keputusan pemerintah, bukan oleh dirinya secara pribadi. Karena itu, Dudung menilai tidak tepat bila kini dirinya kembali dikaitkan dengan berbagai narasi yang disampaikan Prabowo.

Meski demikian, Dudung memilih merespons pernyataan Rizieq dengan nada menahan diri. Ia mengatakan keduanya sama-sama sudah berusia tua dan seharusnya dapat berperan meneduhkan masyarakat, bukan justru memperuncing perdebatan politik.

“Pak Rizieq sudah tua, saya juga sudah tua. Marilah kita bangun bangsa ini dengan keteduhan, dengan tidak memprovokasi,” katanya.

Dudung juga menilai gaya komunikasi Rizieq tidak banyak berubah sejak dulu karena masih menggunakan narasi yang menurutnya cenderung menyerang pihak lain. Ia lalu menyinggung peran seorang ulama yang semestinya memberi ketenangan di tengah masyarakat.

“Kalau dikatakan sebagai ulama, ulama itu yang selalu meneduhkan, berpikir jernih, matanya tidak pernah merendahkan orang lain, mulutnya tidak menjelekkan orang lain, hatinya tidak berprasangka buruk kepada orang lain, Makanya Jaga mata, jaga hati dan jaga mulut.” ucap Dudung.

Dalam kesempatan itu, Dudung turut mengajak semua pihak menghentikan saling curiga dan saling memfitnah di tengah kondisi global yang menurutnya sedang memberi tekanan pada ekonomi, politik, dan hukum nasional.Berita olahraga hukum

Dia menegaskan pemerintah saat ini sedang berupaya menjaga stabilitas sehingga isu-isu provokatif dinilai justru dapat memperkeruh keadaan.

“Tidak ada lagi permusuhan, tidak ada lagi saling curiga, saling memfitnah,” katanya.

Dudung juga menyebut tudingan yang diarahkan kepada orang-orang di lingkaran Presiden, termasuk Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, sebagai bentuk fitnah yang tidak perlu diperbesar. Menurut dia, rakyat tidak seharusnya terpengaruh oleh narasi yang dinilai hanya dimainkan segelintir pihak.

Pernyataan Dudung ini muncul setelah Habib Rizieq dalam ceramah yang diunggah di YouTube menyinggung pidato Presiden Prabowo soal pihak-pihak yang ingin “kabur ke Yaman”.

Rizieq menduga ucapan itu dipengaruhi sosok yang ia sebut `Jenderal Baliho`, julukan yang selama ini kerap diarahkan kepada Dudung. Rizieq juga mengaitkan kembali rekam jejak Dudung saat penertiban atribut FPI hingga menyinggung sejumlah isu lama, termasuk KM 50.

BACA JUGA:

Dudung: Prajurit TNI Jangan Jadi Ayam Sayur

Diketahui sebelumnya, ramai tayangan video di akun YouTube Islamic Brotherhood Television, Rizieq merasa heran Presiden Prabowo bisa mengeluarkan pernyataan pergi saja ke Yaman. Menurutnya, Prabowo sejak dulu hanya menyampaikan pergi saja ke luar negeri, tanpa menyebutkan negara tertentu.

“Gara-gara apa tu itu? punya teman jelek Saudara. 1 tahun setengah presiden kita enggak pernah ngomong begitu, kenapa hari ini dia mengatakan begitu?” kata Rizieq dilihat di akun YouTube Islamic Brotherhood Television.

“Kalau dulu ada menteri segala urusan nyebut ngusir luar negeri kalau mau protes-protes. Presiden kita minta nasihat tahu-tahu ngomongnya sama, pergi ke luar negeri. Sekarang ada tambahan malah pergi ke Yaman. Dari mana nih kata Yaman keluar Saudara?” sambungnya.

Rizieq menganggap pernyataan Prabowo yang menyampaikan pergi saja ke Yaman karena mendapat bisikan dari “Jenderal baliho”. “Eh ternyata ada sebabnya lagi ada Jenderal Baliho yang udah lama enggak dipakai Saudara udah diparkir eh tahu-tahu kemarin dipanggil ke Istana, diangkat menjadi penasihat presiden bidang pertahanan nasional, dilantik lagi Saudara,” katanya.

Diketahui, istilah jenderal baliho muncul saat Dudung masih menjabat sebagai Pangdam Jaya tahun 2020. Dudung memerintahkan untuk menurunkan baliho Front Pembela Islam (FPI) yang sudah dibubarkan pemerintah. ***

VIDEO REKOMENDASI:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REDAKSI: JL. MINANGKABAU TIMUR NO. 19 A, KEL. PS. MANGGIS, KEC. SETIABUDI KOTA JAKARTA SELATAN - WA: 0856 9118 1460  
EMAIL: [email protected]
NKRIPOSTCO ©Copyright 2024 | All Right Reserved