Biodiesel B50 Tahap Uji Coba, Bahlil : Siap Diterapkan di 2026
Diterbitkan Senin, 15 September, 2025 by NKRIPOST

NKRIPOST JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan biodiesel 50% atau B50 saat ini tengah memasuki tahap uji coba.
Ia menyebut, targetnya program B50 dapat diimplementasikan pada di tahun 2026 mendatang.
“Sekarang ini kan B40 sudah berjalan, alhamdulillah bagus. Ke depannya, kita akan dorong untuk di B50, tetapi sekarang kita lagi uji coba,” kata Bahlil di Istana Kepresidenan, Jakarta pada Kamis, (11/09/2025).
Biodiesel B50 merupakan campuran bahan bakar fosil 50% dengan 50% bahan bakar nabati berbasis minyak sawit.
Hal ini adalah bentuk komitmen pemerintah untuk memaksimalkan sumber daya sawit dalam negeri yang melimpah, sekaligus menekan penggunaan energi berbasis fosil.
Menurut Bahlil, uji coba B50 sudah dilakukan dalam dua sampai tiga tahap. Hasil uji coba penting untuk menentukan langkah sebelum meluncurkan B50 kepada publik.
“Apakah B45 dahulu baru B50, atau langsung, nanti tunggu hasil uji cobanya,” ungkap Bahlil.
Untuk saat ini, pemerintah masih berfokus mengimplementasikan B40 sepanjang 2025, dengan target jumlah volume mencapai 15,6 juta kiloliter (KL).
Angka ini lebih tinggi dari realisasi produksi yang terserap sepanjang 2024, yakni sebanyak 12 juta kiloliter.
Jika implementasi B40 pada 2025 berjalan lancar, pemerintah memastikan menjalankan program mandatori lanjutan, yakni B50 pada 2026.
Program B50 diyakini akan membuat Indonesia tak lagi mengimpor solar pada 2026. B50 menjadi program strategis pemerintah dan selaras dengan Asta Cita dari Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan swasembada energi.
(M. Fazar Sutiono)
