NKRIPOST

NKRIPOST – VOX POPULI PRO PATRIA

Hakim Agung, Dr. Prim Haryadi, SH, MH, DiLewakan Sebagai Penghulu Kaum. Bupati Epyardi Asda berikan Ucapan Selamat

Listen to this article

Diterbitkan Jumat, 31 Mei, 2024 by NKRIPOST

Bupati Solok, Epyardi Asda, Dtk. Majo Lelo, Dr. Prim Haryadi, SH., MH. telah dikukuhkan secara adat sebagai Penghulu Adat Suku Limo Panjang, pada Kamis, 30 Mei 2024

NKRIPOST, AROSUKA –  Bupati Solok, Epyardi Asda, Dtk. Majo Lelo memberikan ucapan selamat kepada Dr. Prim Haryadi, SH., MH. telah dikukuhkan secara adat sebagai Penghulu Adat Suku Limo Panjang, pada Kamis, 30 Mei 2024 di Sulit Air Kecamatan X Koto Diatas Kabupaten Solok.

” Alhamdulillah, pada hari ini kita bisa hadir disini dalam rangka Batagak Gala Adat Pasukuan Limo Panjang di bawah Panji Dt. Rajo Mansur kepada YM. Dr. Prim Haryadi, SH, MH. Mudah mudahan dengan dilewakannya gala ini, keponakan keponakan beliau sudah punya orang yang tepat untuk bermusyawarah di Nagari Sulit Air ini.” Kata Epyardi Asda.

Epyardi Asda juga menyampaikan rasa bangga, karena telah banyak tokoh – tokoh Kabupaten Solok yang sudah berprestasi dan menjadi tokoh bahkan sampai di tingkat nasional.

Bupati Solok, Epyardi Asda, Dtk. Majo Lelo, Dr. Prim Haryadi, SH., MH. telah dikukuhkan secara adat sebagai Penghulu Adat Suku Limo Panjang, pada Kamis, 30 Mei 2024

BACA JUGA:

Bupati Solok, Cpt, Epyardi Asda Berikan Materi Pada Acara Pelatihan Dan Bimbingan Teknis

Capt. Epyardi Asda Ungkap Kunci Utama Mencapai Sukses

Bupati Solok, Epyardi Asda Buka Rakernas SAS dan Konferensi Ikatan Pemuda Pelajar Sulit Air Ke-32

Dengan dilewakannya gala (Gelar adat) Dtk. Rajo Masur kepada Dr. Prim Haryadi, SH,MH, yang saat ini adalah sebagai Hakim Agung Makah Agung RI, maka semakin bertambahlah deretan nama tokoh Minangkabau yang berkiprah di tingkat nasional.Sejumlah Tokoh Nasional pun pada acara tersebut. Terlihat hadir Ketua Mahkamah Agung, Prof. Dr. H. Muhammad Syarifudin, SH, MH.
Fadli Zon, Jendral Purn. Badrodin Haiti Komjen purn. Suhardi Alius, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, dan Bupati Wali Kota se Sumatera Barat.

Ketua MA, Muhammad Syarifudin dalam sambutannya mengatakan dengan dikukuhkan kelar datuk, iti artinya telah menjadi rumouan dan harapan anak kemanakan, baik di kampung maupun di Pernatauan.

“Sebagai seorang Datuak, bapak mempunyai tumpuan harapan bagi anak kemenakan, baik yang ada di nagari maupun perantauan. Selain itu juga memikul amanah besar untuk menjaga dan memelihara anak kemenakan, menuntun dan membimbing mereka, untuk menjadikan pribadi yang sukses dan bertaqwa.” katanya.

M.Syarifudin juga menyebut Penghulu itu ibarat beringin di tengah padang.

“Dalam tatanan adat, penghulu ini ibarat beringin rindang di tengah padang. Akarnya tempat bersila, dahannya tempat bergantung, batangnya tempat bersandar
– Seorang penghulu juga harus bersifat adil dan bijaksana, serta tidak pilih kasih dan diskriminatif dalam mengayomi anak kemenakan.” tambahnya.

-Dia juga berharap dengan adanya Penghulu baru, agar kasus sengketa adat dapat diselesaikan oleh pimpinan adat, tanpa harus berlanjut hingga ke ranah hukum, bahkan tingkat kasasi di Mahkamah Agung. (Nazwir Koto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REDAKSI: JL. MINANGKABAU TIMUR NO. 19 A, KEL. PS. MANGGIS, KEC. SETIABUDI KOTA JAKARTA SELATAN - WA: 0856 9118 1460  
EMAIL: [email protected]
NKRIPOSTCO ©Copyright 2024 | All Right Reserved