Heboh Pernikahan Sesama Jenis, Perempuan Nikahi Perempuan Di Cianjur, Kemenag Angkat Bicara!
Diterbitkan Selasa, 12 Desember, 2023 by NKRIPOST
Identitas Mulai Terbongkar Usai Muncul Permasalahan
Pihak desa kemudian menjelaskan pernikahan AD ternyata tetap digelar beberapa hari setelahnya. Diketahui, AD dan perempuan di desanya telah menggelar sebuah resepsi di rumah mempelai perempuan.
Setelah pernikahan tersebut, mulai muncul permasalahan terkait biaya resepsi yang ternyata berasal dari pinjaman ke salah seorang warga. Sejak permasalahan tersebut mulai muncul kegaduhan. Pihak desa langsung menangani permasalahan tersebut.
“AD ini pinjam uang ke tetangga mempelai wanita, terjadilah kegaduhan. Saya langsung tangani saat itu,” ujar Abdullah.
Beberapa warga desa juga langsung membawa AD ke kantor kecamatan untuk bisa memeriksa identitasnya. Selain itu, di kecamatan tersebut, identitas sudah bisa diakses secara online dan mulai diketahui jika AD bukan laki-laki melainkan perempuan asal Kalimantan.
“Kalau di kecamatan kan sudah aksesnya secara online, jadi bisa ketahuan. Setelah dicek atau diidentifikasi, ternyata AD ini bukan laki-laki, tetapi perempuan asal Kalimantan. Dia memalsukan statusnya sebagai perempuan demi bisa menikahi kekasihnya yang merupakan warga Desa Pakuon,” kata Abdullah.

BACA JUGA:
Astaga!! Oknum Kades Ini Nekat Ajak Warga Berhubungan Badan dan Pungli Saat Urus Berkas
Dedi Dores, Kades Sangir Tengah Masuk Bui Polres Kerinci Setelah Diduga Gauli Istri Orang
Astaga!! Video Syur Kades Pasirkiamis Diviralkan Istrinya Berbuntut Panjang, Warga Temui Bupati
Keluarga dan Mempelai Wanita Tidak Tahu
Abdullah menyampaikan bahwa banyak pihak yang tertipu dengan penyamaran dari AD. Beberapa di antaranya yang tertipu termasuk orangtua dan mempelai wanita.
“Semuanya tertipu dengan penyamaran dia,” ujarnya.
Saat ini pemerintah desa setempat berharap warganya tidak kembali membahas pernikahan tersebut. Pasalnya pernikahan telah berakhir dan tidak berlanjut karena bukan pernikahan laki-laki dan perempuan.
“Untuk warga kami beri pengertian agar tidak lagi membahas soal ini. Karena pernikahan tersebut sudah berakhir, tidak berlanjut karena kan bukan antara lelaki sama perempuan tapi perempuan dengan perempuan,” tutur Abdullah.
Pemerintah desa juga telah memberikan pembinaan serta pendampingan kepada keluarga dan mempelai wanita yang tertipu. Pembinaan tersebut dilakukan untuk memberikan semangat.
“Keluarganya juga sudah diberi pembinaan dan pendampingan agar tidak jadi patah semangat, tidak minder. Karena kan semuanya juga tertipu,” ucap Abdullah.***
