NKRIPOST

NKRIPOST – VOX POPULI PRO PATRIA

Heboh Napi Korupsi Dimakamkan di TMP Batu, KPK: Koruptor Kok Dianggap Pahlawan

Listen to this article

Diterbitkan Selasa, 12 Desember, 2023 by NKRIPOST

NKRIPOST JAKARTA – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron angkat bicara terkait kontroversi mantan Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko yang dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Suropati, Kota Batu, Jawa Timur. Padahal, Eddy Rumpoko diketahui meninggal dengan status sebagai terpidana kasus korupsi.

“Kami menyesalkan seseorang yang telah diputus berdasarkan proses hukum berkekuatan tetap dan dinyatakan bersalah karena korupsi, justru dimakamkan di taman pahlawan,” kata Nurul Ghufron disitat Antara, Selasa 12 Desember 2023.

Ghufron menyebut Eddy Rumpoko tidak layak dimakamkan bersama para pahlawan yang telah berjasa untuk negeri.

“Korupsi telah merugikan dan mengkhianati rakyat dan negara Indonesia. Ke depan, perlu ditinjau lagi prosedur seseorang yang layak dimakamkan di taman pahlawan,” ungkap Ghufron.

Menurutnya, sekalipun saat sebagai wali kota Batu, Eddy Rumpoko sempat menghasilkan sejumlah pencapaian, prestasi itu seharusnya ditinjau ulang karena yang bersangkutan terlibat korupsi

“Apa pun penghargaannya, jika ternyata terbukti korupsi, harusnya semua penghargaan tersebut dinilai kembali kelayakannya. Dengan demikian, jelas apakah yang bersangkutan berhak dikubur di TMP, supaya tidak mencederai penghormatan bangsa Indonesia kepada para pahlawan,” pungkas Ghufron.

Eddy Rumpoko dinyatakan bersalah dalam kasus dugaan korupsi dan dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jawa Timur. Sejak Mei 2022, Eddy menjalani hukuman di Lapas Kelas I Semarang.

Terjerat dalam dua kasus korupsi yang ditangani KPK, Eddy Rumpoko pertama kali ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada 2017, terkait suap pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Kota Batu. Majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya menjatuhkan hukuman 3 tahun penjara, yang kemudian ditingkatkan menjadi 3,5 tahun pada proses banding.

Pada tingkat kasasi, Eddy dihukum 5,5 tahun penjara karena terbukti menerima suap. Meskipun mencoba mengajukan peninjauan kembali (PK), upayanya ditolak.

BACA JUGA:

Presiden Jokowi Akui Indonesia Terbanyak di Dunia Tangkap Dan Penjarakan Pejabat Korup?

Wacana KPK Kirim Napi Koruptor ke Nusakambangan: Agar Jera

Nusantara Bangkit Dan Apakah Yang Akan Menimpa Para Koruptor Dan Pengkhianat Bangsa Ini Lah Terawangan Kidung Tirto Suryo Kusumo

Saat masih menjalani hukuman dari kasus pertama, Eddy kembali divonis bersalah pada Mei 2022 oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya, kali ini terkait gratifikasi. Hukumannya adalah 7 tahun penjara dan denda Rp 500 juta.

Meskipun melakukan upaya banding hingga kasasi, Eddy Rumpoko gagal dan akhirnya meninggal dunia pada Kamis (30/11/2023) pukul 05.30 WIB di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Kariadi, Semarang, Jawa Tengah. Pemakamannya dilakukan di Taman Makam Pahlawan Suropati, Kota Batu, Jawa Timur, pada Kamis 31 November.***

VIDEO REKOMENDASI:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REDAKSI: JL. RAYA PENGGILINGAN NOMOR 21 CAKUNG JAKARTA TIMUR DKI JAKARTA TLP. (021) 2246 9861 WA: 0852 1744 4076 - 0856 9118 1460  
EMAIL: [email protected]
NKRIPOSTCO ©Copyright 2024 | All Right Reserved