Jumhur Hidayat Tantang Debat, Menkopolhukam Mahfud MD Mengakui Kalah : Saya Menyerah
Diterbitkan Minggu, 8 Januari, 2023 by NKRIPOST

NKRIPOST JAKARTA – Ketua Umum DPP KSPSI sekaligus Koordinator Aliansi Aksi Sejuta Buruh yang mendesak DPR untuk lakukan Hak Angket memeriksa Presiden terkait PERPPU Cipta Kerja Jumhur Hidayat menantang Menkopolhukam Mahfud MD dan Prof. Yusril Ihza Mahendra berdebat PERPPU Cipta Kerja.
“Walau Mahfud dan Yusril adalah dua Profesor hukum dan ahli tata negara, saya tidak takut berdebat sekaligus dengan mereka berdua dalam kasus PERPPU Cipta Kerja. Saya memang bukan ahli hukum. Tapi saya tahu hukum itu adalah logis dan saya dapat nilai ‘A’ untuk mata kuliah ‘Rangkaian Logika’ di jurusan Fisika Teknik di Bandung dulu.” Ujar Jumhur Hidayat melalui Pers rilisnya yang diterima media ini, Sabtu (7/1/2023).
Merespon tantangan tersebut, Menteri Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD melalui akun Twitter nya menjawab menyerah.
“Waduh, Jumhur dia nantang debat saya? Saya tak berani, mohon maaf, saya menyerah,” kata Mahfud dalam akun Twitternya, @mohmahfudmd, Minggu 8 Januari.
Mahfud mengaku kalah terlebih dahulu pada tantangan debat yang diajukan Jumhur. Dalam kesempatan ini, Jumhur menantang Mahfud bahkan Pakar hukum tata negara sekaligus eks Menteri Kehakiman dan HAM Yusril Ihza Mahendra.
“Saya kenal dia amat sangat pandai sekali. Kalah saya,” ujar Mahfud.
Mahfud mengusulkan Jumhur agar tantangan debat terkait Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Cipta Kerja yang diterbitkan pada 30 Desember 2022 itu, diajukan kepada Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin.
“Saya usulkan dia agar menantang debat Ali Mochtar Ngabalin. Biar seimbang. Tapi saya tak tahu Ngabalinnya mau atau tidak,” tandasnya.
BACA JUGA:
Jumhur Hidayat Tantang Debat Mahfud dan Yusril : 10 Menit KO
Kapolri Tindak Tegas Irjen Teddy Minahasa Diapresiasi KSPSI: Tegas dan Benar
Buruh Bergerak Tolak Omnibualaw Cipta Kerja

Diberitakan sebelumnya Jumhur Hidayat yang juga menjabat sebagai Koordinator Aliansi Aksi Sejuta Buruh belakangan menyuarakan penolakan terhadap tindakan pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Nomor 2/2022 tentang Cipta Kerja atau Perppu Cipta Kerja.
menyebut karakter setiap orang dapat berubah ketika masuk dalam lingkaran kekuasaan.
“Walau saya tidak menuduh mereka bodoh dan dungu, yang pasti memang sudah menjadi hal yang lumrah bahwa kekuasaan bisa merubah orang pintar jadi bodoh dan dungu, termasuk profesor juga bisa jadi dungu. Sebenarnya lebih bagus disebut dungu daripada menjadi intelektual pengkhianat seperti yang disebut Julien Benda pesohor ilmu filsafat dari Perancis seabad lalu.” Ujarnya.
Ketua Umum DPP KSPSI tak tanggung-tanggung sesumbar mampu mengalahkan kedua Profesor Hukum tata negara tersebut dalam tempo sepuluh (10) menit.
“Jadi sekali lagi saya tantang kedua profesor itu sekaligus dan saya cukup sendiri saja. Kasih saya 10 menit saja, insya Allah mereka berdua akan ‘KO’, kecuali kalau mau debat kusir nir logika, itu bisa seharian ngga selesai.” Tegasnya.
Adu debat, Jumhur mengatakan siap bertemu Menkopolhukam Mahfud MD dan Prof. Yusril Ihza Mahendra adu debat tentang PERPPU Cipta Kerja dalam ruang terbuka maupun melalui sarana media.
“Saya juga mohon kepada siapapun yang siap jadi fasilitator debat itu. Bisa di depan forum terbuka atau di podcast atau apa saja. Pokoknya 10 menit saja cukup, mereka akan saya buat KO.” Pungkasnya. (Tim)
