Demo Tuntut Ketum PPP Suharso Monoarfa Mundur Hingga Usut Tuntas Kasus Penganiayaan
Diterbitkan Kamis, 30 Juni, 2022 by NKRIPOST
Menyikapi aksi unjuk rasa menuntut Suharso Monoarfa mundur dari Ketua Umum DPP PPP dibubarkan secara paksa bahkan kadernya dipukul membabi buta Ketua Front kader Penyelamat Partai (FKPP) H. Saiful Rahmat Dasuki merespon tegas.
“Kami aksi damai, karena aksi kami hanya menyampaikan aspirasi, tapi di aksi kami tanggal 24 jumat kemarin telah di rusak oleh oknum oknum yang mengatasnamakan PPP tapi kami tahu betul mereka bukan kader PPP, karena yang mereka jalankan adalah aksi-aksi preman di jalanan dengan menghalau aksi kami dengan kekerasan.” Pungkasnya H. Saiful Rahmat Dasuki saat menggelar konferensi pers, Sabtu (25/6/2022).

BACA JUGA:
Kapolsek Menteng Datangi Massa Aksi Kader PPP Yang Menuntut Suharso Mundur, Ada apa?
Ratusan Kader FKPP Gelar Aksi Di Depan DPP PPP Desak Lengserkan Soeharso Monoarfa
Ratusan Massa FKPP, Kader PPP Kembali Gelar Aksi Desak Suharso Monoarfa Untuk Mundur
Ketua Front kader Penyelamat Partai kemudian mengutuk keras tindakan kekerasan membubarkan aksi unjuk rasa yang berbuntut sejumlah kader PPP mengalami luka.
“Kami mengutuk keras aksi kekerasan ini karena dalam PPP tentu kekerasan tidak di ajarkan dalam partai kami. Aksi kami ini tetap pada rel nya, kami akan tetap berjuang, akan tetap melangsungkan aksi ini sampai tujuan kami tercapai. Dalam kejadian kemarin saat terjadi kerusuhan ada 9 orang korban salah satunya melaporkan ke kepolisian karena terluka dan sudah di visum.” Pungkas H. Saiful Rahmat Dasuki sembari menunjuk bukti laporan polisi Polsek Metro Menteng Jakarta Pusat.
Kemudian Ipul sapaan akrabnya H. Saiful Rahmat Dasuki, menegaskan pihaknya semakin yakin melihat kepemimpinan Suharso Monoarfa.
“Pasca kejadian ini kami semakin paham bahwa kepemimpinan bapak Suharso Monoarfa ini sudah sangat tidak layak di DPP PPP karena dengan aksi kekerasan kemarin menunjukkan bagaimana kepemimpinan beliau di PPP dalam menghadapi kader di hadapkan dengan para preman – preman yang akhirnya para kader ini menjadi korban daripada perlakuan preman preman tesebut.” Ujar Ipul.
“Kami justru bingung, karena kami sudah aksi tiga kali tidak pernah ada hal seperti ini, justru kemarin aksi kami yang keempat itu yang akan berjalan dengan aman karena hanya menyampaikan aspirasi, tapi justru di halau oleh orang – orang yang menurut kami itu oknum – oknum preman yang memang sengaja untuk menghalau aksi kami.”Pungkasnya.
Ipul menyayangkan Aksi kekerasan yang terjadi pada aksi demonstrasi kader FKPP tersebut. Bahkan menurutnya Ketua Umum DPP PPP Suharso Monoarfa dalam mengambil kebijakan memutuskan struktur kepengurusan partai terkesan arogan.
“Kami memprotes, mensikapi aksi arogansi dari ketua umum yang dalam mengambil keputusan tidak berlandaskan pada AD/ART, tapi pada persoalan like or dislike, di mana kami dari PPP se DKI Jakarta ini sudah mengadakan musyawarah Wilayah pada tahun lalu dan dalam musyawarah wilayah itu terbentuk formatur formatur menyepakati saya sebagai ketua PPP Wilayah DKI Jakarta, tapi sampai pada per hari ini saya tidak di akui atau tidak di SK kan oleh pimpinan Pusat. jadi tuntutan saya pertama bagaimana mengembalikan hasil formatur, yang kedua segera para majelis – majelis yang ada di DPP PPP untuk mencabut kepemimpinan Suharso Monoarfa dan mengambil alih kepemimpinan DPP sampai terpilihnya ketua umum yang defenitif.” Tegas Ketum Front kader Penyelamat Partai (FKPP).
