Miris..! Remaja 14 Tahun Terlibat Begal Modus COD di Tanjung Priok
Diterbitkan Minggu, 20 Februari, 2022 by NKRIPOST

Nkripost, Jakarta – Polsek Tanjung Priok Jakarta Utara berhasil menangkap satu dari lima pelaku yang melakukan aksi pembegalan modus Cash On Delivery (COD) di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Pelaku itu berinsial FM (14).
“Tentunya ini menjadi keprihatinan kita atas banyaknya kejahatan kekerasan yang melibatkan pelaku berusia remaja,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan kepada wartawan di Puspemkot Tangerang, Jumat, 18 Februari 2022.
Sementara itu, Kapolsek Tanjung Priok, Kompol Ricky Prenata Vivaldy menjelaskan kejadian itu berawal saat korban, IT (18) COD oleh pelaku untuk membeli handphone, Kamis 17 Februari, sekira pukul 03.00 WIB.
Namun sesampai di lokasi yang telah disepakati, pelaku justru membawa teman-temannya dan menyerang korban hingga merampas handphone yang dibawa penjual, IT.
“Janjian mau COD jam 3 subuh di share lokasi lah di daerah Kampung Bahari. Setelah ditemuin, tiba tiba datang temennya datang langsung merampas handphonenya. Pelaku langsung mengeluarkan celurit dan menebas pelaku. Setelah mendapat barang rampasannya, kabur,” tutur Ricky.
Setelah kejadian itu, korban langsung di larikan ke RS Koja, Jakarta Utara guna mendapat perawatan.
“Korban di bawa ke RS Koja, Jakarta Utara. Tapi informasinya, korban sekarang sudah pulang ke rumah,” tandasnya.

BACA JUGA:
Tangkap 63 Pelaku Begal, 5 Ditembak, Polda Sumut dan Polres Penyangga Jawab Keraguan Masyarakat
Mencermati terkait hal tersebut, Guru Besar Kriminologi Universitas Indonesia Adrianus Meliala mengatakan faktor ekonomi di saat pandemi ini menjadi latar belakang sebagian anak di bawah umur mencoba tindak anarkis. Tak jarang, anak-anak pun melakukan tindak kejahatan demi mendapatkan penghasilan secara instan.
“Tekanan ekonomi terkait pandemi membuat orang tua tidak bisa memberi uang jajan atau fasilitas berlebih kepada anak-anak remajanya. Hal ini memaksa remaja untuk mencari uang di luar rumah,” kata Adrianus saat dikonfirmasi, Minggu, 20 Februari.
Selain itu, faktor komunal pun menjadi alasan lain untuk melakukan tindakan kejahatan tersebut. “Walau anak-anak namun sudah ada jiwa komunal dimana individu tersebut mampu terlihat dalam kelompok dan mengembangkan jiwa kelompok,” katanya.
“Jiwa itulah yang mendorong rasa berani dan nekad saat bergabung dengan kelompok untuk menyerang kelompok lain atau menyerang orang yg dianggap pelaku kejahatan,” tambahnya.(voi)
BACA JUGA:
Terungkap!! Lima Pelaku Begal Anggota Brimob Punya Peran Berbeda
