NKRIPOST

TAJAM DAN TERPERCAYA

SELAMAT DATANG  
MEDIA NKRI POST
TAJAM TERPERCAYA

Polemik Waduk Lambo, Pejabat Pembuat Komitmen: Lokasi Tidak Ada Diskusi Lagi

Listen to this article

Diterbitkan 19 Januari, 2022 by NKRIPOST

Bucklet pembangunan Waduk Lambo. (Foto PUPR)

Nkripost.co, NTT – Proses Pembangunan Waduk Lambo Kini sudah pada tahapan konstruksi yang telah ditandatangani kontrak kerja, hal ini disampaikan oleh Yohanes Pabi sebagai Pejabat Pembuat Komitmen Pembangun Bendungan SNVT Pembangunan Bendungan II BWS NT II Rabu, (19/01/2022).

“Pertama saya sampaikan bahwa tahapan sekarang adalah tahapan konstruksi dengan telah ditandatangani Kontrak Kerja pada Tanggal 19 Agustus 2021. Sehingga terkait lokasi tidak ada diskusi lagi.” Ujar Yohanes Pabi.

Lebih lanjut Yohanes Pabi menambahkan penetapan lokasi di Sungai Lowose merupakan lokasi yang sangat layak secara teknis dan telah dilakukan kajian teknis oleh Tim Ahli sehingga secara teknis mereka bertanggung jawab.

BACA JUGA:

Polemik Waduk Lambo, Pemda Nagekeo Disinyalir Bangun Skenario dan Pihak Keamanan Diduga Bermain Dua Kaki

Disinggung terkait ganti rugi lahan pembangunan Waduk Lambo, Pejabat Pembuat Komitmen berujar sedang dalam proses.

“Berkaitan dengan ganti rugi itu sudah pasti dan saat ini prosesnya sedang divalidasi BPN untuk segera kami usulkan ke LMAN untuk dibayar.” Ujarnya.

“Bagi yang memilih untuk direlokasi, pemerintah siap untuk lakukan itu dengan telah menyiapkan lahan seluas kurang lebih 45 Hektare, jika tidak mau menerima pemerintah siap dalam bentuk uang, “Sambungnya.

Lebih lanjut, demi suksesnya program pemerintah, Yohanes mengajak segenap masyarakat yang berbeda pendapat untuk bersama-sama membangun komunikasi.

“Saya mengajak saudara- saudara kita yang menolak untuk mari bermusyawarah dengan pemerintah, dan program pemerintah tidak mungkin menyusahkan masyarakat”. Ajaknya.

BACA JUGA

Polemik Waduk Lambo, Kepala Balai Wilayah Sungai II NTT Masih Diam Membisu

 

“Untuk sekarang telah dikerjakan peningkatan jalan eksisting 1,1 km dan akan kami lanjutkan dengan jalan akses sejauh 6,3 km menuju area main Dam.”Lanjutnya.

Terakhir Yohanes menyampaikan terkait persoalan lahan warga, pihaknya mendorong untuk segera di bayarkan.

“Prinsipnya kami akan mendorong proses pembayaran sehingga target kami di tahun 2022 akan mengerjakan inlet dan terowongan serta spillway bendungan, “tutup Yohanes Pabi”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Open chat
Untuk Informasi Silahkan Hubungi Kami
Untuk Informasi Seputar NKRIpost Bisa Hubungi Kami