NKRIPOST

NKRIPOST – VOX POPULI PRO PATRIA

Warga Nagari Batu Payuang Keluhkan Proyek Rekonstruksi Jalan Provinsi Di Kab 50Kota Abaikan Dampak Lingkungan

Listen to this article

Diterbitkan Jumat, 17 September, 2021 by NKRIPOST

Plang Proyek Rekonstruksi Jalan Provinsi

NKRIPOST, LIMAPULUH KOTA – Pembangunan  infrastruktur fisik menjadi salah satu langkah yang diambil pemerintah untuk melakukan percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia. Berbagai infrastruktur ini terbukti mampu mempermudah jalur transportasi di berbagai kota hingga provinsi.

Meski demikian, tanpa rumusan kebijakan yang berwawasan lingkungan, pembangunan akan membawa dampak buruk pada kualitas lingkungan hidup terlebih dapat berdampak buruk bagi masyarakat.

Seperti halnya Pekerjaan Rekonstruksi perbaikan jalan Provinsi Sumatra Barat yang berlokasi di ruas Kota Payakumbuh – Setangkai di daerah Kabupaten Lima Puluh Kota – Tanah Datar, tepatnya di jorong Pakan Raba’a Nagari Batu Payuang.

Pasalnya program penyelenggaraan jalan yang menelan anggaran miliaran rupiah tersebut menuai keluhan masyarakat akan bahaya banjir dan keselamatan pengguna jalan.

Mendapat laporan dan pengaduan dari masyarakat setempat, Ketua Bamus (Badan Musyawarah) Nagari YW. Dt Paduko Sati, bersama Walinagari Batu Payuang, Budi Margana SKm langsung mengadakan investigasi ke lapangan mengenai Pengaduan masyarakat tersebut.

Sesampainya di Lokasi Proyek yang diadukan masyarakat, YW. Dt Paduko Sati, bersama Walinagari Batu Payuang, Budi Margana SKm bertemu dengan Mahdi selaku pengawas Lapangan proyek tersebut.

Pada pertemuan tersebut YW. Dt Paduko Sati menyampaikan kekuatiran masyarakat akan bahaya banjir sebagai dampak dari adanya proyek perbaikan jalan tersebut.

“Dengan perbaikan jalan ini, masyarakat mengkuatirkan akan bahaya banjir yang dapat menerjang pemukiman warga oleh air, akibat tidak ada perbaikan gorong-gorong karena di awal pekerjaan jalan, ketika hujan turun, Warga kerepotan menanggulangi Air agar tidak masuk kerumahnya.” Ujar Bamus Nagari.

Hal tersebut disampaikan YW. Dt Paduko Sati atas keluhan masyarakat yang merasa proyek pembangunan jalan tersebut dapat membawa dampak buruk pada masyarakat.

“Karena rumah masyarakat lebih rendah dari Jalan yang sekarang, dan kami tidak bisa bayangkan besar air yang akan melanda rumah warga bila jalan di naikin lagi antara 50 Cm sampai 60.Cm dan tidak di pasang gorong – gorong.” kata warga yang enggan di tuliskan namanya.

Selain kekuatiran masyarakat akan ancaman bahaya banjir,  menurut ketua Bamus Nagari, warga juga mengeluhkan proyek pembangunan jalan tersebut yang tepat di persimpangan jalan namun mengabaikan rambu – rambu jalan.

“Selain itu juga ada masalah di persimpangan di lokasi pekerjaan perbaikan jalan ini yaitu di simpang jalan masuk ke arah jorong Lareh Nan Panjang, bila tidak di kasih line Over dari tepi jalan yang sekarang akan di perbaiki, maka ini akan menimbulkan masalah baru,” kata, Dt Paduko Sati menjelaskan,

“Karena berpedoman kepada simpang yang di Simpang SMA 1 Lareh Sago Halaban tersebut sudah banyak memakan korban, karena turunannya tidak standar, dan terlalu tajam,” imbuh Dt Paduko Sati menambahkan.

Mendapat masukan dan kritik saran dari Bamus Nagari tersebut, Mahdi selaku Pengawas lapangan proyek meminta Ketua Bamus bersama Walinagari untuk menyampaikan keluhan masyarakat tersebut langsung kepada Pimpinannya.

“Kami hanya bertugas mengawasi pekerjaan. bukan masalah teknisnya, dan untuk hal yang demikian sebaiknya Bapak hubungi Bos kami,” Ujar Mahdi seraya memberikan nomor Ponsel bosnya yang di ketahui bernama Johan, selaku pimpinan Kontraktor PT. Sadewa Karya Tama.

Lebih lanjut, kepada Mahdi Ketua Bamus melanjutkan pertanyaannya mengenai lamanya pekerjaan pembangunan jalan tersebut.

“Kalau boleh saya tahu, yang mengerjakan Kerjaan ini siapa? Berapa lama pengerjaanya? dan dananya berapa?.” Cetusnya.

Mendengar pertanyaan demikian Mahdi sedikit berpikir, kemudian menjawab dengan pasti terkait proyek rekonstruksi jalan provinsi tersebut.

“Proyek ini di kerjakan oleh PT. Sadewa Karya Tama dan lama pekerjaan 6 (enam) bulan, dan akan berakhir bulan Desember 2021 dan kalau masalah pembiayaan sesuai dengan informasi yang kami terima yaitu Rp 3.795.826.000,00 dan bapak bisa chek di plank proyek.” kata pak Mahdi ,sambil menunjuk ke arah plank yang di maksud.

“dan dana tersebut yaitu berasal dari APBD provinsi Sumatera Barat, untuk tiga titik secara terpisah yaitu di depan pasar Pakan Raba’a, Nagari Batu Payuang di Kabindu, Nagari Labuah Gunuang terakhir ada di setangkai kabupaten Tanah Datar,” Terang pak Mahdi menambahkan.

Usai mendapatkan informasi dari Pengawas Proyek tersebut, lebih lanjut Walinagari Budi Margana SKm menghubungi nomor telepon selulernya Johan, pimpinan Kontraktor PT. Sadewa Karya Tama sebagai mana saran dari Mahdi.

Dari pembicaraan Walinagari bersama pimpinan Kontraktor PT. Sadewa Karya Tama tersebut,  Johan berjanji akan menemui Pemerintahan Nagari untuk membicarakan hal tersebut, sebagai mana yang di sampaikan masyarakat, namun tak bisa berjanji kapan akan datang ke lokasi Proyek, karena beliau (red – Pak Johan) masih sibuk di Padang dengan pekerjaannya yang lain.

Berusaha menuntaskan persoalan keluhan warga tersebut secepatnya, Akhirnya Walinagari bersama ketua Bamus Nagari Batu Payuang mengunjungi kantor UPTD Pekerjaan Umum (PU) Provinsi di Payakumbuh. Jum’at 17 september 2021,

Di kantor UPTD PU Ketua Bamus bersama Walinagari bertemu dengan Syarial Kepala Sub Bagian Pemeliharaan Jalan dan Jembatan.

Kepada Kasubbag Syarial, Ketua Bamus YW Dt Paduko Sati dan Walinagari Budi Margana, SKm menjelaskan maksud dan tujuan kedatanganya, yaitu sebagaimana  terkait keluhan warga akan masalah teknis terhadap pembangunan jalan agar tidak berdampak buruk terhadap masyarakat.

“Maaf beribu maaf, ini bukan wewenang saya, saya hanya bagian Pemeliharaan Jalan dan Jembatan, tapi ini wewenang Kepala Dinas Provinsi Sumatera Barat, sebaiknya bapak menghadap dan menyurati Beliau (Kadis) Pekerjaan Umum ( PU ) Provinsi.” ujar pak Syarial sambil menuliskan alamat surat yang di maksud.

“Tapi , saya tetap akan bantu, apabila nanti ke Padang, saya akan akan coba menyampaikan juga ke pak Kadis agar bisa turun ke lokasi Proyek dan melihat langsung masalahnya seperti apa, agar bisa bersama – sama mencari jalan keluarnya, sehingga apa yang menjadi kekuatiran masyarakat, bisa di atasi,” Ujar Syarial meyakinkan.

Mendengarkan petunjuk Kasubbag Syarial tersebut, Walinagari bersama ketua Bamus akan menidaklanjuti dengan berencana akan menemui Kepala Dinas Provinsi Sumatera Barat.

“Kami dan Bamus tetap akan menghadap Kepala Dinas Pekerjaan Umum ( PU) di Padang,” kata pak Budi Margana, SKm dengan pasti.

Senada dengan Walinagari, Ketua Bamus Nagari juga sepakat untuk menemui langsung Kepala Dinas Provinsi Sumatera Barat.

“Tinggal mencari waktu yang tepat.”imbuh YW. Dt Paduko Sati menimpali.

NKRI POST  (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REDAKSI: JL. MINANGKABAU TIMUR NO. 19 A, KEL. PS. MANGGIS, KEC. SETIABUDI KOTA JAKARTA SELATAN - WA: 0856 9118 1460  
EMAIL: [email protected]
NKRIPOSTCO ©Copyright 2024 | All Right Reserved