SELAMAT DATANG DI NKRI POST
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI
oleh

Tebing Longsor Di Area Tambang Pasir , Tiga Orang Meninggal Dunia DI Lokasi Kejadian

Nkripost.co Magelang/Jateng – Dilaporkan pada hari Sabtu tanggal 17 April 2021 pukul 10.00 Wib. di Lokasi penambangan manual Galian C Sungai Bebeng  Desa Kaliurang Kec. Srumbung Kab.Magelang telah terjadi tebing  longsor setinggi 75 M yang mengakibatkan tiga orang penambang pasir manual meninggal dunia.

Kapolres Magelang melalui Kapolsek Srumbung Akp Sumino, S.Sos., M.M saat dilokasi kejadian mengatakan bahwa  ketiga korban ditemukan telah meninggal dunia di lokasi kejadian adalah warga penambang pasir manual, Minggu (18/4/2021).

“Setelah menerima  laporan Polsek bersama Koramil langsung mendatangi TKP tebing longsor  di area tambang pasir  manual dan pada pukul 14.00 Wib.  ditemukan satu korban langsung dibawa ke rumah sakit Muntilan dalam keadaan  meninggal dunia, ujanya.

Lebih lanjut Sumino menjelaskan saat proses evakuasi pada pukul 16.30 Wib.  ditemukan  dua orang korban telah meninggal dunia dan jenasah oleh petugas dan relawan dibawa ke RSUD Muntilan.

“Dua lagi sampai dengan pukul setengah lima sore ditemukan  dan di bawa juga bersama relawan dengan ambulan dari Desa ke rumah sakit Muntilan”, jelasnya.

Dalam kejadian tebing longsor setidaknya ada lima orang korban. Diantaranya diketahui bernama Suroto (45) warga Kalinegoro, Kec. Mertoyudan (Luka Ringan), Yumari (54) Alamat Dsn. Bacinan, Ds. Jamus Kauman, Kec. Ngluwar, mengalami (luka berat pada bagian dada di rawat di RSUD Sleman)

Sedangkan identitas korban meninggal dunia diketahui bernama Sardi (46) Alamat Kalibening, Dukun, (Meninggal Dunia), Sujarwo (55) warga Semen, Kec. Salam (Meninggal Dunia), Sugeng (45) penduduk Dsn. Tompen Ds. Pandanretno Kec. Srumbung (Meninggal Dunia).

Menurut keterangan salah satu saksi Yaswato (49) alamat Dsn. Cepagan RT. 03 / 08 Ds. Kaliurang Kec. Srumbung. Dirinya mengatakan bahwa pada pukul 07.00 Wib berangkat dari rumah bersama teman-temanya yang lain.

Sesampainya dilokasi saksi melihat kelima korban sudah bekerja. Selanjutnya ia bekerja disebelah utara TKP,  sewaktu sedang melakukan penambangan secara tiba-tiba terdengar suara gemuruh tanah longsor dan menimpa ke 5 (lima) korban. 

“Setelah itu saya mendekat ke lokasi dan melihat Saudara Yumari dengan keadaan luka berat, selanjutnya saya menolong korban bersama dengan rekan-rekan yang lain,” terangnya.

Kapolsek Srumbung megharapkan kejadian ini dapat menggugah kesadaran para penambang pasir manual agar selalu memperhatikan keselamatan dalam bekerja di area tambang manual sehingga kejadian serupa tidak terjadi lagi.

“Ini suatu musibah yang sangat menyedihkan ini diharapkan membawa diharapkan kepada para penambang manual untuk lebih berhati-hati dan waspada sehingga kejadian kecelakaan seperti ini yang terakhir dan tidak terjadi lagi”, pungkasnya.

Nkripost.co/Mario Sandy

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed