Komisi I DRPD Kota Bogor Dorong BKAD Sertifikasi Seluruh Aset Di Kota Bogor
Diterbitkan Selasa, 14 Februari, 2023 by NKRIPOST

NKRIPOST.CO – HUMPROPUB – Komisi I DPRD Kota Bogor gelar rapat kerja bersama Badan Keuangan, dan Aset Daerah (BKAD) Kota Bogor, dengan agenda pembahasan pengelolaan barang milik daerah. Hal ini dilakukan guna mendorong penyelesaian sertifikasi aset yang ada di Kota Bogor.
Dalam rapat tersebut, turut hadir Wakil Ketua Komisi I, Anna Mariam Fadhilah, beserta anggota Komisi I lainnya, yakni Azis Muslim, Ade Askiah, Ence Setiawan dan Siti Maesaroh, sekaligus Ketua BKAD, Denny Mulyadi, beserta jajarannya.
Ketua Komisi I DPRD Kota Bogor, Heri Cahyono, mengatakan sertifikasi aset perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya potensi kehilangan aset, atau diakui sisinya aset milik daerah oleh pihak lain.
“Sertifikasi aset ini menjadi penting. Karena, bertujuan mengamankan harta rakyat agar statusnya pasti dan jelas bersertifikat, sehingga ini mengurangi potensi digugat oleh pihak lain dan hilangnya aset milik Kota Bogor”, ujar Heri Cahyono pada Selasa, (14/02/2023).
BACA JUGA:
DPRD Kota Bogor Dukung Kesejahteraan Petani dan Keberadaan Lahan Pertanian
Komisi I DPRD Kota Bogor Kunjungi KPU, Pastikan Pemilu 2024 Berjalan Lancar
Nantinya, dari hasil rapat kerja ini, Komisi I akan menindaklanjuti dengan menggelar rapat bersama instansi lainnya, seperti Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan lain sebagainya. Sebab, berdasarkan laporan dari BKAD, dari target 250 aset yang harus disertifikasi di tahun 2022, hanya 166 aset saja yang berhasil disertifikasi.
“Tentu dengan target yang ada di tahun 2023 ini, dan sisa yang belum tersertifikasi di tahun 2022, BKAD perlu bekerja keras untuk menyelesaikan itu semua”, jelas Heri Cahyono.
Dilokasi yang sama, anggota Komisi I DPRD Kota Bogor, Endah Purwanti, mendorong BKAD meningkatkan peran aplikasi Sistem Manajemen Aset Daerah (SIMASDA) yang memiliki tujuan untuk mendigitalisasi pendataan aset yang berada di Kota Bogor.
“Kita semua kan mau aset ini dijaga, terlebih aset strategis yang bisa menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Nah aplikasi SIMASDA ini, harus maksimal penggunaannya”, pungkasnya.
(M.Fazar Sutiono).
