Wow!!!!! Desa Ini Gelar Syukuran Setelah Berakhirnya Badai Seroja Di TTS
Diterbitkan Selasa, 22 Juni, 2021 by NKRIPOST
Nkripost, SoE/TTS – Dengan berakhirnya badai seroja yang di alami masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) terkhususnya yang terjadi di kabupaten Timor Tengah Selatan pada beberapa bulan yang lalu,akhirnya Desa Nekemunifeto Menggelar Ritual adat budaya atoin Meto, pah meto.
Ritual adat ketimuran ini digelar pada hari ini 17/06/2021 yang lalu di lokasi Gereja Imanuel Talimaman.
Diseputaran Kota SoE, Kepala Desa Nekemunifeto, Haner Y.M.Sanam kepada awak media bahwa adanya syukuran dengan ritual adat itu karena menurut pemahamannya sebagai Orang Dawan (Atoin Meto) yang juga hidup di daerah dawan (Pah Meto ) Ia menyadari bahwa Seroja yang di alamai masyarakat TTS terkhususnya Desa Munifeto karena kita sebagai umat manusia mungkin ada kesalahan dengan alam dan terlebih berbuat salah kepada Tuhan.
“kami buat syukuran dengan ritual adat karena kami sebagai orang yang hidup di pah meto kami sadar juga bahwa ini antara kesalahan yang dilakukan manusia kepada alam dan juga Tuha”.Cetus Kades.
BACA JUGA
Lanjutnya,Syukuran tersebut merupakan kesepakatan dan inisyatif sendiri dari pihak gereja dan para tua-tua adat di wilayah mollo pada umumya dengan tujuan memohon maaf kepada, Alam (uis pah) dan Tuhan (Uis neno). Yang artinya masyarakat mohon ampun atas perbuatan mereka kepada penguasa alam dan kepada Tuhan agar kutukan bada seroja ini tidak terjadi lagi pada TTS pada umumnya terlebih untuk wilayah mollo.
Masih Kades,mengatakan bahwa semoga dengan adanya syukuran ini, Alam Dan Tuhan bisa menerima dan dengan besar harapan semoga badai ini jangan terjadi lagi.
Sanam juga mengatakan bahwa sykuran tersebut dihadiri oleh semua elemen gereja, atoin amaf pen tau, dari desa bikek neno, atoin amaf toineno dari desa bisene, atoin amaf pa’i dari desa oelekam. Ketiga atoin amaf tersebut masing-masing dengan natoninya tersendiri.
Laporan Kabiro TTS
Rhey Natonis
