NKRIPOST

NKRIPOST – VOX POPULI PRO PATRIA

Apris Manafe Buka Pelatihan Literasi Kelas Awal, UNICEF dan Chery Foundation Perkuat Kompetensi Guru di TTS

Listen to this article

Diterbitkan Kamis, 15 Oktober, 2026 by NKRIPOST

Apris Manafe Buka Pelatihan Literasi Kelas Awal, UNICEF dan Chery Foundation Perkuat Kompetensi Guru di TTS

NKRIPOST.SOE, TTS – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Apris Manafe, S.E., M.Si., membuka pelatihan literasi kelas awal dan pemanfaatan bahan bacaan bermutu bagi guru dan kepala sekolah dasar, Rabu (14/10/2026). Kegiatan yang didukung UNICEF dan Chery Foundation ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam memperkuat kemampuan membaca dan memahami bacaan murid sejak kelas awal.

Pelatihan yang berlangsung selama dua hari, 14–15 Oktober 2026, di Hotel Blessing Soe tersebut turut dihadiri Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar, Melianus Naitboho, S.H. Sebanyak 10 sekolah dasar dari sejumlah kecamatan di Kabupaten TTS terlibat dalam kegiatan ini.

Dalam pelatihan tersebut, para guru dibekali metode untuk mengukur kemampuan membaca murid menggunakan instrumen Early Grade Reading Assessment (EGRA). Hasil asesmen menjadi dasar bagi guru untuk memilih dan memanfaatkan bahan bacaan sesuai dengan tingkat kemampuan murid kelas I, II, dan III, sehingga pembelajaran membaca dapat berlangsung lebih efektif dan terarah.
Setiap sekolah mengutus kepala sekolah serta guru kelas I, II, dan III untuk mengikuti pelatihan yang berfokus pada peningkatan kompetensi dalam memanfaatkan bahan bacaan bermutu sebagai bagian dari proses pembelajaran.
Apris Manafe Tekankan Pemanfaatan Data untuk Perbaikan Pembelajaran

Dalam sambutannya, Apris Manafe menyampaikan apresiasi kepada UNICEF, Chery Foundation, dan seluruh pihak yang telah mendukung pengembangan literasi di Kabupaten TTS. Ia berharap kolaborasi tersebut memberikan dampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan, khususnya kemampuan membaca murid sekolah dasar.

Apris juga meminta para guru dan kepala sekolah memanfaatkan data dalam Rapor Pendidikan sebagai bahan refleksi untuk memperbaiki kualitas pelayanan pendidikan dan pembelajaran di sekolah masing-masing.

Menurutnya, guru harus memiliki rasa ingin tahu yang tinggi untuk menemukan akar persoalan yang dihadapi murid selama proses pembelajaran. Data pendidikan, tegasnya, tidak boleh sekadar menjadi laporan administratif, tetapi harus digunakan untuk mengidentifikasi masalah dan menentukan langkah perbaikan yang tepat.

Dengan pemanfaatan data yang optimal, sekolah diharapkan mampu merancang strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan murid, terutama dalam meningkatkan kemampuan membaca dan memahami bacaan.

UNICEF Perkuat Tiga Program Pendidikan di TTS

Sementara itu, perwakilan Ketua UNICEF NTT, Robertus Djone, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten TTS melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang telah membuka ruang kolaborasi untuk pengembangan literasi di satuan pendidikan.

Ia menjelaskan bahwa dukungan UNICEF di bidang pendidikan mencakup tiga program utama, yakni Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), penguatan pendidikan dasar melalui literasi dan numerasi kelas awal, serta pencegahan dan penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS)

Ketiga program tersebut diarahkan untuk memastikan setiap anak memperoleh pendidikan berkualitas tanpa ada yang tertinggal.

Menurut Robertus, berbagai program tersebut telah dilaksanakan di Kabupaten TTS sejak 2022. Program pencegahan dan penanganan ATS telah menjangkau empat desa.

Sementara itu, dukungan terhadap PAUD dilakukan melalui peningkatan kualitas guru dan penyediaan alat permainan edukatif bagi 40 satuan PAUD. Pada 2026, dukungan tersebut dilanjutkan untuk 15 satuan PAUD dan akan diperkuat melalui pelatihan berbasis kelompok kerja (PKG) di seluruh wilayah Kabupaten TTS pada Oktober–November 2026.

Di bidang literasi kelas awal, UNICEF telah mendukung pelaksanaan program di 20 SD model pada 2022–2023. Program tersebut kemudian diperluas melalui kelompok kerja guru (KKG) di sembilan kecamatan.
Dalam proses pengembangan program tersebut, tujuh pelatih atau trainer dari Kabupaten TTS dilatih bersama para pelatih dari Kota dan Kabupaten Kupang untuk memperkuat kapasitas pendampingan literasi di sekolah.

Sepuluh Sekolah Mendapat Dukungan Bahan Bacaan Bermutu

Pada pelatihan kali ini, 10 sekolah dasar yang terlibat juga mendapatkan dukungan bahan bacaan bermutu. Dukungan tersebut tidak hanya berfokus pada penyediaan buku, tetapi juga pada peningkatan kemampuan guru dalam memanfaatkan bahan bacaan secara efektif sesuai dengan kebutuhan pembelajaran murid.
Para peserta mendapatkan penguatan materi mengenai sembilan komponen literasi kelas awal serta strategi pemanfaatan bahan bacaan untuk mendukung pembelajaran membaca di kelas I, II, dan III.

Robertus menambahkan, UNICEF bersama Chery Foundation akan mendukung peningkatan kapasitas guru kelas awal melalui pelatihan pemanfaatan bahan bacaan bermutu berbasis KKG di 32 kecamatan di Kabupaten TTS pada Oktober–November 2026.

Ia berharap pelatihan tersebut mampu meningkatkan kompetensi guru dan kepala sekolah dalam mengembangkan pembelajaran literasi yang sesuai dengan kebutuhan murid.

Bahan bacaan yang tersedia juga diharapkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan, bukan hanya selama pelatihan, melainkan menjadi bagian dari praktik pembelajaran sehari-hari di sekolah.
Adapun 10 sekolah yang mengikuti kegiatan tersebut adalah SD Negeri Onibanam, SDI Mnelafau, SDI Supul Meo, SD Negeri Nasi, SD Negeri Ponas, SDK Yaswari Kuanoe, SDI Maunana, SD Negeri Sutual, SDI Bestaumuti, dan SDI Babuin.

Enam Trainer Berikan Penguatan Materi Literasi

Pelatihan ini menghadirkan enam narasumber yang merupakan pelatih literasi kelas awal dari Kabupaten TTS dan Kota Kupang. Mereka adalah Robertus Fahik, S.Fil., M.Si.; Lefinus Asbanu, S.Pd.; Simon Nenobais, S.Pd.; Melkiur S. Sine, S.Pd.; Wahyu Adi Suprianto, S.Pd.; dan Indri Kristiana Koa, S.Pd.

Melalui pelatihan dan pendampingan lanjutan, para guru diharapkan mampu menerapkan strategi pembelajaran membaca yang menarik, mengajukan pertanyaan yang mendorong pemahaman, memperkaya kosakata murid, serta menumbuhkan kebiasaan membaca sejak dini.

Kolaborasi antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS, UNICEF, Chery Foundation, dan mitra terkait diharapkan terus berlanjut melalui penerapan praktik pembelajaran yang efektif di sekolah.
Dengan demikian, pelatihan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru, tetapi juga diharapkan berkontribusi terhadap peningkatan kemampuan membaca dan memahami bacaan murid kelas awal di Kabupaten TTS.***(DoA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REDAKSI: JL. KH. MAS MANSYUR NO. 122 B, KEL. KARET TENGSIN, KEC. TANAH ABANG KOTA JAKARTA PUSAT - WA: 0856 9118 1460  
EMAIL: [email protected]
NKRIPOSTCO ©Copyright 2026 | All Right Reserved