Rahayu Saraswati Terima Adi Artha Nugraha, Kenang Jasa RM Margono Pendiri BNI
Diterbitkan Senin, 17 Agustus, 2026 by NKRIPOST

NKRIPOST JAKARTA – Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI sekaligus cicit dari Raden Mas Margono Djojohadikoesoemo, menerima penganugerahan Adi Artha Nugraha dari MetroTV. Penghargaan diserahkan langsung oleh Direktur Utama MetroTV, Arief Suditomo dalam program Bersama Indonesia, Minggu (16/8/2026).
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan jasa besar almarhum RM Margono dalam membangun fondasi perbankan nasional melalui pendirian Bank Negara Indonesia (BNI).
Warisan Ekonomi: Pelopor Kedaulatan Perbankan Nasional
Dalam sejarah ekonomi Indonesia, nama RM Margono Djojohadikoesoemo dikenal sebagai pelopor perbankan nasional. Beliau mendirikan BNI tak lama setelah Proklamasi Kemerdekaan sebagai upaya mewujudkan kedaulatan ekonomi bangsa.
“RM Margono memperjuangkan kemandirian ekonomi Indonesia setelah kemerdekaan. Lewat BNI, beliau meletakkan dasar agar Indonesia bisa berdiri di atas kaki sendiri,” demikian narasi yang disampaikan dalam acara tersebut.

BACA JUGA:
BNI Didirikan Margono Djojohadikusumo, Kini Masuk Daftar 500 Perusahaan Terbaik di Asia Pasifik Versi TIME
Keteguhan di Tengah Duka: Lengkong 1946
Momen paling mengharukan muncul saat Rahayu Saraswati mengenang keteguhan kakek buyutnya. BNI didirikan hanya beberapa bulan setelah RM Margono kehilangan dua putranya.
“Pada saat pendirian Bank Negara Indonesia itu hanya beberapa bulan setelah beliau kehilangan dua anaknya. Tepatnya 25 Januari 1946,” ujar Rahayu Saraswati saat acara penganugerahan Adi Artha Nugraha dari MetroTV, Minggu (16/8/2026)
Dua putra RM Margono, Subianto dan Suyono Djojohadikusumo, gugur sebagai prajurit remaja dalam Peristiwa Lengkong bersama Jenderal Sudirman.
“Dan hanya beberapa bulan setelah itu, melalui keteguhan beliau, masih mengabdi untuk Indonesia dan akhirnya mendirikan Bank Negara Indonesia,” kenangnya.
Rahayu juga menegaskan nilai yang diwariskan RM Margono bukan kemewahan, melainkan kesederhanaan dan pengabdian. “Pencapaian bukan ditunjukkan secara kemewahan tapi justru melalui kesederhanaan dan melalui pengabdian,” katanya.
Visi Berkelanjutan: Dari Meja Bundar ke Indonesia Mandiri
Rahayu Saraswati juga menyorot kesinambungan cita-cita para pendiri bangsa. Ia menyebut Presiden Prabowo Subianto, yang merupakan cucu dari Eyang Sumitro Djojohadikusumo, masih meneruskan perjuangan yang sama.
“Cucu beliau Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia masih mencoba mewujudkan cita-cita para pendiri bangsa termasuk Eyang Margono dan juga Eyang Sumitro. Karena dua-duanya hadir di meja bundar di mana mereka memperjuangkan kedaulatan dan kemerdekaan Republik Indonesia,” ujarnya.

BACA JUGA:
Rogger Evantino Bersama Yayasan Merah Putih Peduli Inisiasi Seminar Nasional Usul Margono Djojohadikusumo Jadi Pahlawan Nasional
Menurutnya, mimpi para leluhur untuk melihat Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berdiri di atas kaki sendiri masih terus diperjuangkan hingga saat ini.
“Dan saat ini pun mimpi-mimpi, cita-cita para leluhur kita mau melihat Indonesia yang berdaulat, Indonesia yang mandiri. Masih diperjuangkan dan tentunya tidak mudah. Tetapi _we are doing our best_. Kita coba yang terbaik,” tegasnya.
Ucapan Terima Kasih Keluarga
Atas nama keluarga besar, Rahayu Saraswati menyampaikan apresiasi.
“Atas nama keluarga saya mengucapkan banyak terima kasih dan semoga perjuangan mereka tidak sia-sia dan kita terus semangat memperjuangkan kedaulatan Republik Indonesia,” tutupnya.***
