Kebakaran Hanguskan Rumah di Kebon Jeruk Jakbar, 1 Keluarga 7 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal
Diterbitkan Senin, 17 Agustus, 2026 by NKRIPOST

NKRIPOST JAKARTA – Sebuah rumah warga di Jalan Haji Kelik, RT 04/RW 08, Kelurahan Kelapa Dua, Kebon Jeruk, Jakarta Barat hangus dilanda kebakaran, Minggu (16/8/2026) sore. Peristiwa itu membuat satu keluarga dengan 7 jiwa kehilangan tempat tinggal.
Kepala Seksi Operasi (Kasiops) Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, Syaiful Kahfi mengatakan, kebakaran diduga bermula dari saung atau tenda yang digunakan untuk menyimpan barang-barang tidak terpakai.
“Menurut pemilik rumah, yang terbakar adalah saung yang menyimpan barang-barang tidak terpakai,” tutur Syaiful dikutip Antara, Minggu (16/8/2026).
Menurutnya, api pertama kali diketahui sekitar pukul 17.10 WIB saat pemilik rumah mendengar teriakan anaknya.
“Awalnya, sekitar pukul 17.10 WIB, pemilik rumah mendengar teriakan anaknya bahwa telah terjadi kebakaran di lantai dua rumahnya. Pada saat itu, api sudah mulai membesar,” kata Syaiful.
Mendapat laporan dari warga pukul 17.15 WIB, Sudin Gulkarmat Jakbar langsung menerjunkan 18 unit armada dengan 90 personel secara bertahap ke lokasi.
Operasi pemadaman dimulai pukul 17.23 WIB dan berlangsung sekitar 30 menit.
“Selesai operasi pukul 17.53 WIB,” ujar Syaiful.
Petugas juga melakukan pendinginan dan pembasahan area sekitar untuk mencegah api merambat ke rumah warga lainnya yang letaknya berdekatan.
BACA JUGA:
Kasus Kebakaran Gedung Bapenda DKI Jakarta Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya, Puslabfor Ambil Sampel di 3 Titik
Akibat kebakaran tersebut, satu keluarga dengan tujuh jiwa harus kehilangan rumah dan seluruh harta bendanya.
“Korban jiwa atau korban luka, nihil,” imbuh Syaiful.
Saat ini penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Namun dugaan sementara api berasal dari korsleting atau puntung api di saung penyimpanan.
Warga sekitar dan RT/RW setempat telah mendirikan posko bantuan sementara untuk keluarga korban. Bantuan berupa pakaian, makanan, dan tempat tinggal sementara juga mulai disalurkan.***
