Kontak Senjata di Puncak Papua Tengah, 3 Anggota OPM Tewas dan 8 Senjata Diamankan TNI
Diterbitkan Senin, 17 Agustus, 2026 by NKRIPOST

NKRIPOST TIMIKA – Tiga orang yang disebut TNI sebagai anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) tewas dalam kontak senjata dengan prajurit TNI di kawasan hutan Distrik Eral Makawia, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Minggu (16/8/2026).
Kontak senjata terjadi saat Satgas TNI di bawah Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III melakukan pengejaran dan menemukan lokasi persembunyian kelompok tersebut.
Panglima Kogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto mengatakan, prajurit TNI terlebih dahulu mengimbau kelompok tersebut untuk menyerahkan diri sebelum tindakan tegas dilakukan.
“Kejadiannya saat kami melakukan patroli, kami mendekati mereka dan melihat mereka, mengimbau mereka untuk menyerahkan diri, tetapi mereka akhirnya justru menembaki kami. Akhirnya kami melakukan tindakan tegas terukur sesuai dengan peraturan yang ada, dan berhasil menewaskan tiga anggota OPM,” kata Lucky dikutip Antara, Minggu 16/8/2026).
Menurut Lucky, jasad ketiga orang yang tewas tersebut berhasil dibawa kabur oleh anggota kelompok lainnya yang melarikan diri ke dalam hutan.
Dalam penyisiran setelah kontak senjata, Satgas TNI mengamankan 8 pucuk senjata api beserta amunisi.
Lucky menduga senjata tersebut akan digunakan kelompok OPM untuk melakukan gangguan keamanan menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
BACA JUGA:
1 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Tembak Dengan TNI, Diduga Pelaku Pembunuhan di Yahukimo
Lucky menegaskan seluruh personel TNI di bawah kendali Kogabwilhan III menjalankan operasi berdasarkan Rules of Engagement (ROE) untuk memastikan tindakan prajurit dilakukan secara profesional dengan menjunjung hukum dan hak asasi manusia.
Ia juga menegaskan komitmen TNI untuk mengambil tindakan tegas terhadap tindakan bersenjata yang mengancam masyarakat maupun aparat.
“Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi, _Salus Populi Suprema Lex Esto_. Untuk itu saya meminta kepada seluruh anggota OPM di mana pun kalian berada segera meletakkan senjata, menyerahkan diri dan bergabung kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mari kita bangun Papua untuk mewujudkan Papua yang aman, damai dan sejahtera,” ujarnya.
Lucky menambahkan TNI akan terus melakukan upaya menjaga keamanan di wilayah Papua dengan dukungan dan koordinasi bersama unsur pemerintah serta masyarakat.***
