Penanganan Cepat Gempa NTT: 53 Meninggal, Kemenkes Fokus Pulihkan Layanan Trauma dan Ibu Anak
Diterbitkan Minggu, 16 Agustus, 2026 by NKRIPOST

NKRIPOST BJAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bergerak cepat menangani dampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Fokus utama saat ini adalah pemulihan fungsi layanan kesehatan di 8 kabupaten/kota terdampak dan memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan medis darurat.
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan Kemenkes telah mengaktifkan Health Emergency Operation Center (HEOC), mengerahkan Tim Manajemen Krisis dan Emergency Medical Team (EMT), serta menyiapkan Rumah Sakit Lapangan dan dukungan logistik kesehatan.
“Prioritas utama adalah mengembalikan fungsi layanan di seluruh rumah sakit kabupaten/kota terdampak, untuk menghadapi potensi lonjakan pasien dalam beberapa hari ke depan,” ujar Menkes Budi dalam pernyataannya di Jakarta, Minggu (16/8/2026).
Target Pemulihan: RS 1 Minggu, Puskesmas 2 Minggu
Menkes menargetkan dalam waktu paling lama 1 minggu, seluruh RSUD terdampak dapat kembali menjalankan operasional dasar. Pemulihan difokuskan pada layanan esensial: operasi trauma, layanan ibu dan anak, serta hemodialisa.
Sementara untuk Puskesmas, ditargetkan dalam 2 minggu seluruh fasilitas yang rusak dapat kembali beroperasi minimal untuk pelayanan dasar. Fokusnya pada pelayanan ibu hamil, persalinan, dan imunisasi.
Fokus ke RSUD Nagekeo dan RSUD Ruteng
Berdasarkan laporan situasi per 15 Agustus 2026, gempa berdampak pada 8 kabupaten/kota: Sikka, Ende, Manggarai Timur, Nagekeo, Manggarai Barat, Manggarai, Ngada, dan Flores Timur.
Lokasi yang paling membutuhkan perhatian adalah RSUD Nagekeo dan RSUD Ruteng. Untuk memperkuat pelayanan, Rumah Sakit Lapangan lengkap fasilitas operasi serta EMT dokter spesialis bedah, anestesi, dan emergensi telah diberangkatkan pada 16 Agustus 2026.
Khusus RSUD Nagekeo yang mengalami kerusakan berat, Kemenkes akan mengirimkan 1 set Rumah Sakit Mobil pada Senin (17/8/2026) yang dilengkapi ruang operasi.
Untuk sistem rujukan, RSUD Borong dengan target rujukan 2 jam dan RSUD Komodo dengan target 4 jam disiapkan sebagai rumah sakit rujukan bagi pasien dari Nagekeo.
BACA JUGA:
Presiden Prabowo Subianto: Hati dan Doa Kami Bersama Saudara-saudara di NTT yang Sedang Berduka Akibat Gempa Bumi
HEOC Aktif di 9 Titik, 4 Tim Diterjunkan
Kemenkes telah mengaktifkan HEOC di 9 titik: 1 tingkat pusat/provinsi dan 8 tingkat kabupaten/kota terdampak. Fungsinya untuk memperkuat koordinasi dan pemantauan situasi.
Selain itu, telah dikirimkan:
1. 2 Tim Manajemen Krisis Kesehatan ke Kabupaten Sikka dan Ende
2. 2 Tim EMT untuk memperkuat pelayanan medis langsung di lapangan
Logistik Kesehatan Tiba di Lokasi
Pada 16 Agustus 2026, Kemenkes mendistribusikan bantuan logistik tahap awal:
– 8 paket obat-obatan dasar
– 5 paket Emergency Kit
– 1.000 sarung tangan steril, 20.000 sarung tangan nonsteril
– 20.000 masker bedah
– 10 unit oksigen konsentrator
– 2 unit tenda pos kesehatan + 8 tenda tambahan
Data Kerusakan Faskes per 15 Agustus 2026
Rumah Sakit: Dari 21 RS terdampak, 16 beroperasi penuh, 4 beroperasi sebagian, 1 belum beroperasi. Kerusakan: 3 RS rusak berat, 6 rusak ringan, 12 tidak rusak.
Puskesmas: Dari 190 Puskesmas terdampak, 122 beroperasi penuh, 49 beroperasi sebagian, 19 belum beroperasi. Kerusakan: 20 rusak berat, 37 rusak sedang, 11 rusak ringan, 116 tidak rusak.
Kemenkes terus berkoordinasi dengan Dinkes Provinsi NTT, Dinkes Kabupaten/Kota, BNPB, dan Basarnas untuk mempercepat pemulihan, memastikan ketersediaan tenaga medis, obat-obatan, alat kesehatan, dan sarana pendukung lainnya.
“Penanganan dilakukan bertahap. Layanan dasar harus tetap jalan, sambil membangun kembali kapasitas faskes untuk menghadapi kebutuhan yang berpotensi meningkat,” pungkas Menkes Budi.
BACA JUGA:
Pemprov Sumbar Siapkan Bantuan Rendang untuk Korban Gempa NTT, Target Awal 1 Ton
Berdasarkan pemutakhiran data BNPB per Minggu (16/8/2026) sore, Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari merinci korban meninggal dunia 53 orang tersebar di:
Kabupaten Manggarai 25 jiwa, Manggarai Timur 20 jiwa, Sikka 4 jiwa, Ende 2 jiwa, Manggarai Barat 1 jiwa, dan Nagekeo 1 jiwa.
Untuk korban luka, total 135 jiwa yang dirawat. Rinciannya: Manggarai Timur 21 luka berat dan 59 luka ringan, Manggarai 17 luka berat dan 20 luka ringan, Sikka 12 jiwa, dan Manggarai Barat 6 luka berat.
Abdul Muhari juga memastikan saat ini tidak ada laporan warga hilang. Namun Basarnas tetap menyiagakan personel di 7 kabupaten terdampak.**
