Urban Farming di Sekolah Jakarta Timur Tembus Swalayan, Hasil Panen untuk Konsumsi dan Ekonomi, Ini Kata Wali Kota Munjirin!
Diterbitkan Sabtu, 15 Agustus, 2026 by NKRIPOST

NKRIPOST, JAKARTA – Pemerintah Kota Jakarta Timur menggelar panen serentak di 223 lokasi satuan pendidikan pada Jumat (14/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari program urban farming untuk menumbuhkan kepedulian pelajar terhadap lingkungan sekaligus mendukung ketahanan pangan di wilayah ibu kota.
Panen dipusatkan di Pondok Pesantren Ulul Ilmi, Cipayung, dan dihadiri Wali Kota Jakarta Timur Munjirin, Kepala Dinas KPKP Provinsi DKI Jakarta Hasudungan A. Sidabalok, Ketua TP PKK Jakarta Timur Essie Feransie Munjirin, serta Kasudin KPKP Jakarta Timur Taufik Yulianto.
223 Lokasi, Potensi Panen Capai 2 Ton
Berdasarkan data Sudin KPKP Jakarta Timur, panen serentak tersebar di 10 kecamatan dengan total luas lahan 0,73 hektare.
Rincian lokasi terbanyak:
1. Pasar Rebo: 34 lokasi
2. Kramat Jati: 33 lokasi
3. Ciracas: 33 lokasi
4. Makasar: 28 lokasi
5. Duren Sawit & Cipayung: masing-masing 27 lokasi
Berdasarkan jenjang, kegiatan berlangsung di 126 SD, 56 SMP, 18 SMA, 12 SMK, 9 PAUD, 1 Pondok Pesantren, dan 1 Universitas.
Total potensi panen mencapai ± 2 ton, terdiri dari:
– Buah-buahan: 751 kg
– Sayuran: 643 kg
– Ikan: 547 kg
– Tanaman Obat Keluarga / TOGA: 215 kg
– Tanaman Pangan: 102,5 kg
– Telur: 5,5 kg
Di titik pusat Ponpes Ulul Ilmi Hydrofarm, Cipayung, kegiatan diawali dengan panen kangkung.
Wali Kota Munjirin menyebut hasil urban farming di pondok pesantren ini sudah dipasarkan ke swalayan dan pusat perbelanjaan di Jakarta Timur.
“Hasilnya selain dikonsumsi oleh para santri, sebagian juga telah dipasarkan. Pondok pesantren ini sudah bekerja sama dengan sejumlah swalayan dan pusat perbelanjaan yang ada di wilayah Jakarta Timur,” kata Munjirin.
Pimpinan Ponpes Ulul Ilmi, Achmad Wajihudin, menambahkan permintaan dari restoran dan mal sangat besar.
“Alhamdulillah ini sudah permintaan dari restoran dan dari mal ini besar sekali, bahkan mungkin kami kekurangan. Dan sudah menghasilkan untuk operasional pondok pesantren,” ujar Achmad.
Program urban farming di Ulul Ilmi sudah berjalan sejak 2021 melalui kolaborasi dengan Pemprov DKI Jakarta dan Bank Indonesia.
Kegiatan ini tidak hanya menghasilkan pangan, tapi juga menjadi media pembelajaran.
1. SMAN Unggulan M.H. Thamrin: Panen kacang panjang sudah 5-6 kali. Dikelola tim urban farming siswa mulai dari penyemaian, penyiraman, hingga pemeliharaan setiap hari. Hasil untuk konsumsi warga sekolah.
2. Universitas Borobudur: Mahasiswa Fakultas Pertanian menanam pakcoy, sawi hijau, dan ubi Cilembu. Hasil dipakai untuk praktikum dan konsumsi bersama.
3. SMK YP IPPI Cakung: Panen pakcoy hidroponik 10 kg. Hasil dijual dan dikonsumsi. Sisa makanan diolah jadi pakan maggot untuk pakan ikan – sistem pertanian terintegrasi.
BACA JUGA:
Persiapan Peresmian Panen Anggur Proklim Di Kelurahan Ciracas Jakarta Timur
Wali Kota Munjirin memantau 3 sekolah itu melalui konferensi video.
“Ini harus dipertahankan dan dikembangkan. Selain membuat lingkungan sekolah lebih hijau, ini juga dapat mendukung Jakarta Timur menjadi lebih sehat,” ujar Munjirin.
Kadinas KPKP DKI Hasudungan A. Sidabalok menyebut program ini mendukung 3 pilar: ketersediaan pangan, akses pangan, dan pemanfaatan pangan.
“Melibatkan dunia pendidikan berarti menanamkan budaya gemar menanam dan mengonsumsi hasil sendiri sejak dini,” katanya.
Pemkot Jaktim menargetkan jumlah lokasi urban farming di sekolah terus bertambah hingga akhir 2026.***
