NKRIPOST

NKRIPOST – VOX POPULI PRO PATRIA

Ketua KOPINUS Jakarta Gustini Komalasari Apresiasi Pemkot Jaktim Panen Serentak Di 223 Sekolah

Listen to this article

Diterbitkan Sabtu, 15 Agustus, 2026 by NKRIPOST

Ketua Korps Pasgibra Nusantara (KOPINUS) DKI Jakarta, Gustini Komalasari

NKRIPOST JAKARTA – Ketua Korps Pasgibra Nusantara (KOPINUS) DKI Jakarta, Gustini Komalasari, memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kota Jakarta Timur atas keberhasilan menggelar Panen Serentak di 223 lokasi satuan pendidikan pada Jumat, 14 Agustus 2026.

Menurut Gustini, kegiatan ini membuktikan bahwa wilayah perkotaan seperti Jakarta Timur juga mampu menciptakan dan mengelola hasil panen secara mandiri.

“Kami dari KOPINUS DKI Jakarta sangat mengapresiasi langkah Pemkot Jakarta Timur. Di tengah hiruk pikuk kota, Jakarta Timur justru mampu menunjukkan bahwa ketahanan pangan bisa dimulai dari lingkungan pendidikan. Ini luar biasa,” ujar Gustini, Sabtu (15/8/2026).

Gustini menilai program urban farming di sekolah ini tidak hanya berdampak pada pemenuhan pangan, tetapi juga membentuk karakter generasi muda.

“Panen serentak ini mengajarkan pelajar nilai kerja keras, gotong royong, dan cinta lingkungan. Padahal Jakarta Timur adalah kota, tapi mampu menciptakan hasil panen sayur, buah, ikan, bahkan telur. Ini bukti nyata bahwa tidak ada batas untuk berkontribusi pada ketahanan pangan nasional,” jelasnya.

Data Sudin KPKP Jakarta Timur mencatat, dari 223 lokasi dengan luas 0,73 hektare, potensi panen mencapai ± 2 ton yang terdiri dari buah, sayur, ikan, TOGA, dan tanaman pangan. Kegiatan tersebar di 10 kecamatan dan melibatkan 126 SD, 56 SMP, 18 SMA, 12 SMK, 9 PAUD, 1 Ponpes, dan 1 Universitas.

BACA JUGA:

Kopinus DKI Jakarta Apresiasi Wali Kota Munjirin Jadikan Media Mitra Strategis Kawal Pembangunan Jakarta Timur

Sebagai organisasi pembina karakter kebangsaan, KOPINUS DKI Jakarta melihat kegiatan ini sejalan dengan nilai-nilai Pancasila dan semangat kemandirian.

“Anak-anak pelajar sudah memberikan contoh. Kalau sekolah saja bisa panen, kenapa kita tidak? Ini harus jadi inspirasi agar pemuda DKI ikut bergerak menanam, merawat, dan menjaga lingkungan,” tambah Gustini.

Ia berharap program seperti ini bisa diperluas dan dijadikan model bagi wilayah perkotaan lain di Indonesia.

“Selamat untuk Bapak Wali Kota Munjirin dan seluruh jajaran. Semoga ini terus berlanjut dan menjadi gerakan nasional dari sekolah untuk Indonesia yang lebih mandiri pangan,” pungkas Gustini.

BACA JUGA:

Urban Farming di Sekolah Jakarta Timur Tembus Swalayan, Hasil Panen untuk Konsumsi dan Ekonomi, Ini Kata Wali Kota Munjirin!

Dari kiri ke kanan: Taufik Yulianto (Kasudin KPKP Jakarta Timur), Essie Feransie Munjirin (Ketua TP PKK Jakarta Timur, Munjirin (Wali Kota Jakarta Timur), Achmad Wajihudin (Pimpinan Ponpes Ulul Ilmi), Hasudungan A. Sidabalok (Kadin KPKP Provinsi DKI Jakarta) memanen kangkung di Ulul Ilmi Hydrofarm, Cipayung, Jakarta Timur, Jumat 14 Agustus 2026. Kegiatan panen serentak digelar di 223 lokasi satuan pendidikan berbeda. (Foto: Sudinkominfotik Jakarta Timur)

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kota Jakarta Timur menggelar panen serentak di 223 lokasi satuan pendidikan pada Jumat (14/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari program urban farming untuk menumbuhkan kepedulian pelajar terhadap lingkungan sekaligus mendukung ketahanan pangan di wilayah ibu kota.

Panen dipusatkan di Pondok Pesantren Ulul Ilmi, Cipayung, dan dihadiri Wali Kota Jakarta Timur Munjirin, Kepala Dinas KPKP Provinsi DKI Jakarta Hasudungan A. Sidabalok, Ketua TP PKK Jakarta Timur Essie Feransie Munjirin, serta Kasudin KPKP Jakarta Timur Taufik Yulianto.

223 Lokasi, Potensi Panen Capai 2 Ton
Berdasarkan data Sudin KPKP Jakarta Timur, panen serentak tersebar di 10 kecamatan dengan total luas lahan 0,73 hektare.

Rincian lokasi terbanyak:
1. Pasar Rebo: 34 lokasi
2. Kramat Jati: 33 lokasi
3. Ciracas: 33 lokasi
4. Makasar: 28 lokasi
5. Duren Sawit & Cipayung: masing-masing 27 lokasi

Berdasarkan jenjang, kegiatan berlangsung di 126 SD, 56 SMP, 18 SMA, 12 SMK, 9 PAUD, 1 Pondok Pesantren, dan 1 Universitas.

Total potensi panen mencapai ± 2 ton, terdiri dari:
– Buah-buahan: 751 kg
– Sayuran: 643 kg
– Ikan: 547 kg
– Tanaman Obat Keluarga / TOGA: 215 kg
– Tanaman Pangan: 102,5 kg
– Telur: 5,5 kg

Di titik pusat Ponpes Ulul Ilmi Hydrofarm, Cipayung, kegiatan diawali dengan panen kangkung.

Wali Kota Munjirin menyebut hasil urban farming di pondok pesantren ini sudah dipasarkan ke swalayan dan pusat perbelanjaan di Jakarta Timur.
“Hasilnya selain dikonsumsi oleh para santri, sebagian juga telah dipasarkan. Pondok pesantren ini sudah bekerja sama dengan sejumlah swalayan dan pusat perbelanjaan yang ada di wilayah Jakarta Timur,” kata Munjirin.

Pimpinan Ponpes Ulul Ilmi, Achmad Wajihudin, menambahkan permintaan dari restoran dan mal sangat besar.
“Alhamdulillah ini sudah permintaan dari restoran dan dari mal ini besar sekali, bahkan mungkin kami kekurangan. Dan sudah menghasilkan untuk operasional pondok pesantren,” ujar Achmad.

Program urban farming di Ulul Ilmi sudah berjalan sejak 2021 melalui kolaborasi dengan Pemprov DKI Jakarta dan Bank Indonesia.

Kegiatan ini tidak hanya menghasilkan pangan, tapi juga menjadi media pembelajaran.

1. SMAN Unggulan M.H. Thamrin: Panen kacang panjang sudah 5-6 kali. Dikelola tim urban farming siswa mulai dari penyemaian, penyiraman, hingga pemeliharaan setiap hari. Hasil untuk konsumsi warga sekolah.
2. Universitas Borobudur: Mahasiswa Fakultas Pertanian menanam pakcoy, sawi hijau, dan ubi Cilembu. Hasil dipakai untuk praktikum dan konsumsi bersama.
3. SMK YP IPPI Cakung: Panen pakcoy hidroponik 10 kg. Hasil dijual dan dikonsumsi. Sisa makanan diolah jadi pakan maggot untuk pakan ikan – sistem pertanian terintegrasi.

BACA JUGA:

Persiapan Peresmian Panen Anggur Proklim Di Kelurahan Ciracas Jakarta Timur

Wali Kota Munjirin memantau 3 sekolah itu melalui konferensi video.

“Ini harus dipertahankan dan dikembangkan. Selain membuat lingkungan sekolah lebih hijau, ini juga dapat mendukung Jakarta Timur menjadi lebih sehat,” ujar Munjirin.

Kadinas KPKP DKI Hasudungan A. Sidabalok menyebut program ini mendukung 3 pilar: ketersediaan pangan, akses pangan, dan pemanfaatan pangan.

“Melibatkan dunia pendidikan berarti menanamkan budaya gemar menanam dan mengonsumsi hasil sendiri sejak dini,” katanya.

Pemkot Jaktim menargetkan jumlah lokasi urban farming di sekolah terus bertambah hingga akhir 2026.***

VIDEO REKOMENDASI:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REDAKSI: JL. KH. MAS MANSYUR NO. 122 B, KEL. KARET TENGSIN, KEC. TANAH ABANG KOTA JAKARTA PUSAT - WA: 0856 9118 1460  
EMAIL: [email protected]
NKRIPOSTCO ©Copyright 2026 | All Right Reserved