YICIT Buka Kelas untuk Lansia di Kabupaten TTS: Belajar Tak Ada Batas Usia
Diterbitkan Sabtu, 15 Agustus, 2026 by NKRIPOST

NKRI POST, TTS – Yayasan Internasional Cendana Indonesia Timur (YICIT) siap meluncurkan program pendidikan bagi lanjut usia (lansia) di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur. Program ini menjadi langkah baru YICIT dalam mewujudkan pendidikan sepanjang hayat di wilayah Kecamatan Boking dan sekitarnya.
Hal itu disampaikan Ketua YICIT, Agustinus Benu, S.Pd., yang akrab disapa Agus, kepada wartawan melalui pesan WhatsApp pada Rabu (12/8/2026).
Agus menuturkan, YICIT didirikan dengan visi berkontribusi pada dunia pendidikan di TTS. Awalnya fokus yayasan adalah pada anak usia dini.
Saat ini YICIT menaungi 4 lembaga pendidikan:
1. PAUD Nunoni
2. PKBM Nekmese Nunoni
3. PAUD Faut Ana
4. Rumah Pintar Cendana Indonesia Timur
“Bersama para guru dan masyarakat, kami mendirikan lembaga-lembaga ini sebagai wadah membentuk karakter anak sejak dini, mengembangkan potensi secara holistik, serta menanamkan nilai-nilai luhur dalam suasana belajar yang menyenangkan dan interaktif,” ujar Agus.
Ia juga mengapresiasi dukungan pemerintah desa, guru, dan orang tua/wali yang selama ini mempercayakan pendidikan anak-anaknya kepada YICIT.
“Dukungan itu menunjukkan komitmen bersama antara yayasan, pemerintah desa, tenaga pendidik, masyarakat, dan orang tua dalam mendukung keberhasilan program pendidikan,” katanya.
Setelah fokus pada anak, YICIT kini menggagas program baru untuk kelompok lansia. Menurut Agus, program ini bertujuan memberi ruang bagi warga lanjut usia untuk tetap produktif dan terhubung secara sosial.
“Pendidikan tidak mengenal batas usia. Karena itu, kami ingin memberikan ruang kepada masyarakat lanjut usia untuk tetap belajar, mendapatkan pengetahuan, berbagi pengalaman, serta meningkatkan kualitas kehidupan mereka,” jelas Agus.
BACA JUGA:
Semangat Membaca di Pelosok: Kisah Inspiratif Taman Baca Masyarakat Cendana Baus
Ruang lingkup program pendidikan lansia yang disiapkan YICIT meliputi:
1. Kelas literasi dan keterampilan dasar: membaca, menulis, digital dasar
2. Penyuluhan kesehatan dan gizi lansia bekerja sama dengan puskesmas
3. Kegiatan sosial dan berbagi pengalaman: kelompok diskusi, kerajinan tangan, pertanian
4. Penguatan peran lansia di keluarga dan masyarakat sebagai penjaga nilai budaya
Program ini diharapkan menjadi wadah pembelajaran yang sesuai kebutuhan lansia, sekaligus mengurangi rasa kesepian dan meningkatkan kualitas hidup.
Agus mengatakan peluncuran program ini adalah bagian dari komitmen YICIT untuk memperluas kontribusi di bidang pendidikan di Kabupaten TTS.
“Kami berharap program ini mendapat dukungan semua pihak, termasuk pemerintah daerah, pemerintah desa, tokoh masyarakat, keluarga, dan masyarakat secara umum, sehingga dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi para lansia di Timor Tengah Selatan,” pungkasnya.
YICIT menargetkan pilot project program pendidikan lansia dimulai pada September 2026 di beberapa desa wilayah Boking, sebelum diperluas ke kecamatan lain di TTS.**DoA
—
