BPP KAPMI Desak Danantara Terbuka untuk UMKM dan Pengusaha Muda, Sejalan dengan Ekonomi Kerakyatan Prabowo
Diterbitkan Kamis, 6 Agustus, 2026 by NKRIPOST

NKRIPOST JAKARTA – Badan Pimpinan Pusat Kamar Dagang Pengusaha Muda Indonesia (BPP KAPMI) mendesak agar pengelolaan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) sejalan dengan nafas dan arah kebijakan ekonomi Presiden Prabowo Subianto yang berpihak pada rakyat.
Hal ini disampaikan Ketua Umum BPP KAPMI, Muliansyah Abdurrahman, di Jakarta, Minggu (2/8/2026), menyikapi pembentukan Danantara sebagai _super holding_ BUMN yang mengelola aset negara senilai lebih dari Rp14.000 triliun.
Menurut Muliansyah, Danantara harus menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi nasional. Pengelolaannya wajib transparan, profesional, dan membuka akses seluas-luasnya bagi UMKM serta pengusaha muda.
“Danantara harus menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi nasional. Pengelolaannya wajib transparan, profesional, dan membuka akses seluas-luasnya bagi UMKM serta pengusaha muda. Jangan sampai keluar dari nafas Prabowo yaitu membangun ekonomi kerakyatan dan kemandirian bangsa,” tegasnya.
Ia mengingatkan, komitmen Presiden Prabowo dalam memberantas mafia dan menciptakan lapangan kerja harus tercermin dalam tata kelola Danantara. Lembaga ini tidak boleh eksklusif hanya untuk konglomerat.
“Kami mendorong Danantara membuat skema investasi dan kemitraan khusus untuk pengusaha muda dan UMKM. Ini penting agar pertumbuhan 8 persen benar-benar dirasakan sampai ke akar rumput,” ujarnya.
BPP KAPMI juga meminta Danantara menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG), bebas dari intervensi politik, dan diawasi ketat agar tidak menimbulkan kebocoran baru.
“Jika dikelola dengan benar, Danantara bisa menjadi mesin baru penciptaan lapangan kerja dan penguatan ekonomi nasional. KAPMI siap bersinergi dan menjadi mitra strategis pemerintah,” pungkas Muliansyah.
BACA JUGA:
Ketum BPP KAPMI Semprot Pemerintah Soal Penutupan Aplikasi MODI, Minta Kementerian ESDM Segera Klarifikasi
Danantara dibentuk pemerintah sebagai lembaga pengelola investasi strategis negara. Dengan aset kelolaan mencapai ribuan triliun rupiah, Danantara diharapkan mampu mendorong hilirisasi industri, pembangunan infrastruktur, ketahanan energi, dan penciptaan lapangan kerja.
Namun, publik dan pelaku usaha masih menanti kejelasan skema keterlibatan UMKM dan pengusaha muda di dalamnya agar tidak terjadi kesenjangan.***
