NKRIPOST

NKRIPOST – VOX POPULI PRO PATRIA

Mahasiswa UGM dan Undana Usai KKN 50 Hari Di Sadi, Tulakadi dan Dualaus, Wabup Belu Vicente Tegaskan Ini Ke Pemkab dan Desa

Listen to this article

Diterbitkan Rabu, 5 Agustus, 2026 by NKRIPOST

Wakil Bupati (Wabup) Belu, Vicente Hornai Gonsalves, ST

NKRIPOST ATAMBUA — Wakil Bupati Belu (Wabup) Vicente Hornai Gonsalves menegaskan hasil pengabdian Kuliah Kerja Nyata Kolaborasi (KKN) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dan Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang tidak boleh berhenti sebagai laporan akademik. Hasilnya harus menjadi acuan utama dalam perencanaan pembangunan desa di Kabupaten Belu.

Penegasan itu disampaikan Vicente saat acara Penutupan dan Penarikan Mahasiswa KKN di Gedung Betelalenok, Atambua, Selasa (4/8/2026) sore.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Belu, saya menyampaikan apresiasi kepada UGM dan Undana yang telah mempercayakan Belu sebagai lokasi pelaksanaan KKN,” kata Vicente.

Selama 50 hari, sejumlah mahasiswa UGM dan Undana diterjunkan di 3 desa di wilayah perbatasan RI-RDTL, yakni Desa Sadi, Desa Tulakadi, dan Desa Dualaus, Kabupaten Belu.

Kehadiran mahasiswa membawa sejumlah program berbasis kebutuhan masyarakat. Fokus utama pengabdian meliputi bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, pengelolaan air bersih, dan tata kelola pemerintahan desa.

“Mahasiswa membawa gagasan, inovasi, dan solusi yang mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat desa di perbatasan Belu,” ujar Vicente.

Dari seluruh luaran KKN, Vicente memberi perhatian khusus pada penyusunan Profil Desa dan Master Plan Pembangunan Desa yang dihasilkan mahasiswa.

Menurutnya, dokumen tersebut memiliki nilai strategis karena dapat menjadi arah pembangunan jangka panjang yang berbasis pada potensi dan kebutuhan warga.

“Kalau sejak awal setiap desa memiliki profil dan master plan seperti yang dibuat adik-adik mahasiswa ini, pembangunan desa akan jauh lebih terarah. Karena itu saya minta dokumen ini dimanfaatkan sebagai pedoman, bukan hanya disimpan sebagai laporan,” tegas Vicente.

Wabup juga menginstruksikan seluruh Pimpinan Perangkat Daerah terkait bersama pemerintah desa untuk menindaklanjuti berbagai rekomendasi KKN.

Beberapa di antaranya: inovasi pengelolaan air bersih, pemanfaatan sumber daya lokal, teknologi tepat guna yang murah namun berdampak besar, serta penguatan kapasitas BUMDes.

“Kita harus terus membuka diri terhadap inovasi dan tidak ragu belajar dari siapa pun, termasuk mahasiswa yang telah menunjukkan bahwa perubahan dapat dimulai dari ide-ide sederhana yang aplikatif,” lanjutnya.

BACA JUGA:

Program Satu Desa Satu Sumur Bor, Bupati Belu Willy Lay Pimpin Langsung Tinjau Sumber Air di Sadi

Pada kesempatan itu, Vicente menyampaikan penghargaan kepada seluruh mahasiswa atas dedikasi selama mengabdi di wilayah perbatasan.

Ia berharap pengalaman di Belu menjadi bekal berharga dalam membentuk karakter kepemimpinan dan semangat melayani masyarakat.

“Terima kasih kepada Universitas Gadjah Mada, UNDANA, para dosen pembimbing, dan seluruh mahasiswa atas kontribusi nyata bagi Kabupaten Belu. Semoga kerja sama ini terus berlanjut dan melahirkan inovasi-inovasi yang mendukung percepatan pembangunan daerah,” pungkas Vicente.

Hadir dalam kegiatan tersebut para dosen pembimbing UGM dan Undana, Forkopimda, Kepala OPD, Camat, dan Kepala Desa penerima lokasi KKN.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REDAKSI: JL. KH. MAS MANSYUR NO. 122 B, KEL. KARET TENGSIN, KEC. TANAH ABANG KOTA JAKARTA PUSAT - WA: 0856 9118 1460  
EMAIL: [email protected]
NKRIPOSTCO ©Copyright 2026 | All Right Reserved