Yang Bilang Beras Mahal, Suruh Tanam Sendiri!” Tegas Prabowo di Panen Raya 43 Titik Bersama TNI
Diterbitkan Sabtu, 18 Juli, 2026 by NKRIPOST

NKRIPOST MALANG – Presiden Prabowo Subianto melontarkan sindiran tajam kepada pihak yang mengeluhkan harga beras mahal. Saat memimpin Panen Raya Serentak TNI di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, Jumat 17/7/2026, Prabowo meminta para pengkritik untuk ikut terjun ke sawah.
“Yang mengatakan beras mahal, suruh ikut tanam beras! Kalau petani beras enggak dapat penghasilan tinggi, suruh mereka tanam sendiri. Suruh tanam sendiri. Wenak aja,” tegas Prabowo di hadapan prajurit TNI dan petani.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo usai menyaksikan panen raya tebu bersama TNI AU. Ia menegaskan petani harus mendapatkan penghasilan layak dari kerja kerasnya.
“Saya bangga dengan petani-petani Indonesia!” seru Kepala Negara.
Bagi Prabowo, harga pangan tidak bisa hanya dilihat dari sisi konsumen. Kesejahteraan petani juga harus jadi prioritas agar produksi nasional tetap terjaga.
Panen raya ini adalah bagian dari Panen Raya Terintegrasi TNI yang digelar serentak di 43 titik di seluruh Indonesia. Ini tindak lanjut arahan Prabowo untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto melaporkan pembagian tugas TNI:
1. TNI AU: Komoditas tebu
2. TNI AL: Komoditas kedelai
3. TNI AD: Komoditas padi
Di Lanud Abdulrachman Saleh, panen tebu dilakukan di lahan 800,5 hektare dengan estimasi hasil 72.045 ton dan nilai jual ke pabrik rata-rata Rp720 ribu per ton.
“Hilirisasi tebu juga menghasilkan molase, bioetanol, pupuk organik, hingga produk farmasi yang meningkatkan nilai tambah perekonomian nasional,” jelas Panglima TNI.
BACA JUGA:
Prabowo Tegas: Pejabat Merugikan Rakyat Dan Koruptor Tidak Akan Ditoleransi!
Setibanya di lokasi, Presiden juga meninjau insinerator, stan hilirisasi pertanian, dan disambut Tari Beskalan Putri.
Prabowo menilai ketahanan pangan harus jadi kerja bersama seluruh elemen bangsa.
“Saya ucapkan selamat atas terselenggaranya Panen Raya TNI terintegrasi di 43 titik. Ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya urusan Kementerian Pertanian, tetapi merupakan gerakan nasional yang melibatkan seluruh kekuatan bangsa,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga membela keterlibatan TNI dan Polri di sektor pertanian dan infrastruktur.
“Ini menunjukkan bahwa TNI dan Polri tidak hanya penjaga pertahanan dan keamanan negara, tapi TNI dan Polri adalah anak kandung rakyat. Kesulitan rakyat adalah kesulitan TNI dan Polri,” tegasnya.
Ia menanggapi kritik soal aparat di sawah:
“Janganlah terlalu bertanya-tanya ‘kenapa TNI, polisi ikut di sawah?’ Enggak. Ini Indonesia. TNI, Polri harus mengatasi kesulitan rakyat.”
Prabowo menutup dengan menekankan fondasi pertahanan negara.
“Pertahanan terbaik adalah rakyat yang kuat dan sejahtera. Seluruh rakyat akan membela bangsa ini. Makanya dari sekarang TNI dan Polri harus di tengah-tengah rakyat,” pungkasnya.***
