NKRIPOST

NKRIPOST – VOX POPULI PRO PATRIA

Titiek Soeharto Ke Menteri Pertanian Amran Sulaiman Soal Swasembada Bawang Putih: Bapak dari tahun lalu siap, siap melulu

Listen to this article

Diterbitkan Kamis, 11 Juni, 2026 by NKRIPOST

Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto atau akrab disapa Titiek Soeharto

NKRIPOST JAKARTA – Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto atau akrab disapa Titiek Soeharto mempertanyakan keseriusan target swasembada bawang putih kepada Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman. Amran pun menegaskan, swasembada bawang putih akan tercapai dalam jangka waktu tiga hingga lima tahun ke depan.

Pada Rapat Kerja (Raker) Komisi IV DPR RI, Titiek menyoroti ketergantungan impor bawang putih yang masih tinggi, serta meminta kepastian target waktu realisasi swasembada komoditas tersebut. Ia juga menanyakan alasan bawang putih belum masuk lagi dalam program prioritas nasional di Kementerian Pertanian (Kementan) tahun 2027.

“Saya mau tanya lagi Pak Menteri (soal) bawang putih, kenapa kok nggak masuk lagi di program prioritas nasional nih? Bapak dari tahun lalu siap, siap melulu,” tanya Titiek dalam Raker DPR RI Komisi IV terkait Rencana Kerja dan Anggaran Kementan Tahun 2027, Rabu (10/6).

Menanggapi hal tersebut, Amran menyebut telah melakukan relokasi anggaran untuk mempercepat program swasembada bawang putih sebesar Rp260 miliar di tahun ini.

“Kami sudah revisi anggaran, bukan tahun depan tapi tahun ini. Karena ini aspirasi Komisi IV, langsung kami geser Rp260 miliar untuk bawang putih tahun ini. Ini salah ketik,” jawab Amran.

BACA JUGA:

Titiek Soeharto Sarankan Pemerintah Contek Era Soeharto: Nggak Usah Malu Lah! 

Titiek kemudian menegaskan bahwa Komisi IV DPR RI juga telah sepakat mendorong swasembada bawang putih, mengingat sekitar 80% hingga 85% kebutuhan nasional komoditas ini masih dipenuhi dari impor. Oleh karena itu, ia meminta Kementan menetapkan target waktu yang jelas.

“Kita semua Komisi IV sepakat bawang putih swasembada, karena 80% impor, jadi kita harus sepakat semua mau swasembada. Bapak harus bikin targetnya kapan mau swasembada,” tegas Titiek.

Amran pun merespons dengan menyebut target swasembada bawang putih membutuhkan waktu 3 hingga 5 tahun, mengingat karakter budidaya dan keterbatasan benih.

“Tiga tahun sampai lima tahun. Tiga tahun paling cepat, paling lambat lima tahun, karena masalahnya… seperti padi saya sanggup dua tahun. Tapi dormansinya bibit itu tidur 6-8 bulan,” jawab Amran.

Menanggapi hal tersebut, Titiek pun menyoroti keberadaan Balai Perbenihan dan Produksi Benih (BRMP) yang dinilai belum optimal saat ini, padahal telah berhasil menciptakan benih bawang putih. Ia pun meminta kejelasan arah kebijakan Kementan dalam mengelola Lembaga tersebut untuk mendukung produksi benih dalam negeri.

Berdasarkan target produksi komoditas Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) tahun 2027 di Kementan, Amran memerinci target produksi 14 komoditas, yaitu padi 60,47 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), jagung dengan kadar air 14% sebanyak 18,23 juta ton, kedelai 392 ribu ton, ubi kayu 17,79 ton, dan kelapa sawit 245,4 juta ton.

Kemudian tebu 42 juta ton, kopi 791 ribu ton, kelapa 2,9 juta ton, kakao 633 ribu ton, pala 41 ribu ton, lada 64 ribu ton, susu 922 ribu ton, telur 8,08 juta ton, dan daging 5,28 juta ton. ***

VIDEO REKOMENDASI:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REDAKSI: JL. KH. MAS MANSYUR NO. 122 B, KEL. KARET TENGSIN, KEC. TANAH ABANG KOTA JAKARTA PUSAT - WA: 0856 9118 1460  
EMAIL: [email protected]
NKRIPOSTCO ©Copyright 2024 | All Right Reserved