Emak-Emak Ribut Di Pasar Minggu Perkara Air Bersih, Bawa Sajam Berujung Pembacokan, Satu Orang Terluka
Diterbitkan Sabtu, 24 Februari, 2024 by NKRIPOST

NKRIPOST BENGKULU – Perkelahian sesama pedagang di Pasar Minggu Senin siang kemaren (19/2) nampaknya berbuntut panjang. Karena Selasa pagi (20/2/2024), keluarga korban Yayan Aprianto dan Apriadi, mendatangi keluarga pelaku saat sedang berjualan.
Bahkan kejadian terbaru saat sesama emak-emak tersebut beribut sempat Viral dan terekam CCTV, hingga terjadi aksi kejar-kejaran antara korban dan pelaku hingga satu orang mengalami luka, yakni Suarni. Korban ini terluka di bagian tangan akibat sabetan senjata tajam.
Dari informasi diperoleh rbtv di lapangan, peristiwa keributan itu terjadi bermula dari Suarni datang ke lokasi dan bertemu denhan I-T. Saat itu dengan sedikit emosi setelah keluarganya terluka akibat keluarga IT, Suarni memukul kepala IT dengan besi.
Sontak kejadian tersebut langsung direspon oleh I-T dengan mengambil parang/pisau untuk berjualan yang kemudian diayunkan kepada korban, mengakibatkan tangan korban Suarni terluka meskipun sempat berlari ke arah sebuah toko sembako untuk menyelamatkan diri.
Melihat kejadian yang sudah gaduh itu, masyarakat dan pedagang sekitar langsung memisahkan kedua belah pihak yang bertikai.
Pedagang sekitar lokasi kejadian, Pitri menyatakan jika kejadiannya sekitar Pukul 08.42 WIB, dan diduga ini adalah buntut atau tindaklanjut dari kejadian sebelumnya, lantaran keluarga korban tidak terima dengan prilaku keluarga pelaku.
“Sebenarnya permasalahannya itu dari kemarin, kemarin juga masih keluarga mereka itu sudah ada keributan. Tampaknya lanjut lagi hari ini,” kata Pitri
Namun terkait permasalahan tersebut, Pitri mengatakan mereka tidak mengetahui secara pasti. Sedangkan berdasarkan informasi yang mereka dapat, keributan tersebut terjadi akibat permasalahan air bersih.
BACA JUGA:
Emak-emak Komite SDN Karet Tengsin 15 Jakarta Pusat Bikin Heboh‼️‼️
Pemprov DKI Jakarta Cabut KJP Plus Siswa Terlibat Tawuran di Kolong Flyover Pasar Rebo
Kapolresta Bengkulu Kombes Pol. Deddy Nata melalui Kasi Humas Polresta Bengkulu Iptu Endang Sudrajat mengatakan, kedua belah pihak ini sudah sama-sama melaporkan kejadian ke polisi dan saat ini masih dalam proses pendalaman.
Dugaan sementara motif kejadiannya karena selisih paham, yakni keluarga I-T menuduh korban belum membayar air bersih kepada pemasok yang biasa memasok air ke pasar.
Kasi Humas menyatakan, untuk korban Suarni yang baru-baru ini juga sudah melaporkan kejadian ke polisi dan semuanya akan kita tindaklanjuti.**(RBTVCAMKOHA)
