Makna di Balik Kirab: Bendera Pusaka dan Naskah Proklamasi Diantar Purna Paskibraka 2025
Diterbitkan Senin, 17 Agustus, 2026 by NKRIPOST

NKRIPOST JAKARTA – Gemuruh drum dan denting musik tradisional menggema di jantung Ibu Kota. Prosesi kirab budaya dari kawasan Monumen Nasional (Monas) menuju Istana Merdeka menjadi pembuka rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026) pagi.
Kirab ini mengusung dua pusaka paling sakral bangsa: duplikat bendera Merah Putih dan naskah teks Proklamasi. Keduanya akan digunakan dalam Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi di halaman Istana Merdeka.
Prosesi dimulai di Cawan Monas. Komandan Kogartap I/Jakarta Brigjen TNI Fitriana Nur Heru Wibawa menyerahkan duplikat bendera Merah Putih dan naskah asli teks Proklamasi kepada Perwira Paspampres.
Selanjutnya, kedua benda bersejarah itu diserahkan kepada Tim Purna Paskibraka Duta Pancasila 2025 di Ruang Kemerdekaan Monas.
Dua purna paskibraka mendapat kehormatan membawa pusaka tersebut:
1. Sultana Najwa – Purna Paskibraka 2025 perwakilan DKI Jakarta mengemban amanah membawa duplikat bendera Merah Putih
2. Aliah Sakira – Purna Paskibraka 2025 perwakilan Sulawesi Selatan, membawa naskah teks Proklamasi
Keduanya kemudian menaiki Kereta Kencana Garuda Prabayaksa untuk memulai perjalanan bersejarah menuju Istana Merdeka.
Rangkaian Pasukan Penuh Makna
Kemeriahan kirab bukan sekadar seremoni. Setiap barisan memiliki simbol:
**Pasukan** **Jumlah** **Makna**
**Pasukan Motoris Pomal** 45 Personel Melambangkan tahun 1945 Proklamasi
**Drum Corps Akpol** 170 Taruna/Taruni Semangat pemuda pengawal bangsa
**Pasukan Berkuda** 81 Personel Usia Kemerdekaan RI ke-81
**Pasukan Berkuda** 17 Personel Tanggal 17 Agustus
**Pasukan Berkuda** 8 Personel Bulan Agustus
**Kuda Penarik Kereta** 8 Ekor Bulan Proklamasi
**Pasukan Pakaian Nusantara** 76 Personel Tahun 1976, dan keberagaman budaya RI
Sebanyak 76 pasukan berpakaian adat dari berbagai daerah turut memeriahkan. Warna-warni kain Nusantara yang melintas di Jalan Medan Merdeka Barat menjadi gambaran “Bhinneka Tunggal Ika” yang hidup.
BACA JUGA:
76 Putra-Putri Terbaik Dikukuhkan Wapres Gibran Jadi Paskibraka 2026, Cek Nama Utusan Provinsimu di Sini!
Rombongan menempuh rute dari Cawan Monas → Jalan Medan Merdeka Barat → Halaman Istana Merdeka. Sepanjang jalan, warga tumpah ruah menyaksikan sambil melambaikan bendera kecil.
Setiba di Istana Merdeka, Sultana dan Aliah turun dari Kereta Kencana. Duplikat bendera Merah Putih dan naskah teks Proklamasi kemudian diserahkan dan ditempatkan di meja mimbar kehormatan, siap digunakan Presiden dalam upacara.
Kirab Bendera Pusaka bukan hanya pembuka acara. Di balik derap pasukan, dentuman drum corps, dan langkah 81 pasukan berkuda, tersimpan pesan:
Kemerdekaan Indonesia lahir dari sejarah panjang, pengorbanan, dan keberagaman. Dan kini, warisan itu diantar oleh generasi muda untuk dijaga oleh pemimpin bangsa.
Dari Monas menuju Istana, kirab ini mengingatkan kita bahwa merah putih bukan hanya dikibarkan, tetapi juga harus dirawat, dipahami maknanya, dan diteruskan nilainya.***
