Cicipi Menu MBG Sebelum Distribusi: Kepala SPPG Jati Mual-Muntah, Ini Respon Wagub Taj Yasin Maimoen!
Diterbitkan Sabtu, 15 Agustus, 2026 by NKRIPOST

NKRIPOST, SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah (Wagub Jateng) sekaligus Ketua Tim Percepatan Makan Bergizi Gratis (MBG) Jateng, Taj Yasin Maimoen mengapresiasi tindakan Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jati, Karanganyar yang menghentikan distribusi menu MBG setelah mengalami mual dan muntah usai mencicipi makanan.
Menurut Taj Yasin, langkah tersebut merupakan bentuk tanggung jawab untuk menjamin keamanan pangan bagi penerima manfaat.
Pernyataan itu disampaikan Taj Yasin di Kantor DPRD Jawa Tengah, Jumat (14/8/2026).
“Bagus, kalau dilakukan seperti itu artinya bertanggung jawab. Itu diperlihatkan bahwa keterjaminan kelayakan makanan itu baik, itu lebih kita periksa. Kita apresiasi ya,” kata Yasin.
Ia menegaskan, Tim Percepatan MBG Jateng akan terus mengevaluasi pelaksanaan program sesuai instruksi Presiden Prabowo.
“MBG tetap berjalan, akan tetapi tetap pada perbaikan. Perbaikan ini ketika ada kesalahpahaman, penyalahgunaan, atau kewenangan terkait menu-menu yang tidak layak dikonsumsi, apalagi menyampaikan keracunan, akan kita tindak bersama,” ungkapnya.
BACA JUGA:
KPPG BGN Lampung Dinilai Tebang Pilih: Gercep Urus Selingkuh 2 Hari Kelar, Dapur MBG Mangkir 4 Bulan Dicuekin
Kronologi: Kepala SPPG Muntah 3 Kali Usai Cicipi Ayam
Peristiwa itu dialami oleh Abra Yudha Raya, Kepala SPPG Jati, Karanganyar, pada Rabu (12/8/2026).
Sebelum distribusi, Abra bersama tim penguji melakukan uji rasa terhadap menu ayam rempah yang akan disalurkan ke sekolah.
“Saya terdampak. Tadi itu sampai tiga kali. Enggak diare, cuma muntah saja, sehingga kami tarik semua,” kata Abra.
Merasakan ada yang tidak normal pada makanan, Abra langsung memutuskan menarik seluruh menu MBG hari itu. Total ada 269 porsi makanan yang batal didistribusikan ke siswa penerima manfaat di wilayah Jati.
Pasca kejadian, seluruh sisa makanan dari menu tersebut diamankan oleh SPPG Jati. Tim juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan BGN untuk melakukan pengujian laboratorium terhadap sampel makanan.
Langkah penarikan ini sesuai SOP MBG yang mewajibkan uji organoleptik sebelum makanan dibagikan. Jika ditemukan kejanggalan, distribusi wajib dihentikan.
Ini bukan kasus pertama terkait MBG di Jawa Tengah. Sebelumnya, 269 murid di Karo juga dilaporkan keracunan usai menyantap MBG dan sampel makanannya sudah diuji di laboratorium.
Taj Yasin memastikan pihaknya tidak akan mentolerir kelalaian. Namun ia juga mengapresiasi keberanian kepala SPPG yang berani menghentikan distribusi demi keselamatan anak.
“Itu contoh baik. Daripada dipaksakan lalu terjadi keracunan massal, lebih baik dihentikan dan dievaluasi,” pungkasnya.**
