Dari Simpang Lima ke Kota Atambua: Karnaval Kebangsaan Belu Jadi Pesta Rakyat Perbatasan
Diterbitkan Jumat, 14 Agustus, 2026 by NKRIPOST

NKRIPOST ATAMBUA – Lapangan Umum Atambua dan sepanjang ruas jalan protokol kota dipadati ribuan warga. Pemerintah Kabupaten Belu kembali menggelar Karnaval Kebangsaan sebagai rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kamis (13/8/2026).
Acara yang dimulai pukul 13.00 WITA dari titik kumpul Lapangan Simpang Lima ini menjadi pesta rakyat terbesar di wilayah perbatasan RI-RDTL tahun ini.
Sebanyak ratusan tim dari kategori umum turut serta dalam karnaval. Pesertanya berasal dari berbagai unsur:
SD, SMP, SMA/SMK, komunitas, paguyuban, instansi pemerintah, BUMN, BUMD, hingga BUMS.
Sepanjang rute, peserta menampilkan kreativitas lewat kostum unik, ornamen hias, kendaraan parade, dan produk unggulan daerah. Ratusan kendaraan hias ikut meramaikan iring-iringan dengan membawa identitas khas sekolah, komunitas, dan instansi masing-masing.
Antusiasme peserta terlihat saat mereka berjalan kaki mengelilingi Kota Atambua dengan penuh semangat, diiringi musik dan yel-yel kebangsaan.
Meskipun cuaca panas, ribuan masyarakat tetap memadati sepanjang jalur karnaval untuk menyaksikan atraksi.
BACA JUGA:
SMP Negeri Sadi Unjuk Gigi di Gerak Jalan Meriahkan HUT RI di Atambua Belu, Curi Perhatian Bawa Motto: Sayangi Aku Dengan Ikhlas
Suasana di sekitar Lapangan Umum Atambua ramai sejak siang. Warga terlihat antusias mengabadikan momen dengan ponsel, sambil bersorak menyemangati peserta.
“Karnaval ini bukan hanya hiburan, tapi juga jadi wadah memperlihatkan keberagaman budaya masyarakat di Kabupaten Belu,” ujar salah satu penonton.
Bupati Belu Willybrodus Lay didampingi Wakil Bupati Belu Vicente Hornai Gonsalves secara resmi melepas peserta karnaval di Lapangan Umum Atambua.
Dalam sambutannya, Bupati Willy menegaskan peserta parade berasal dari berbagai etnis di seluruh Nusantara yang menetap di Belu.
“Kita harus terus menjaga keberagaman dan kerukunan di wilayah perbatasan. Karena lewat keberagaman itulah menjadi kekayaan negara Indonesia,” harap Bupati.
Ia juga menyebut Kabupaten Belu sebagai wilayah perbatasan yang paling aman di dunia karena keberagaman dan kerukunan warganya tetap terjaga dengan baik.
“Keberagaman yang terdiri dari berbagai suku dan mendiami ribuan pulau di Indonesia menjadi kekuatan bangsa untuk bersatu membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tambahnya.
Bagi masyarakat Belu, karnaval bukan sekadar perayaan. Di daerah perbatasan, kegiatan ini menjadi simbol persatuan dan bukti bahwa perbedaan suku, agama, dan budaya justru menjadi modal membangun daerah.
Dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika, seluruh peserta dan penonton diajak untuk terus menjaga persatuan demi kemajuan Belu yang maju, adil, dan sejahtera.***
