Berdiri di Kaki Sendiri: Prabowo Tegaskan Pertumbuhan Harus Berujung Kesejahteraan Rakyat
Diterbitkan Jumat, 14 Agustus, 2026 by NKRIPOST

NKRIPOST JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia harus memperkuat kemandirian ekonomi untuk bertahan di tengah gejolak global yang ditandai perang dagang, konflik geopolitik, dan gangguan rantai pasok dunia.
Penegasan itu disampaikan Presiden dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI – DPD RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
“Kita Harus Bisa Mandiri, Tidak Tergantung Pasokan Luar”
Presiden menilai situasi global saat ini sangat tidak menentu. Karena itu, Indonesia tidak boleh bergantung pada negara lain.
“Dalam keadaan seperti ini, Indonesia harus semakin mampu berdiri di atas kaki kita sendiri. Kita harus bisa mandiri, kita tidak boleh tergantung pasokan-pasokan dari luar, karena kalau situasi tiba-tiba berubah ke arah yang lebih jelek kita tetap harus survive,” ujar Presiden Prabowo.
Menurut Kepala Negara, kemandirian menjadi benteng agar ekonomi nasional tidak kolaps ketika terjadi guncangan eksternal secara tiba-tiba.
Di tengah tekanan global, Presiden memaparkan sejumlah indikator ekonomi nasional yang tetap tumbuh positif:
1. Investasi
– Tahun 2025: Realisasi investasi mencapai Rp1.931 triliun dan menciptakan 2,7 juta lapangan kerja.
– Semester I 2026: Realisasi investasi mencapai Rp1.010 triliun dengan 1,4 juta lapangan kerja baru.
2. Pertumbuhan Ekonomi
– Kuartal I 2026: Tumbuh 5,61%
– Semester I 2026: Tumbuh *5,45%
“Ini adalah pertumbuhan kuartal pertama dan pertumbuhan semester pertama tertinggi dalam 13 tahun terakhir ini,” ungkap Presiden.
Dengan tren tersebut, Presiden optimistis pertumbuhan ekonomi masih bisa didorong hingga akhir 2026. Pemerintah menargetkan capaian 6% melalui kebijakan yang tepat dan rasional.
Meski optimis, Presiden mengingatkan bahwa investasi dan pertumbuhan bukanlah tujuan akhir.
“Tetapi saya tegaskan di hadapan majelis ini, bagi saya pertumbuhan dan investasi bukan tujuan akhir. Tujuan kita adalah kesejahteraan rakyat kita,” kata Presiden Prabowo.
Ia menekankan, angka pertumbuhan tidak akan ada artinya jika tidak dirasakan langsung oleh rakyat, terutama kelompok paling bawah.
“Itulah orientasi pemerintah yang saya pimpin. Pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan rakyat,” tegasnya.
Untuk mewujudkan kemandirian, Presiden menyebut pemerintah fokus pada 3 pilar utama:
1. Swasembada Pangan dan Energi – Mengurangi ketergantungan impor bahan pokok dan energi.
2. Hilirisasi Industri – Menambah nilai tambah komoditas dalam negeri agar tidak lagi mengekspor bahan mentah.
3. Penguatan UMKM dan Industri Padat Karya – Menjadi penyerap tenaga kerja utama untuk menekan pengangguran.
BACA JUGA:
Pidato Kenegaraan: Prabowo Tekankan Sinergi Lembaga Negara, Pembangunan Bukan Tugas Presiden Sendiri
Konteks: HUT RI ke-81 dan Tantangan Global
Pidato ini disampaikan menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Di tengah ketidakpastian ekonomi dunia, pemerintah ingin memberi sinyal bahwa Indonesia memilih jalan mandiri dengan mengandalkan potensi dalam negeri.
“Dengan semangat gotong royong seluruh lembaga negara dan rakyat, saya yakin target 6 persen bisa kita capai dan manfaatnya bisa dirasakan sampai ke desa-desa,” pungkas Presiden.***
