NKRIPOST

NKRIPOST – VOX POPULI PRO PATRIA

Akses Jalan Wedomu – Weluli Nyaris Putus! Pemda Dan DPRD Belu Dinilai Tak Mampu Serap Aspirasi Masyarakat

Listen to this article

Diterbitkan Selasa, 21 April, 2026 by NKRIPOST

Ketua BEM STISIP Fajar Timur Atambua Melfridus Kali

NKRIPOST, ATAMBUA – Akses jalan menuju Wedomu-Weluli nyaris putus, kerusakan terjadi sejak tahu 2021 kini semakin memburuk di akhir tahun 2026 sekarang. Pengendara roda dua maupun roda empat terpaksa harus mencari jalan alternatif meski sangat membahayakan bagi mereka.

Penyebab akses jalan putus total di karenakan curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Belu dan sekitarnya menyebabkan tanah bergerak diikuti dengan longsor yang berkepanjangan.

Warga sekitar merasa di tipu oleh Pemda dan DPRD Belu karena perbaikan yang di kerjakan tidak bertahan lama kurang dari satu bulan. Dengan segala keterbatasan yang ada warga diharuskan untuk melintasi jalur itu meskipun sangat membahayakan mereka.

Kepada media ini, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STISIP Fajar Timur Atambua Melfridus Kali dalam wawancara, menilai Pemda bersama DPRD Belu tidak mampu serap aspirasi masyarakat terkait kerusakan jalan Provinsi di Dusun Lamasi B Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu.

Menurutnya, kerusakan jalan sudah terjadi sejak tahun 2021 dan terus berulang, bahkan semakin parah di akhir tahun 2025 hingga 2026 akibat curah hujan tinggi. Kondisi terkini membuat jalan hanya dapat dilalui kendaraan roda dua, bahkan lumpuh total saat terjadi longsor susulan, seperti yang terjadi pada bulan Maret dan April 2026.

“Berdasarkan hasil audensi DPRD Belu dengan Kadis PUPR provinsi, tidak ada hasil konkret yang diperoleh. Ini justru menimbulkan kesan bahwa kegiatan tersebut hanya menghabiskan anggaran tanpa solusi nyata bagi masyarakat,” kesal Melfridus Kali Ketua BEM STISIP, Selasa (21/04).

BACA JUGA:

Perempuan Harus Jadi Mitra Sejajar, Bupati Thomas Lepas Peserta Jalan Santai Pencanangan Hari R.A Kartini di Asmat

Lanjut Melfridus, selain menghambat akses transportasi, kondisi jalan juga membahayakan keselamatan warga. Longsor yang terus terjadi mengancam permukiman di sekitar Dusun Lamasi B dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Ia pun mendesak Pemda dan DPRD Belu untuk segera mengambil langkah nyata bukan sekedar melakukan pertemuan tanpa tindak lanjut yang jelas.

“Jalan ini adalah urat nadi masyarakat. Jika terus dibiarkan, maka bukan hanya ekonomi yang lumpuh, tetapi juga keselamatan warga yang dipertaruhkan,” tutup Melfridus Kali. (Lau Kaza)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REDAKSI: JL. MINANGKABAU TIMUR NO. 19 A, KEL. PS. MANGGIS, KEC. SETIABUDI KOTA JAKARTA SELATAN - WA: 0856 9118 1460  
EMAIL: [email protected]
NKRIPOSTCO ©Copyright 2024 | All Right Reserved