NKRIPOST

NKRIPOST – VOX POPULI PRO PATRIA

Abi Pasaribu SH: Sebaiknya Inspektorat Pemkab Labuhanbatu, Serius Mengaudit DD Untuk Ketahanan Pangan

Listen to this article

Diterbitkan Selasa, 2 Desember, 2025 by NKRIPOST

Abi Pasaribu SH

NKRIPOST.CO LABUHANBATU – Sebaiknya Inspektorat Pemkab Labuhanbatu lebih serius mengaudit/memeriksa penggunaan Dana Desa (DD) untuk ketahanan pangan yang dibelanjakan sebagai aset desa yang di kelola oleh BUMDes dan kelompok tani tahun anggaran 2022-2024.

Pasalnya, DD untuk ketahanan pangan yang dibelanjakan desa di kabupaten Labuhanbatu untuk pembelian ternak kambing dan lembu sejak tahun 2022 disinyalir sudah raib dan dipertanyakan laporan pertangungjawabannya.

Dari catatan wartawan, hampir seluruh desa yang berada di kabupaten Labuhanbatu sudah menggunakan ketahanan pangan tahun 2022-2024 sebesar 20 % dari anggaran DD ketahanan pangan membeli ternak kambing, lembu bibit ikan maupun bibit palawija dan tumbuhan lainnya.

Selain itu, desa yang berada di dalam HGU perkebunan kelapa sawit, ada juga yang membelanjakan dana ketahanan pangan membeli ternak. Padahal, pihak kebun sudah menghimbau, tidak diperbolehkan di areal kebun ternak lembu/sapi.

Menjadi pertanyaan, apakah ternak sapi/lembu dan kambing serta bibit ikan dan lainnya yang dikelola Bumdes dan kelompok tani sudah beranak pinak dan menghasilkan pendapatan asli desa?, Begitu juga dengan usah Bumdes lainya.

Abi Pasaribu SH sebagai aktivitas LSM Topan RI yang dimintai tanggapannya menyatakan, sebaiknya Inspektorat melakukan audit dengan cara turun kelapangan, jangan hanya memeriksa dokumen.”Inspektorat sebaiknya serius mengaudit DD, pemeriksaan sebaiknya dilakukan dengan cara turun ke lapangan untuk mencari tahu sudah berapa ekor ternak dan berapa hasil dari bibit ikan yang menjadi PADesa” ujarnya

Dipaparkannya, kalaupun dijual, seharusnya diganti dengan ternak yang sama dan hasil penjualan masuk kedalam Pendapatan Asli Desa dan penghasilan itu diumumkan di papan info grafis desa.”Semua harus ada paparan dan dokumennya, berapa jumlah PAD dari penjualan”, ungkap Abi

Layak dicurigai apa bila ada desa yang sudah membelanjakan ketahanan pangannya untuk ternak, bibit ikan, benih tumbuh tumbuhan tetapi tidak digulir kepada warga desa lainnya.” Anggaran untuk pembelian ternak dan bibit palawija, benih ikan bukan pakai habis. Sudah selayaknya untuk diaudit” ungkap Abi (ACD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REDAKSI: JL. MINANGKABAU TIMUR NO. 19 A, KEL. PS. MANGGIS, KEC. SETIABUDI KOTA JAKARTA SELATAN - WA: 0856 9118 1460  
EMAIL: [email protected]
NKRIPOSTCO ©Copyright 2024 | All Right Reserved