Dibuka Lowongan Kerja, Aplikasi Jeko Siap Meluncur di Play Store
Diterbitkan Rabu, 17 September, 2025 by NKRIPOST

NKRIPOST BOGOR – Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Cilebut Barat, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menyiapkan peluncuran aplikasi transportasi dan layanan terpadu yabg bernama “Jeko”.
Peluncuruan aplikasi Jeko, dijadwalkan hadir di Play Store pada 2 Oktober 2025 mendatang.
Aplikasi ini dirancang sebagai platform digital berbasis koperasi dengan fitur transportasi, akomodasi, kuliner, dan beragam layanan jasa.
Wakil Ketua Bidang Usaha KDMP, Ridwan Saputra menjelaskan, Jeko diibaratkan seperti rumah yang dilengkapi berbagai fasilitas agar nyaman digunakan.
“Kami merekrut pengemudi dan merchant UMKM agar ekosistemnya berjalan. Konsepnya mirip platform transportasi daring lain, tetapi dikelola koperasi,” ujar Ridwan pada Selasa, (16/9/2025).
Ridwan mengatakan, Layanan Utama Jeko ini menarik, berikut Aplikasi Jeko menawarkan berbagai layanannya :
JekRide : Transportasi roda dua.
JekCar : Transportasi roda empat.
Pengiriman Barang : Menggunakan mobil box atau pick up.
Akomodasi : Pemesanan penginapan dan sewa kendaraan.
JekFood : Layanan kuliner yang menggandeng UMKM lokal.
Selain itu, tersedia Jek Tukang untuk jasa perbaikan rumah tangga seperti servis AC, JekMap (make up) untuk rias acara, dan Jek Sayur yang memfasilitasi penjualan hasil pertanian atau peternakan seperti ikan, ayam, dan telur.
Skema kemitraan dan bagi hasil, Ridwan mengungkapkan, untuk mendukung operasional, KDMP bekerja sama dengan PT Multijaya Mandiri Transportasi sebagai pengelola server dan sistem.
Perusahaan ini menanggung biaya karyawan, server, dan kebutuhan teknis, dengan skema bagi hasil 40 persen dari pendapatan.
Setiap pengemudi yang mendaftar akan memperoleh saldo awal top up Rp50.000 dari PT Multijaya Mandiri Transportasi.
Aplikasi Jeko hanya memotong 10 persen dari setiap transaksi, lebih rendah dibandingkan platform serupa.
Dari potongan 10 persen, 40 persen menjadi pendapatan Jeko dan 60 persen masuk ke koperasi setempat.
“Sebagai contoh, dari tarif Rp10.000, pengemudi menerima Rp9.000, sedangkan Rp1.000 sisanya dibagi Rp400 untuk Jeko dan Rp600 untuk koperasi,” ungkapnya.
Ridwan menegaskan, setiap pengemudi Jeko wajib menjadi anggota KDMP di wilayah masing-masing.
Dengan menjadi anggota, mereka berhak menerima Sisa Hasil Usaha (SHU) sesuai total transaksi tahunan.
Sebagai ilustrasi, jika 20 pengemudi di KDMP Cilebut Barat, Kecamatan Sukaraja, meraih pendapatan rata-rata Rp200.000 per hari, dengan omzet harian mencapai Rp4 juta.
Potongan 10 persen menghasilkan Rp400.000, dengan Rp160.000 untuk Jeko dan Rp240.000 menjadi pendapatan koperasi tanpa modal tambahan.
Ridwan berharap, masyarakat mendukung penuh aplikasi Jeko dengan mengunduh dan menggunakannya sebagai pilihan layanan transportasi, kuliner, maupun kebutuhan lainnya.
“Perputaran ekonomi akan berjalan dari masyarakat desa, oleh masyarakat desa, dan untuk masyarakat desa,“ jelasnya.
“Ini sejalan dengan harapan Presiden Prabowo Subianto menjadikan koperasi motor utama penggerak ekonomi desa menuju Indonesia sejahtera,” tuturnya.
Sekretaris Desa Cilebut Barat, Ahmad Fauzi Ferdiansyah menambahkan, harapannya semoga peluncuran pada 2 Oktober berjalan lancar dan mampu memajukan perekonomian.
“Mudah-mudahan peluncuran nanti berjalan dengan lancar, yang dimana tentunya sesuai keinginan Presiden Prabowo Subianto,” pungkasnya.
Untuk diketahui, bagi pelamar yang ingin daftar, bisa datang langsung ke Kantor Desa Cilebut Barat, Kabupaten Bogor.
(M. Fazar Sutiono)
