NKRIPOST

NKRIPOST – VOX POPULI PRO PATRIA

Keluarga Korban Desak Polres Belu Segera Tangkap Pelaku Pengeroyokan Atas Agusto Goveia Leite Di Haekriit

Listen to this article

Diterbitkan Selasa, 1 Juli, 2025 by NKRIPOST

Agusto Goveia Leite Korban Pengeroyokan di Polres Belu.

NKRIPOST, ATAMBUA – Keluarga korban Agusto Goveia Leite telah melaporkan tindak pidana Pengeroyokan yang terjadi pada hari Senin, tanggal 23 Juni 2025 sekira pukul 00.30 Wita di Haekriit Manleten Barat Kecamatan Tasifeto Timur sesuai dengan laporan Polisi Nomor : LP/153/Vl/2025/SPKT/Polres Belu Polda NTT.

Kronologi awal kejadian sebelumnya Korban Agusto bersama kekasihnya berisial DW sebelumnya saling kontak dan janjian bahwa malam nanti ketemuan di rumah.

“Sebelum ke Haekriit 17.30 WITA maitua cat saya tidak balas terus jam 17.00 WITA maitua telepon kenapa tidak angkat saya bilang ada kematian disini jadi saya tidak bisa angkat. Kalau cayang masih jual gorengan atau masih kupas ubi kupas dulu nanti sebentar sudah habis baru telepon kalau tidak atau saya yang telepon,” kata Agusto kepada awak media di Polres Belu, Senin (30/6).

Saat ditanya apakah sebelumnya ada hubungan asmara dalam hal pacaran, dirinya menyampaikan bahwa mereka sebelumnya menjalani pacaran sudah 2 tahun lebih bahkan orang tua DW mengetahui hingga tetangga sering lihat dan tahu soal hubungan mereka.

“Pacaran sudah 2 tahun sejak tahun 2023. Orang tua dari pihak perempuan tahu bahwa kami pacaran bukan orang tua saja yang tahu bahkan tetangga juga tahu dengan bahasa ana mantu Agusto sudah datang. Bahwa mereka tahu hubungan kami berpacaran baik RT ataupun semua orang tahu. Malam kejadian bukan awal tetapi sudah sering ke rumah mau ke laut selalu konfirmasi atau nonton konser selalu ijin di Bapak & Mamanya DW” ujar Agusto.

“Kronologi saya dikeroyok pas habis dari rumahkan videocall kan maitua online ditelepon tidak angkat saya berinisiatif untuk alihkan panggilan pas lihat banyak nomor kontak laki-laki pas lihat ada chatting masuk sudah tidur ka dia langsung marah dia langsung alihkan telepon sambil merespon terserah to mau simpan laki-laki punya nomor hak saya lu punya nomor saya tidak cek ,” beber Agusto.

Terus lanjut Agusto, di jam 12 malam korban langsung menuju ke Haek riit dengan janji masuk lewat jendela oleh Dw minta Agusto lompat pelan-pelan takut ketahuan orang tua DW.

“Setelah masuk saya langsung ambil hp terus langsung cek akan tetapi dia langsung rampas saya langsung pukul setelah pukul karena orang tua masih di lorong dengar langsung masuk tarik di leher langsung saya jatuh di lantai sampai di depan pintu rumah lalu berteriak pencuri-pencuri warga datang pukul harbabiruk pukul tendang, seret tangan saya diikat sampai leher saya mau digantung untung ada pak RT yang menegur tidak usa ini bukan binatang,” jelas Agusto dengan nada trauma.

Keluarga korban Agusto meminta pihak berwajib dalam hal ini Kepolisian Resor Belu segera tangkap pelaku tindak pidana Pengeroyokan. “Harapan saya pelaku pengeroyokan dipidanakan harus di proses sesuai aturan yang berlaku,” harapnya.

Untuk diketahui, nama-nama pelaku tindak pidana pengeroyokan terhadap korban Agusto Goveia Leite diantaranya Bapanya DW, Ek, Ib, Enz, dan Adm. (Lau Kaza).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REDAKSI: JL. MINANGKABAU TIMUR NO. 19 A, KEL. PS. MANGGIS, KEC. SETIABUDI KOTA JAKARTA SELATAN - WA: 0856 9118 1460  
EMAIL: [email protected]
NKRIPOSTCO ©Copyright 2024 | All Right Reserved