NKRIPOST

NKRIPOST – VOX POPULI PRO PATRIA

Astaga!! Ayah di Jakarta Utara Tega Aniaya Anaknya Hingga Tewas

Listen to this article

Diterbitkan Sabtu, 16 Desember, 2023 by NKRIPOST

Seorang tersangka pembunuhan berinisial U (44) menunjukkan hasil pemeriksaan urine yang dilakukan di Markas Polres Metro Jakarta Utara, Kamis (14/12/2023).

NKRIPOST JAKARTA – Kepolisian Resor (Proses) Metro Jakarta Utara mengungkap penyebab tewasnya K (11) alias Awan berdasarkan hasil autopsi bocah yang dianiaya ayah kandungnya berinisial U (44) di kawasan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (13/12).

Kepala Kepolisian Resor (Polres) Metro Jakarta Utara Kombes Polisi Gidion Arif Setyawan kepada wartawan di Jakarta Utara, Jumat, mengatakan, Awan mengalami patah pada tulang tengkorak akibat tekanan benda tumpul pada dahi sebelah kiri.

Hal itu mengakibatkan pendarahan dan kerusakan pada jaringan otak.

“Hasil autopsi K, kelahiran 2012, penyebab kematian adalah kekerasan tumpul pada dahi kiri yang mematahkan tulang tengkorak dan kerusakan jaringan otak serta sejumlah luka di tumbuh korban,” kata Gidion dikutip Antara .

Gidion menambahkan, petugas autopsi di Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati menemukan pula luka terbuka pada bagian wajah Awan, saat tubuh korban digerakkan dari atas ke bawah atau posisi saat dibanting. Kemudian pada kakinya juga mengalami cedera.

Pelaku penganiayaan, yakni U sudah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah mengakui perbuatannya kepada polisi.

Polisi pun langsung menahan tersangka di sel tahanan Markas Polres Metro Jakarta Utara (Jakut) untuk mempertanggungjawabkan seluruh perbuatannya.

Ilustrasi

BACA JUGA:

Heboh! Warga Belu Temukan Mayat WNA Asal RRC Tergeletak di Pinggir Sungai Desa Silawan

Astaga! Dua Rumah Di Rawamangun Ludes Terbakar, Satu Warga Tewas

Astaga! Ditemukan Mahasiswi Kesehatan Tewas Tanpa Busana di Apartemen, Ada Luka di Tangan, Punggung Dan Leher

Menurut Kapolres, tersangka U terancam hukuman 15 tahun penjara.

Peristiwa itu bermula ketika U menyaksikan seorang tetangga menegur K karena sesuatu hal. Setelah itu, U mencari K dan melakukan kekerasan terhadapnya.

“Dia melakukan kekerasan terhadap anaknya dengan cara membanting. Kemudian mengalami luka di bagian kepala dan keluar darah dari hidung, meninggal dunia,” kata Gidion.

Gidion mengatakan, pihaknya menerapkan ketentuan di dalam Undang-Undang Perlindungan Anak, Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak dan KUHP dalam mengusut kasus penganiayaan itu.

Penyidik telah memeriksa sampel urine pelaku dan hasilnya menunjukkan U negatif menggunakan narkoba.

Penyidik mengartikan hasil tes urine itu sebagai suatu kesadaran pelaku yang tidak dipengaruhi oleh zat tertentu saat melakukan penganiayaan.

“Artinya pada waktu dia melakukan itu, dalam kondisi fisikal fisiologi yang dapat dipertanggungjawabkan,” kata Gidion.****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REDAKSI: JL. RAYA PENGGILINGAN NOMOR 21 CAKUNG JAKARTA TIMUR DKI JAKARTA TLP. (021) 2246 9861 WA: 0852 1744 4076 - 0856 9118 1460  
EMAIL: [email protected]
NKRIPOSTCO ©Copyright 2024 | All Right Reserved