Pengerjaan Tanaman Konversi Karet Ke Sawit Di PTPN 3 Unit Kanau Dipertanyakan
Diterbitkan Rabu, 15 November, 2023 by NKRIPOST

NKRIPOST.CO, LABUHANBATU – Proyek konversi tanaman karet ke sawit seluas 378 hektar di PT Perkebunan Nusantara 3 (Pesero) Kebun Aek Nabara Utara (Kanau) Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, Provinsi Sumatera Utara disinyalir tidak transparan karena tidak memajang papan info proyek.Padahal, UU No 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik salah satunya bertujuan agar masyarakat ikut mengawasi pengunaan keuangan negara.
Bahkan, nama Vendor yang mengerjakan tanaman konversi karet ke sawit Itu masih menjadi pertanyaan, begitu juga dengan nilai kontrak dan volume pekerjaannya. Menjadi pertanyaan, kenapa pihak PTPN 3 Unit Kebun Aek Nabara Utara belum memajang papan info proyek tersebut.
Seperti yang dikatakan asisten afdeling 4 kebun Aek Nabara Utara (Kanau),”Setahu saya, ada dua rekanan yang mengerjakan tanaman konversi dari karet ke sawit, Atiam dan Kelvin,”ujar Aryo asisten afdeling 4 Kanau, Selasa (14/11/2023) di Kantornya tanpa menyebutkan nama perusahaan kedua vendor dimaksud.
“Kalau masalah nilai kontrak, saya tidak tahu, tetapi pasti ada jumlah anggarannya. Saya cuma asisten, cari tahulah kepada yang lebih berwenang,”ujar Aryo.
BACA JUGA:
Mengenal Indranas Gaho, Koordinator Nasional THS-THM 2023-2026
Dijelaskannya, Atiam dan Kelvin mewakili kedua vendor pemenang tender yang mengerjakan penanaman, sedangkan penumbangan pohon karet seluas 378 ha dikerjakan pihak lain.” Atiam dan Kelvin mewakili Vendor pemenang tender mengerjakan pencabutan akar pohon karet sampai ke penanaman sawit, sedang penumbangan pohon karet dikerjakan pihak lain”jelasnya.
Sampai saat ini, penumbangan pohon karet sudah selesai dikerjakan, sekarang sudah ditahap pengerjaan penanaman pohon sawit dimulai dengan mencabut akar pohon karet dan membuat parit,teras dan meluku tanah yang akan ditanami sawit.
Disinggung sejauh mana pengawasan dari unit Kebun Aek Nabara Utara (Kanau) di pekerjaan tanaman konversi yang saat ini sedang dikerjakan, Aryo menyebutkan, pihaknya mengawasi tata cara melakukan penanaman.”Kalau masalah lain, saya kurang tahu,”ujarnya.(ACD)
