Dukung Terobosan, Andreas Seran Berikan Atensi Kasus Korupsi untuk Kapolres di Kabupaten Belu
Diterbitkan Jumat, 22 September, 2023 by NKRIPOST

NKRIPOST.BELU – Disamping mendukung trobosan yang dilakukan Kapolres Belu, AKBP Richo Nataldo Devallas Simanjuntak, Andreas Seran salah seorang tokoh masyarakat Desa Leuntolu, Kecamatan Raimanuk telah memberikan Atensi khusus.
Atensi yang diberikan kepada Kapolres Belu, AKBP Richo Nataldo Devallas Simanjuntak oleh Andreas Seran terkait dugaan Korupsi yang ada di Kabupaten Belu.
” saya mendukung Trobosan Kapolres Belu,tapi saya juga memberikan atensi buat Kapolres Belu soal Dugaan banyaknya kasus korupsi yang ada di Kabupaten Belu,” ungkap Andreas Seran, saat diwawancara di Kediamannya.
Lanjutnya, ” tolong bapak kapolres untuk meluangkan waktu khusus untuk menindak lanjut laporan dugan korupsi oleh oknum-oknum mengambil uang rakyat,” pintanya.
Dikatakan Andreas, setiap kali ada bantuan dari pemerintah pusat untuk masyarakat kecil tetapi baik pemerintah Desa, Pemerintah Kabupaten dengan caranya masing mengambil hak rakyat kecil secara tidak sah.
Tidak hanya itu, lanjut Andreas, banyak persoalan – persoalan yang kini sudah masuk sampai Inspektorat Kabupaten Belu namun secara penanganannya mandek.
” Saya yakin da percaya bahwa terlalu banyak kasus di Inspektorat, ketika kita tanya jawabannya sudah selesai padahal mandek,”tuturnya.
Anehnya lagi, Tegas Andreas, ketika pihak inspektorat langsung turun dan lakukan audit di lapangan namum pulang diam.
” ketika kita tanya SOP yang dipakai inspektorat itu seperti apa, ko kasusnya bertahun – tahun namun tidak ada kejelasannya,”tanyanya.
Tambahnya, ” persoalannya itu yang menjadi tanda tanya bagi kami. Seharusnya, hadirnya mereka untuk membantu masyarakat kecil, tapi ko membuat masyarakat tambah susah. Bagaimana kita mengatasi kemiskinan, kerjanya saja seperti itu,” pungkasnya.
Menurut Andreas, bagaimana bisa mengatasi kemiskinan yang ada di kabupaten Belu,sementara banyak oknum Koruptor merajarela.
” untuk itu, kami mohon bapak kapolres luangkan waktu sedikit untuk membantu masyarakat kecil dengan mengungkapnya dugaan korupsi di Kabupaten Belu, baik di tingkat Desa maupun tingkat Kabupaten,”pintanya.
Anehnya, tambah Andreas, yang menjadi hak masyarakat diambil oleh oknum-oknum ini untuk berfoya-foya dan itu bisa dilihat.
“Banyak hal yang kami kendala, kami laporan berulang kali, mereka juga turun berulang kali tapi anehnya kasusnya hilang begitu saja. Padahal sudah ada surat rekomendasi, tapi ko bisa hilang kasusnya,”singgungnya.

BACA JUGA:
Dinilai Tidak Profesional, Kapolri Diminta Evaluasi Karowassidik Bareskrim Polri
Dikatakannya, Dikasih waktu dua bulan untuk mengembalikan hasil temuan tapi kasusnya bisa sampai bertahun-tahun.
” untuk itu, kami minta tolong untuk bapam kapolres sisihka waktu sedikit untuk melihat banyaknya dugaa kasus korupsi di Kabupaten Belu,”ujarnya.
Tambah Andreas, masih banyak kemiskinan di Kabupaten Belu ini disebabkan adanya banyak dugaan kasus korupsi yang masih tersumbat. Sehingga para oknum-oknum ini masih leluasa dengan caranya untuk mengambil hak rakyat kecil.
” semoga Bapak kapolres bisa tergerak hati untuk melihat persoalan ini, Banyak kasus dugaan korupsi yang dilaporkan masyarakat tapi hasilnya nol,” tutupnya.*(Mario)
