Duh! Proyek Aspal Jalan Di Kampung Teluk Batil Bernilai Milyaran Rupiah Terkesan Dikerjakan Asal-Asalan, Kontraktor Salahkan PU
Diterbitkan Kamis, 31 Agustus, 2023 by NKRIPOST

NKRIPOST.CO, SIAK – Proyek Pengaspalan jalan yang berlokasi di Kampung Teluk Batil dengan anggaran yang sangat fantastis yakni lebih kurang Rp. 11.278.390.758 (Sebelas Miliar Dua ratus Tujuh Puluh Delapan Juta Tiga Ratus Sembilan Puluh Tujuh Ratus Lima puluh delapan Rupiah) yang di kelola oleh CV. Kharisma Fajar dengan menggunakan dana alokasi pemberdayaan belanja daerah APBD ini sangat mengecewakan masyarakat Teluk Batil Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak, Provinsi Riau.
Pembangunan jalan yang di kerjakan oleh CV. Kharisma Fajar ini dinilai asal-asalan, pasalnya jalan belum di lewati oleh mobil ini sudah mengalami retak dan posisi jalan timbunan miring menurun ini jelas sangat berpengaruh pada kualitas jalan.
Hal tersebut disampaikan Muhammad sebagai Ketua Bapekam ( Badan Pengawas Kampung ) Teluk Batil, Rabu (30/8/2023).
Kami meminta dari pihak DPRD Kabupaten Siak untuk meninjau langsung ke lapangan namun tidak ada tanggapan, hanya Pak Samsurizal alias Budi dari DPRD Siak fraksi partai demokrat yang sempat hadir turun ke lapangan, yang lain tidak ada tanggapan.” Ujar Ketua Bapekam.
Hal tersebut menurut ketua Bapekam, memperkuat dugaan terdapat oknum oknum yang melindungi proyek tersebut.
“Kami pun merasa seperti ada yang membek up, dari awal kerja kami meminta biotek atau karpet alas asbes dinaikkan atas bahu aspal agar ada kekuatan, setelah dihubungi ke pak Budi alas karpet/biotek dinaikkan terus fotonya dikirim ke pak budi oleh pihak pelaksana di lapangan setelah itu karpet atau biotek tetap diturunkan kembali kebawah itu hanyalah sebatas formalitas untuk alasan sudah dinaikkan kenyataan dilapangan tetap tidak dinaikkan bisa jadi setahun nanti pelebaran akan turun kebawah karna tidak ada kekuatan biotek penahan abis.” Ucap Ketua Bapekam Kampung Teluk Batil
“Bisa dibilang 85% biotek tidak ada diatas bahu aspal, sempat kami meminta gambar biotek dan ukuran biotek karena kami yakin bahwasanya biotek itu setiap pelebaran jalan memang harus diatas bahu aspal, dan itu pastinya sudah ada dalam gambar suatu proyek, malah dibilang kami meminta RAB padahal kami meminta gambar saja ingin tahu ukuran biotek namun pihak pelaksana terus berdalih sehingga biotek dipasang beberapa tempat diatas bahu aspal hanya untuk dokumentasi bukan untuk reel dilapangan.” tuturnya menambahkan.
Sementara itu Penghulu Kampung Teluk Batil Samsir saat di konfirmasi oleh awak media NKRIpost melalui telepon seluler membenarkan hal ini juga ia sangat menyayangkan pekerjaan yang dinilai asal-asalan seperti itu.
” Kita dari pihak pemerintah kampung sudah penat mengkoreksi hal ini tapi tidak ada tanggapan dari pihak yang berwajib, seolah-olah ada yang membeck up.” ucap penghulu.
Diwaktu yang berbeda awak media NKRIpost langsung meninjau ke lokasi saat sedang melakukan pekerjaan dan menjumpai pengawas lapangan untuk meminta keterangan terkait masalah jalan yang retak alhasil bekas retak tersebut sudah di timbun tanpa di perbaiki.
“Jika ada yang komplain silakan komplain ke PU Kabupaten karena mereka yang salah kenapa tidak diadakan perencanaan terlebih dahulu.” Tutur Pekerja yang di temui di lokasi.
BACA JUGA:
ASTAGA : Proyek Galian Rasuna Said Kuningan Makan Korban Bocah 13 tahun
Pekerja Proyek Jembatan di Rohil Tewas Tertimpa Besi, Diduga Lalai Terapkan K3
Sementara itu menurut salah seorang tokoh pemuda yang tidak mau di sebutkan namanya menyangkan proyek bernilai miliaran apabila dikerjakan dengan Asal asalan.
“Pembangunan yang menggunakan uang negara sebesar itu jelas sangat kita sayangkan apabila pengerjaannya asal-asalan posisi pondasi retak tetap dilanjutkan pengecoran aspal oleh mereka.”Ujarnya.
Lebih lanjut Ia meminta kepada pihak instansi terkait agak melakukan audit dan survey pekerjaan tersebut agar diberikan ketegasan.
“Kami minta kepada tim ahli, tim audit untuk melakukan pengecekan ke lapangan apakah sudah sesuai standar atau tidak bila tidak kami minta dilakukan pembongkaran.” ucap salah seorang tokoh pemuda yang tidak mau di sebutkan namanya.*
Laporan: Veni Hendra
