Menjamur Hiburan Malam Berkedok Resto Bakal Jadi Sarang Maksiat, Warga Bungo Adukan Ke Lembaga Adat Melayu
Diterbitkan Jumat, 11 Agustus, 2023 by NKRIPOST
VIDEO: Hiburan Malam Berkedok Resto Bakal Jadi Sarang Maksiat, Warga Bungo Adukan Ke Lembaga Adat!!
NKRIPOST BUNGO – Menyikapi beberapa hiburan malam yang berkedok resto dan kaffe di kabupaten Bungo Provinsi Jambi menjadi sorotan, perdebatan dan masih hangat diperbincangkan serta dipersoalkan karena ijin yang tidak sesuai pada lakonnya dan di khawatirkan akan dijadikan tempat maksiat oleh para pelaku usaha.
Mencuatnya persoalan hiburan malam setelah di demo oleh para LSM dan ormas pasca berdirinya Pegasus di kabupaten Bungo konon
kabarnya Pegadis diduga buka Fub dan bar.
Hari ini , Kamis (10/08/2023) anak negeri secara resmi melapor ke lembaga adat Melayu ( LAM ) Kabupaten Bungo dengan harapan untuk ditindak lanjuti dan untuk dilaporkan ke pemerintah daerah
Hadir pada kesempatan tersebut, atas nama anak negeri yang diwakilkan kepada beberapa orang diantaranya : Fahlefi, Noper Saputra, Dedi candra, Yadi, Amin koto Rajo dan Ilham. Pengaduan ini di barengi dengan penyerahan Tando patuh berupa sebilah pisau dan surat laporan pengaduan.
“Pengaduan adat ini kami buat terkait maraknya tempat hiburan malam seperti Lumiyer, Pegasus dan sejenis panti pijat di kabupaten Bungo yang telah membuat resah kami selaku anak negeri apalagi dikarenakan tidak mencerminkan adat Melayu provinsi Jambi yang berpedoman adat bersandi syarak, Syarak bersandi kitabullah,” ujar Lefi, Kamis (10/8/2023).
Dalam laporan pengaduan anak negeri tersebut yang di dampingi Tokoh Masyarakat .Syarkoni Syam yang juga merupakan mantan wakil ketua
DPRD kabupaten Bungo 2 periode.
Kami .berharap lembaga adat bungo akan.dapat menindak lanjuti masalah yang telah di laporkan oleh anak negeri kita bungo ini,” ujarnya.

BACA JUGA:
Gelar Aksi Unjuk Rasa Sehari Desak Tutup Pegasus, ARPKH dan Ormas Gempur Tak Mundur Sebelum Berhasil
Hiburan Malam Vegasus Berdiri di Bungo, Camat Dan Lurah Mengaku Tidak Tahu, Begini Alasannya!
ARPKH Bersama Ormas Gempur Geruduk Pegasus, Tuntut Bupati Bungo Jangan Diam
Pada kesempatan tersebut, Penyerahan Tando patuh yang diterima oleh Mahli, wakil sekretaris LAM Bungo juga didampingi oleh Ustadz Anre dan beberapa pemuda, remaja mesjid lainnya.
“Kami dari Remaja Masjid Kabupaten Bungo turut mendampingi kawan- kawan untuk menyerahkan tanda patuh kepada LAM Bungo, kami berharap lembaga adat dapat memberikan keputusan yang tegas dan merekomendasikan kepada pemerintah daerah untuk menutup tempat-tempat diduga ada maksiat di kabupaten Bungo,” Ucap ustadz Andre, Kamis, (10/08/2023)
Ketua Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia kabupaten Bungo ini juga mengajak semua stakeholder dan masyarakat untuk bersama memerangi segala bentuk kemaksiatan.
“Kalau dibiarkan tidak hanya orang-orang yang melakukan dosa saja mendapat akibatnya tapi kita semua akan mendapat akibat dan azab dari Allah, mari sama- sama kita bergerak dan sama sama menyatakan sikap bahwa tempat maksiat harus kita berantas dari Bungo yang kita cintai ini,” tegasnya.
( Nover/ Regar ).
