BBM Di Flotim Disebut Langka, Kabag Ekonomi Bilang Begini
Diterbitkan Rabu, 31 Agustus, 2022 by NKRIPOST

Petugas SPBU 01 Larantuka
NKRIPOST, LARANTUKA – Beberapa pekan terakhir ini di Kabupaten Flores Timur Propinsi Nusa Tenggara Timur terjadi kelangkaan Bahan bakar minyak (BBM) yang mulai meresahkan masyarakat.
Hal ini di sampaikan salah satu Pelaku pelayanan Jasa Ojek yang di temui media saat antrian BBM untuk mengantar Penumpangnya ke tempat tujuan.
Menurutnya bulan lalu dirinya mendapatkan BBM jenis Pertalite itu mudah dan harga terjangkau, tapi saat ini begitu sulit untuk mendapatkan jenis BBM Pertalite.
“BBM kami sulit sekali dapat sedangkan tarif ojek saya tidak, berani saya naikan karena belum ada pengumuman resmi dari Pemerintah,” Ujar Abang Tukang Ojek.
Mendapatkan informasi dan keluhan dari Pelaku jasa Ojek tersebut Awak media iniĀ mendatangi Kabag Ekonomi Pemkab Flores Timur Julian Mitak untuk mengkonfirmasi terkait berapa banyak Kuota BBM bersubsidi yang di alokasikan kepada Kabupaten Flores Timur pada tahun 2022 ini.
“Kuota BBM bersubsidi yang di alokasikan ke kabupaten Flores Timur pertahun 10422 ton. dalam tahun 2022 Kuota Flotim sebanyak 10422 ton, sudah terpakai 6ribuan sehingga tersisa 4 ribuan.”Ujarnya.
“BBM ini masih ada sehingga kita di Flores Timur harus gunakan sesuai kebutuhan.” Tambahnya.
Menurut Julian Mitak Kabag Ekonomi Pemda Kabupaten Flores Timur ini pihaknya telah meminta penambahan kuota kepada BP Migas.
“Untuk saat ini kami sudah mengajukan tambahan kuota BBM sejak April ke BP Migas tetapi belum di jawab sampai dengan saat sekarang,”Tuturnya kepada Awak Media di ruang Kerja Selasa 30 Agustus 2022.
BACA JUGA:
Pencurian Pecah Kaca Mobil Dan Curi Ponsel Hingga Uang Di SPBU Cikupa
Anak Buah Prabowo Subianto Aniaya Wanita di SPBU, Cuman Gegara Antrean BBM
Sementara itu Pihak SPBU 01 Linda Monteiro saat di temui media di lokasi SPBU Lingkungan Gege mengatakan pihaknya setiap melayani belasan kilo liter.
“kami untuk saat ini setiap hari di kasih BBM jenis Pertalite sebanyak 16 KL.” Jelasnya
“Kalau sampai BBM langka saya tidak tahu, karena setiap hari saya layani kepada sub penyalur juga sesuai dengan surat yang di tunjuk sehingga semua mendapatkan BBM,”Tutur Linda SPBU 01.
Lanjut Linda, apalagi pada tanggal 1 September nanti akan di berlakukan Aplikasi MyPertamina yang di mana Kendaraan roda 4, roda 6 Wajib QR.
“Harapan saya pemerintah harus tanggap cepat dengan aplikasi ini agar supaya bisa mengatasi dan tidak ada kesenjangan antara kepentingan masyarakat nanti akan terjangkau, kalau tidak maka masyarakat kita akan sangat sulit nantinya.”Harapnya.(**)
