Kades Diduga Selingkuh Warga Segel Kantor Desa, Kapolres Sumedang Perintah Bongkar
Diterbitkan Rabu, 8 Juni, 2022 by NKRIPOST
Sebelumnya Tokoh pembuka agama Cikareo Selatan Asep Dadan Muldani, menjelaskan aksinya didasari kekecewaan terhadap sangsi yang di berikan kepada kepala desa. Warga desapun mendesak untuk kepala desa Cikareo Selatan untuk mundur dari jabatan.
Asep menuturkan, dalam musyawarah dengan BPD tersebut, warga Desa Cikareo Selatan menuntut kepala desa agar mundur dari jabatannya
“Tidak ada tanggapan dari pemerintah, kepala desa kami kepala desa yang terpilih, kami hampir 90% masyarakat sudah tak ingin dipimpin olehnya dan sudah tidak layak jabatannya diteruskan,” ucap Asep.
BACA JUGA:
Doyan Curi Celana Dalam Hingga Bra Wanita, 3 Bocah SMP Ini Pucat Kepergok Emak-Emak
Suami Pergoki Istri Celananya Melorot, Pas Disenter Tenyata Digerayangi Ketua RW
Doyan Brondong, Mama Ini Digrebek Suami Lagi Berduaan Tak Sempat Pakai Celana
Dikatakannya, kejadian seperti ini kurang tanggapan dari pemerintahan daerah dan terkesan abay dengan sangsi yang di berikan oleh pemerintah daerah.
“Apa yang kami lakukan ini ada harus ada perhatian dari kepala daerah,” tambah Asep.
Sejumlah tokoh masyarakatpun sempat mendatangi komisi 1 DPRD namun tak membuahkan hasil. Selain itu wargapun sempat berkumpul untuk tidak melanjutkan kepemimpinan kepala desa tersebut.
“Kami sebagai masyarakat menghargai tatanan kepemerintahan. Kami dari awal sudah menyampaikan aspirasi dengan prosedur yang ada,”ucap Asep.
Warga juga meminta agar Bupati Sumedang memperhatikan aspirasi dari warganya agar penyegelan yang berlangsung tidak berkelanjutan.
“Penyegelan ini mungkin bisa lama jika bupati bertele-tele, yang kami aspirasikan sesuai dengan moto sumedang simpati jika kami di biarkan kita hilangkan moto Simpati,” pungkas Asep.
Salah seorang warga Cikareo Selatan Tati, merasa kecewa dengan apa yang telah di lakukan kepala desanya, dirinyapun merasa malu dengan viralnya foto mesra kepala desa.
“Malu kalau punya pemimpin seperti itu. Warga inginkan kepala desa mundur, harusnya kades langsung mengundurkan diri jangan sampai warga kaya gini,” singkat Tati.

