Pilwanag Mungka Disebut Ada Kecurangan, Pemda Diminta Turun Tangan Hindari Gelombang Protes
Diterbitkan Senin, 30 Mei, 2022 by NKRIPOST

NKRIPOST, LIMAPULUH KOTA – Penyelenggaraan pemilihan Walinagari (Pilwanag) Mungka, Kecamatan Mungka Kabupaten Limapuluh Kota Sumatera Barat diprotes oleh salah satu calon wali Nagari yang menduga terjadi dugaan kecurangan dalam pemilihan.
Sejumlah bukti dugaan kecurangan yang terjadi diuraikannya seperti daftar DPT yang seharusnya dibagikan kepada para calon tetapi tidak diberikan, adanya anak dibawah umur mendapati surat suara pemilihan , surat pemilihan ganda dan yang sudah meninggal 6 tahun yang lalu masih mendapatkan surat suara, sedangkan masyarakat yang masih memiliki KTP tidak mendapatkan surat suara.
Hal tersebut diungkapkan calon Walinagari Mungka nomor urut 1 (Dt.Majolelo), nomor urut 3 ( M Teddy Arisandi) dan nomor urut 4 (Epi Trisman).
Ketiga calon tersebut menuding minimnya sosialisasi pemilihan walinagari dari panitia Pilwanag serta tingkat kelalaian pihak panitia sangat tinggi menjadi biang kekalahannya dari kandidat nomor urut 2, Epi Adri , pada Pilwanag serentak di 25 Mei 2022 lalu.
Disebutkan Tedy kalah menang dalam suatu pemilihan itu hal biasa. Sejauh proses pemilihan berjalan secara fair.
“Kalah menang dalam Pemilihan Wali Nagari adalah hal yang biasa, tapi dengan proses yang fair dan tidak curang” tuturnya.
Ditambahkan Tedy, pihaknya akan melakukan upaya hukum terhadap dugaan kecurangan tersebut.
“Kita sudah pelajari dugaan- dugaan kecurangannya. Kita akan bawa kasus ini ke ranah hukum. Karena, selain mencederai Demokrasi, juga melanggar aturan Pilwanag yang berlaku, ” pungkasnya.
Dilanjut calon walinagari nomor urut 1 Dt.Majolelo, “Jika memang betul ada dugaan kecurangan ini tentu kita berhak menyanggah dan meminta untuk ditinjau lagi supaya hal serupa tidak terulang lagi” lanjutnya.
BACA JUGA:
Bupati Limapuluh Kota Geram, Sidak Temukan Kantor Kosong di Jam Kerja
Calon Walinagari Batu Payuang Resmi Ditetapkan, 3 Putra Terbaik Siap Bersaing Jadi Nomor 1
Nevi Safaruddin Apresiasi Semangat TP PKK Nagari Mungka
Hal senada juga disampaikan oleh beberapa masyarakat yang merasa dirinya adanya yang tidak beres dalam proses Pilwanag tersebut.
“Terjadi dugaan kecurangan Pilwanag di Nagari Mungka seperti saya yang masih punya identitas jelas tetapi tidak menerima surat suara.”ungkap salah seorang warga Nagari Mungka.
Untuk menghindari gelombang protes yang lebih besar, ketiga calon meminta pemerintah daerah menaruh perhatian serius atas persoalan pemilihan walinagari di kanagarian tersebut. (Aya)
