Warga Protes!!! Depok Kota Mati

NKRIPOST, DEPOK – Warga Jalan Mawar Kelurahan Pasir Putih Depok, Provinsi Jawa Barat menggelar aksi menyebutkan Depok menjadi Kota Mati. Hal tersebut disampaikan Warga Rt 02, 03, RW 04 Protes terhadap Pemkot (Pemerintahan Kota) Depok. Minggu, (29/05/2022).
Mewakili masyarakat, ketua lingkungan Baik RT maupun RW, Salah satunya, Baban/Hambali selaku RW 04, dan Nebon Ketua RT 03, Kelurahan Pasir Putih Kecamatan Sawangan, menyampaikan kekecewaannya terhadap banjir yang hingga kini belum di selesaikan Pemkot Depok.
“saya sudah cape melihat kondisi banjir terus menerus tanpa disebabkan oleh Hujan”. ujarnya.
Warga Protes: Depok Kota Mati
“Perbatasan penghubung Kecamatan Cipayung dan Kecamatan Sawangan ini, yang terkena dampak banjir adalah lingkungan kami, yang berada di Jalan Mawar, Kelurahan Pasir Putih Kecamatan Sawangan.” Jelasnya menambahkan.
Banjir yang terjadi tersebut menurut Baban/Hambali selaku RW 04, dan Nebon Ketua RT 03 akibat dangkalnya saluran air akibat tempat pembuangan sampah.
“Sebabnya turun banjir, dampak dari pembatasan TPA (Tempat Pembuangan Sampah Akhir), yang terletak di Cipayung.
Kemudian saluran air kali yang tadinya lebarnya 10 meter, sekarang menjadi 3 meter.”Jelasnya.
Saluran air tersumbat di susul adanya TPA Cipayung Depok di sampingnya, inilah catatan kami. “Keluhan kami tidak di dengar oleh Walikota Depok dan jajaran bawahannya”. Papar Baban dengan nada kesal.
“Saya kira untuk apa Beko (Alat Berat) yang berada dilokasi banjir, kalau banjirnya ini tetap saja terjadi. Dan banjir ini bukan satu kali ini saja terjadi, akan tetapi sudah 3 tahunan seperti ini.”Tegasnya.
“Bahkan juga pernah mengalami longsor dari sampah, merayap ke lokasi ini, sehingga menjalar dan terjadi penyumbatan yang berakibat 7 Rumah hancur, dan juga bahkan rumah hilang sudah di sapu oleh banjir. Ujar Baban.

BACA JUGA:
Tasyakuran Untuk Pembenahan Banjir Di Pasir Putih Sawangan Depok Dihadiri Lurah
Pesisir Kabupaten Jepara Dikepung Banjir Rob, Ratusan Rumah Terendam Air
Pemkot Depok Dimintai Segera Tangani Banjir Di Kelurahan Pasir Putih
Meski demikian, Baban pun mengakui sedikit ada perhatian dari Pemerintah kota Depok, Namun menurutnya itu tidak menyelesaikan persoalan warga.
“Memang benar Pemkot Depok memperhatikan yang terdampak rumah hancur, akan tetapi, hanya sebatas tinggal di kontrakan dan dibiayai oleh Pemkot Depok, tanpa adanya ganti rugi.
Sampai kapan mereka (warga) akan mendapatkan ganti rugi rumahnya yang hancur itu?.
“Yang kami harapkan bersama warga adalah Bangun saluran air kali di lebarkan seperti sebelumnya, dan disertai jembatan atau Fly Over yang menunjang untuk lintasan penghubung jalan ini tersebut. Baik Dinas PUPR (Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang), maupun DLHK (Dinas Lingkungan Hidup), Sekda (Sekretariat Daerah), dan Idris selaku Walikota Depok, harus bertanggung jawab untuk warganya. “Jangan jalan margonda saja yang diperhatikan”. Baban menyerukan keluhannya.
“Warga saya sepakat dilingkungan ini, menjadi : Warga Protes!!! Depok Kota Mati.
Tutup Baban. (M.Fazar Sutiono)
TONTON JUGA: