BBM Resmi Naik Harga, Pemda Lamban Tetapkan Tarif, Para Sopir Angkutan Umum Meradang
Diterbitkan Senin, 5 September, 2022 by NKRIPOST

NKRIPOST, LEWOLEBA – Salah seorang sopir angkutan umum protes serta pertanyakan tarif angkutan umum yang belum naik tarif dari Pemda Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), terlebih dengan telah di putuskannya kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sudah secara resmi di umumkan naik secara Nasional.
Hal tersebut juga memicu para Sopir mengeluh bahwa sejak ditetapkan kenaikan harga BBM di Kabupaten Lembata tarif harga angkutan umum masih stagnan sejak kepemimpinan almarhum mantan bupati Andreas Duli Manuk pada tahun 2007 silam.
Ahmad Abu, sopir angkutan umum dari Kedang Kecamatan Omesuri dan Buyasuri ini, kepada wartawan Senin (05/9/22) mengatakan bahwa setiap kali ketemu bersama pemerintah dalam hal ini dinas perhubungan selalu saja punya alasan karena persiapan ETMC Lembata.
“Kita ni sampai kapan begini terus jika pemerintah tidak mengatur tentang kenaikan harga angkutan umum, ” Kata Ahmad.
“Selama ini kami diam saja tapi karena kenaikan harga BBM turut mempengaruhi pendapat kami dimana saat ini juga untuk mendapatkan BBM kami setengah mati juga.” Jelasnya.
BACA JUGA:
Presiden Jokowi: Penyaluran BLT BBM Berjalan Baik
FKPP Apresiasi Mukernas DPP PPP, Sahkan Mardiono Jadi PLT. Ketum
Pemda Flotim Jangan Menonton, Masyarakat Minta Pj Bupati Doris Rihi Segera Turun Langsung Cek Distribusi BBM
Lebih lanjut, Abu berharap dengan kenaikan harga BBM tersebut Pemerintah daerah juga dapat menerbitkan kebijakan terkait tarif yang dapat memberikan keadilan kepada para sopir dan pengusaha angkutan umum.
“Kami minta soal tarif bisa diperhatikan sehingga terkait kenaikan BBM bisa mengimbangi penghasilan kami, ” Tegas Ahmad.
“Pihak kami para sopir juga mendesak kepada pemerintah agar bisa duduk bersama semua sopir dan pemilik kendaraan untuk bisa membahas persoalan ini.” Lanjutnya.
Menurutnya Jika harga angkutan umum sudah bisa dioptimalkan maka dengan kenaikan harga BBM ini pihaknya akan melakukan pelayanan secara baik kepada para penumpang yang ada.
Di sisi lain dirinya juga meminta agar pemerintah terus melakukan fungsi pemantauan pelayanan BBM di Kabupaten Lembata karena belakangan ini kami sulit mendapatkan pasokan BBM untuk beroperasi melayani para penumpang.(*)
