Sempat Ambruk, Jembatan Gantung Sungai Cileueur Desa Sukamaju Sudah Kembali Di Perbaiki
Diterbitkan Kamis, 12 Mei, 2022 by NKRIPOST

NKRI post Ciamis – Jembatan Gantung desa Sukamaju Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis Jawa Barat ternyata di bangun dengan APBD Provinsi Jawa Barat tahun anggaran 2021 dengan nominal dana senilai Rp 319.036.000. (tiga ratus sembilan belas juta tiga puluh enam ribu rupiah).
Jembatan gantung yang berada di desa Sukamaju tersebut sempat viral baru – baru ini, dikarenakan jembatan tersebut tidak kuat menahan beban dan putus (ambruk).
Padahal waktu itu jembatan gantung tersebut baru saja selesai pembangunannya, bahkan belum sempat diresmikan.
Akibat insiden tersebut sebanyak kurang lebih 66 orang santri yang menaiki jembatan tersebut mengalami luka – luka serius pada waktu itu.
BACA JUGA:
Bupati Ciamis H. Herdiat Sunarya Lounching Kampung Kerukunan, Potret Kebhinekaan Nusantara
Kolotik, Cinderamata di Situs Cagar Budaya Galuh Salawe Ciamis
Saat awak media menyambangi jembatan gantung tersebut, Kamis 12/5/2022 dan tak sengaja bertemu dengan, salah seorang penduduk setempat yang sedang mencari Pakan ternak yang kebetulan juga pada saat kejadian ambruknya jembatan gantung tersebut sempat menyaksikan di lokasi menceritakan musibah waktu itu.
Jembatan gantung di Dusun/Desa Sukamaju, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, ambruk, Jumat (25/3/2022) sekitar pukul 10.00 WIB.
Menurutnya jembatan gantung di Dusun/Desa Sukamaju, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat tersebut ambruk pada saat jembatan tersebut belum sempat diresmikan.
Jembatan yang membentang diatas sungai Cileueur itu merupakan penghubung dua dusun yakni Bangunsirna dan Sukamaju tersebut ambruk saat itu diduga karena tidak mampu menahan beban saat dilintasi 66 orang santri pada Jumat (25/3/2022) sekitar pukul 10.00 WIB.
Kini tampak jembatan gantung tersebut sudah selesai diperbaiki kembali dan berdiri seperti semula akan tetapi keadaannya Sangatlah Sepi.
Padahal menurut salah seorang Penduduk yang tidak mau di sebutkan namanya mengatakan rencananya lokasi tersebut, semula akan di jadikan sebagai tempat rekreasi lokal yang akan di kelola oleh pemerintah desa setempat.
Walaupun sudah selesai diperbaiki kembali akan tetapi jembatan gantung tersebut masih belum bisa di lewati dikarenakan masih terlihatnya pintu jembatan tersebut dihalangi oleh penghalang kayu.
Selain itu juga sekarang sudah terlihat di pasangnya tulisan di atas Banner yang tertempel di sisi jembatan, dimana tulisan tersebut di maksudkan agar jembatan gantung tersebut tidak Kelebihan beban yang mengakibatkan dapat kembali roboh seperti kejadian pada Jumat (25/3/2022) lalu
Pada banner tersebut terdapat tulisan diantaranya, Maksimal 3 orang bergantian saat melintas dan juga termasuk untuk (berswafoto/berselfie), Awasi anak anak saat melintas, segera laporkan kepada pemerintah desa atau kecamatan bila ada kerusakan, tidak digunakan untuk kendaraan bermotor, dilarang melompat dari jembatan, tidak berlari saat melintas jembatan dan terakhir tidak di perkenankan untuk melintasi jembatan dengan membawa beban berat.(SH)
TONTON JUGA:
